[11] havian's safe place

1.9K 201 10
                                    

hari-hari yang dijalani tiap orang tidaklah sepenuhnya sempurna, banyak kejadian yang mungkin membuat harinya baik atau buruk. dan untuk havian sendiri, hari ini sangatlah buruk. hari yang ia tunggu-tunggu pergi ke pantai bersama jidan untuk menghilangkan beban pikiran begitu saja karena hujan turun dengan deras.

dan disini lah havian, di kost jidan dengan wajah masam, duduk memeluk kedua kakinya sesekali melirik ke luar jendela memastikan apakah hujan sudah berhenti atau belum. namun nihil, hujan makin bertambah deras.

jidan keluar dari kamar mandi, mengusak rambutnya yang basah dengan handuknya. ia melirik ke arah kekasihnya yang cemberut itu, lucu pikirnya. jidan tau havian sedang tidak bisa diganggu sehingga ia hanya tersenyum kecil, tidak berniat mengusik kekasihnya atau bertanya apapun.

jidan duduk di depan pc nya, terkekeh mengingat semalam havian dengan excited membuat plan ke pantai sampai harus mengemasi bajunya untuk tidur di kostnya agar bisa membangunkan jidan, katanya ke pantai harus pagi-pagi.

selama jidan sibuk dengan game pc nya, havian membuka sosial medianya. niatnya ingin mencari hiburan baru malah melihat updatean liburan teman-temannya yang membuatnya sedih.

jidan tengah fokus membidik musuhnya dengan sesekali memaki arjuna di seberang sana karena tembakan arjuna yang tidak mengenai musuh dan sesekali tertawa karena tingkah teman-temannya. jidan tengah bermain dengan arjuna, kevin dan yoel sebagai team mabarnya dan berkomunikasi dengan mic dalam game.

tiba-tiba saja pandangan pc nya tehalang dan tergantikan oleh badan havian yang sudah ada di depannya. havian bergerak duduk dipangkuan jidan dan memeluknya, menaruh dagunya pada bahu lebarnya itu.

"main aja gapapa, aku cuman mau peluk." gumam havian.

jidan terkekeh kemudian mengaktifkan mic gamenya. "bentar guys, anak kecil lagi sedih."

jidan segera menaruh headphone nya karena ia tau arjuna akan memaki dirinya. lalu ia membenarkan duduknya, membalas pelukan sang kekasih.

"masih sedih?" tanya jidan.

dan jidan mendapatkan respon dengan anggukan yang lemah.

"lain kali yuk? ke pantai bareng."

"keburu sibuk lagi."

"jangan sedih dong cowok keren." ucap jidan sembari menegakkan badan kecil havian, menatapnya dalam.

sendu dan cantik.

kemudian jidan mengecup kedua mata havian dengan lembut yang membuatnya memejamkan matanya, merasakan sentuhan lembut jidan yang saat ini mengusap pipinya. nyaman.

"kamu ngga main? ajun maki maki kamu deh pasti." ucap havian.

badan kecil havian kembali merasa hangat ketika jidan merengkuh badannya lagi.

"gapapa, aku nemenin kamu sekarang." ucapnya.

havian tersenyum kecil, mengusak, mencari tempat nyaman di ceruk leher jidan. "sedih..."

"iya iya, next time kita beneran ke pantai."

"sama jidan."

"iyaa."

"berdua, nanti kita cari ikan."

"ikan paus pun bakal aku jabanin kalo nyarinya sama kamu."

"APASIHH!!" jidan terkekeh dan havian semakin mengeratkan pelukannya.

hening.

mereka berdua menikmati pelukan masing-masing, terasa hangat dan nyaman. suasana dingin karena hujan pun sangat mendukung duduk dipangkuan sang kekasih sembari memeluk satu sama lain.

"aku mau cium."

seketika mata jidan membulat, mendorong bahu havian agar melihat wajah kekasihnya itu. matanya tidak ada menunjukan sorot malu-malu seperti biasanya.

"hah?"

"mau cium."

"hah? coba ulangin."

havian memutar bola matanya, "havian minta cium." ucapnya.

pening. jidan benar-benar bingung, ini serangan mendadak. pikiran jidan buyar begitu saja yang membuatnya bengong selama beberapa detik sampai havian yang jengah menunggu jidan mengumpulkan akal sehatnya itu langsung mengambil langkah.

cup!

kedua bibir mereka bertemu, hanya menempel saja kemudian havian mengecup basah bibir jidan beberapa kali dan menarik dirinya kembali.

kali ini wajah havian memerah.

"kamu kenapa bengong sih?!" teriak havian sembari memukul bahu jidan.

"aku kaget, yang!"

"ah! kamu sengaja ya bikin aku malu?!"

"YA AMPUN ENGGAK, AKU PURE KAGET."

havian berdecak dan memalingkan wajahnya, "aku cuman minta cium bukan minta rumah, ngapain kaget!" ucapnya.

"ya kamu kan jarang kayak gini."

"TAU AH AKU BETE BANGET SAMA KAMU! AKU BETE SAMA SEMUANYA!!!!" havian segera beranjak dari pangkuan jidan.

namun jidan segera menarik pergelangan havin sehingga havian kembali duduk dipangkuannya, "jangan kemana-mana." ucap jidan sebelum menarik tengkuk havian dan mencium bibirnya dengan lembut.

setelah itu jidan kembali menarik dirinya, menatap havian yang wajahnya sudah semerah tomat.

"lucu kayak tomat."

havian menggembungkan wajahnya lalu dengan cepat memeluk badan jidan dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher jidan. "jangan gitu ah!"

"abisnya pacar aku lucu."

"malessss."

"kok males sih? kamu kan emang lucu."

"ihhh!"

jidan terkekeh sembari mengusap punggung havian.

"jidan makasih! aku ngga sedih lagi, ternyata mau healing ga perlu jauh-jauh ya. berdua sama kamu aja aku udah semangat lagi. maaf tadi aku sedih banget."

"hey? gapapa kok... kamu boleh sedih, boleh ketawa, boleh marah, ngga ada yang ngelarang. aku tau kamu kecewa plan kamu batal tiba-tiba. it's totally fine."

"aku sayang jidan... ga perlu dibales aku malu." ucap havian sembari mengeratkan pelukannya yang membuat jidan tertawa keras.

"sayang havian juga, jidan sayang havian level seratus juta."

"UDAH DIBILANG JANGAN DIBALES!"

"ngga mau, aku maunya bales cinta mu."

havian tertawa, "cringe banget asli."

"besok kalo mulai penat lagi bilang ya? aku bakal ajak kamu jalan-jalan." ucap jidan.

havian menegakkan badannya lagi, menatap jidan dengan dalam.

"ga perlu jalan-jalan sih... ciuman sama kamu udah bikin penat ku hilang hehe."

sialan.

sialan havian.

giliran pipi jidan berubah semerah tomat sekarang.



◆♠︎◆♠︎◆

halo semuanya!!! aku kembali huhu, aku kangen bangetttt u___u sebenernya aku menghilang karena ga punya ide hehehehe trus tiba-tiba ada ini ide lewat jadi langsung aku ketik sat set sat set.

oiya kalian coba kasih satu kata atau saran ide cerita buat updatean chapter selanjutnya wkwkwk

enjoy!!! ❤️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 20, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

cosmos [hoonsuk]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang