020 - Ending

502 32 5
                                    

Annyeong!!! Author baliik hehe

Gimana kabar kalian? Author baik ingponya😂

Ini chapter terakhir Anak IndiHome guys

Udah gitu aja pembukaan dari author

Happy reading kalian semua😊

.
.
.
.

Setelah membawa Soobin ke kantor polisi, kini anak-anak IndiHome pada balik ke apartemen buat membahas kebenaran soal Soobin yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

"Gue butuh penjelasan di sini." Yeonjun menuntut penjelasan dari Ben sama Beomgyu selaku orang yang sudah tau dari lama siapa pembunuh.

"Ben aja yang jelasin." Beomgyu karena menurutnya itu tugas Ben sebagai orang yang tau betul siapa pelakunya, dan yang paling penting dia di sini cuma orang baru tapi ikut-ikutan urusan orang lo, Beomgyu. Astaga Beomgyu

"Jadi....

Setelah mendengar penjelasan Ben, akhirnya mereka paham kenapa Ben gak ngasih tau dari awal soalnya dia juga masih cari tau kebenarannya valid apa nggak. Saat tau itu valid baru Ben ngasih clue soal siapa pembunuhnya biar biar Soobin gak curiga.

"Pinter juga lo." ujar Yeonjun

"Gue emang pinter kali, bang." Ben dengan pedenya

"Nyesel gue muji."

Sementara itu,

Soobin lagi berada di ruang interogasi bersama Lea di hadapannya dengan tatapan tidak bisa diartikan, kayak semua emosi tuh campur aduk melihat temen adiknya itu ditetapkan sebagai pembunuh.

"Soobin, kakak tanya kenapa lo ngelakuin itu?" tanya Lea tapi sayangnya Soobin diam aja tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari orang yang udah dia anggap sebagai kakaknya, bahkan anak IndiHome juga nganggep gitu.

"Soobin jawab kakak." Lea menatap Soobin yang masih betah menundukkan kepalanya.

Soobin pun akhirnya memberanikan diri untuk menatap Lea walaupun takut karena aura mengintimidasi dari kakak temannya itu sangat kuat.

"Gue gabut, kak." Soobin berusaha agar terlihat tidak takut. Jawaban Soobin jelas membuat Lea emosi tapi masih bisa tahan, kayak dengan mudahnya dia bilang gitu padahal itu menghilangkan nyawa orang lain apalagi itu teman sendiri.

"Lo gak waras kalo gitu." Lea mencoba untuk tidak memberikan bogeman ke wajah Soobin.

"Thanks atas pujiannya, kak Lea."

"Brengs*k." Lea kemudian akhirnya memberikan bogeman di wajah tampan Soobin lalu keluar dari sana tanpa perduli kalau ada larangan melakukan kekerasan fisik terhadap tersangka atau siapapun ketika berada di ruang interogasi.

"Maaf, kak." Soobin menatap kak Lea dengan tatapan tidak terbaca soalnye bukan esai :))

Time skip (One week later)

Hari ini Soobin bakalan dipindah ke pusat rehabilitasi selama satu tahun. Kenapa tidak masuk penjara atau hukum mati? Karena Soobin belum berusia 21 tahun ke atas, makanya dia gak masuk ke sana dan dirujuk ke pusat rehabilitasi.

Anak IndiHome | TXTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang