019

334 35 6
                                    

Hi hi hi!!!

Balik lagi sama author yang satu ini hehe. Kali ini author mau bilang apa kabar buat kalian semua?

And author juga mau bilang kalo di chapter ini pelakunya bakalan terungkap. Penasaran gak nih? Bilang aja penasaran biar author ini happy😂 Agak memaksa ya wkwk.

Selamat membaca manteman, semoga suka😊

1

2

3

Lea memutuskan untuk memastikan terlebih dahulu barang yang dia temukan apakah milik temennya Huening atau bukan. Kalau pun itu terbukti milik salah satu teman adiknya, dia juga tidak bisa langsung memenjarakan begitu saja karena masih di bawah umur.

"Hasil autopsi Ryujin udah keluar." Salah satu anggota tim memberitahunya.

"Lo periksa gimana hasilnya, biar gue yang tanganin di sini." Lea yang langsung dilakukan oleh anggota timnya

Mereka masih di TKP karena Lea tidak mau ada hal sekecil apapun itu yang terlewatkan sebab itu bisa saja jadi petunjuk kasus pembunuhan yang sudah banyak memakan korban.

.
.
.

"Lo jangan ikut campur anj!ng!!" emosi Ben menarik kerah baju yang dikenakan Beomgyu

"Lo lama tol*l!!" Beomgyu merasa kembarannya itu lama banget ngungkapin siapa pembunuhnya padahal udah tau, tinggal bilang sama yang lain apa susahnya sih gitu pikir Beomgyu.

Ben marah banget sama Beomgyu gara-gara kembarannya itu  ngelakuin ini-itu sesuka hati tanpa konfirmasi apapun ke dia ditambah lagi Beomgyu pura-pura jadi dirinya saat ketemu sama Jake.

"Beomgyu lo bisa gak diam aja kalau tau siapa pembunuhnya, jangan sok ngebantu yang ujung-ujungnya nanti ngerugiin kita semua. Pikir dong, punya otak kan?!" Ben tidak habis pikir sama perbuatan Beomgyu. Dia tau kembarannya itu niat ngebantu tapi gak asal-asalan, semuanya harus ada rencana.

"Gue ngebantu anj!ng, dari segi mananya gue ngerugiin kalian semua!!" Beomgyu tidak terima, dia juga mikir kali gimana konsekuensinya ngelakuin semua itu.

"Pokoknya lo gak usah ikut campur kalo gak mau balik ke Amerika." Ben menatap Beomgyu tajam menandakan kalau perkataannya tidak main-main

"Gak usah ngancem, gue gak takut. Seharusnya lo yang takut cuz gue bisa aja ngasih tau semuanya ke nyokap sama bokap soal lo yang gak pernah ke Amerika tapi gue yang gantiin lo dan yang paling penting lo pernah ngebunuh orang. Jangan lupa." Beomgyu menatap Ben tidak kalah tajamnya seolah ada laser di matanya wkwk.

Akar masalahnya gini guys, kita flashback sedikit. Beomgyu datang nih ketemuan sama Jake dengan pura-pura jadi Ben terus dia ngomong ke Jake buat datengin Taehyun. Jake pun menuruti perkataan Beomgyu dan akhirnya dia sama Taehyun membuat kesepakatan soal rekaman suara itu. Gitu ceritanya guys, end flashback.

"Lo jangan bawa-bawa masa lalu njing!!"

"Gak bisa karena gue cuma punya itu buat ngancem lo dan lo gak punya apa-apa yang bisa ngancem gue, jadi lo jangan songong."

"Sianjing." Ben meninggalkan Beomgyu yang tertawa menatap kepergian kembarannya itu.

Sementara itu,

Yeonjun dan Taehyun sama sekali tidak menyangka kalau pembunuh Jisung adalah teman dekat mereka. Taehyun aja gak pernah terpikir sedikitpun kalau pelakunya itu orang yang menurutnya paling baik diantara mereka berlima, kalau Yeonjun sudah curiga tapi dia berusaha positif thinking eh ternyata percuma.

Anak IndiHome | TXTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang