[4] ini solusi jidan

1.8K 271 13
                                    

havian itu orangnya cemburuan walau terlihat biasa aja tapi sebenernya hatinya lagi kebakar apalagi sekarang ini, jidan yang habis selesai olahraga disamperin sama kedua perempuan yang dipastikan adik kelas mereka.

jidan tu banyak yang naksir tapi baru kali ini ada yang gatau diri naksirnya. jelas banget kalo jidan itu pacarnya havian tapi masih percaya diri banget nempel nempel sama jidan.

sekarang havian lagi melipat kedua tangannya dengan angkuh sembari menatap kedua perempuan yang sedang malu-malu menatap jidan.

"kak.. ini cookies buatan aku."

jidan melirik havian yang menatap kedua adik kelas itu dengan tajam.

"makasih banget ni tapi maaf aja ya nggak bisa gue terima."

"IH KENAPAAA??"

aduh havian ini pengen ngacak-ngacak muka adik kelas di depannya ini, apa havian ini nggak terlihat sama mereka?

"sorry banget ya?"

"nggak aku racunin kok kak..."

"ya tau tapi kagak dulu dah, gue sukanya cookies dari havian." ucap jidan yang membuat kedua perempuan itu merengut.

kemudian salah satu dari mereka menatap havian dengan wajah yang memelas, "kak suruh, kak jidan terima cookies kita dong."

jidan membulatkan kedua matanya, menatap adik kelas dan havian bergantian dengan panik. cari mati kayaknya ini adik kelas.

havian sendiri mendecih, "nama lo siapa?" tanyanya sembari meraih cookies yang ia pegang.

"gladis, kak."

"oh, gladis.."

perempuan bernama gladis itu menganggukan kepalanya dengan semangat dan mata yang berbinar, namun sedetik kemudian matanya membulat ketika havian membuang cookies miliknya.

jidan sendiri udah panik.

"yang.." panggil jidan tapi nihil nggak didengerin sama havian.

makin panik lah jidan ketika havian maju selangkah mendekati adik kelasnya itu.

"lo tau nggak sih gue pacarnya jidan? bisa hargain gue nggak ya? mentang mentang gue nggak pernah turun tangan ke kalian, jadi lo pada ngeremehin gue gitu?"

"lo boleh muja-muja jidan, mau kasih jidan rumah kek cookies atau apalah itu lo boleh, asal ga ketauan gue." ucap havian dengan tegas.

amarahnya benar-benar di puncak sekarang ini.

"jidan juga udah nolak, berani-beraninya lo minta tolong gue? orang gila lo. gladis, lo bakal gue tandain sampe gue lulus nanti." tambah havian sebelum berjalan menjauh.

jidan sendiri terkekeh, "tuh pacar gue ngamuk, ati ati dah lo pada." ucap jidan kemudian berlari mengejar havian.

sementara kedua adik kelas itu bergetar dan mengusap punggung satu sama lain, menenangkan.

"anjritt, gue lemes banget dapet dare ginian."

"kak havin ngeri anjing..."




◆♠︎◆♠︎◆

cosmos [hoonsuk]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang