B

210 37 12
                                    


happy reading

.

.

Tok ... Tok ... Tok

Yerin berjalan ke arah pintu depan dan mendapati seorang wanita muda tengah tersenyum ke arahnya dengan raut bahagia. Wajahnya rupawan dengan body sempurna, definisi model-model milik brand pakaian dalam.

"Hai, aku Park Jihyo. Tetangga sebelah." ucapnya sambil tersenyum senang dengan telunjuk mengarah ke rumah sebelah kiri. Mata Yerin mengikuti arah tunjukkan.

"Ah ... Hai. Aku Jung Yerin." jawab Yerin sambil mengulurkan tangan tanda perkenalan.

Alis mata Jihyo tampak terangkat sambil melirik ke arah dalam. "Bisa masuk?"

"Eh?!" Yerin tersentak sambil tersenyum canggung, membuka jalan dengan menggeserkan tubuhnya ke samping. "Silahkan masuk ...." ucapannya terhenti saat bingung dia harus memanggil apa.

"Nyonya Kang, terdengar lebih baik." jawab Jihyo cepat.

Yerin mengangguk dan hampir saja menjawab tetapi lebih dulu di potong ucapannya oleh wanita berumur dua puluhan di hadapannya ini. "Hanya bercanda Yerin, panggil aku dengan santai. Jihyo."

Sesaat setelahnya Yerin bergegas ke dapur untuk menyiapkan sirup untuk tamu tidak di undangnya. Dia bingung dengan kedatangan Jihyo yang tiba tiba karena di dalam novel nama tokoh Jihyo sama sekali tidak tersebut kecuali nama suaminya yang menjadi rekan bisnis Taehyung.

Kang Daniel, suami Jihyo.

"Terima kasih banyak." ucap Jihyo.

"Sama sama."

"Maaf Yerin. Aku berkunjung mendadak, soalnya aku dengar Nyonya Kim sudah tinggal disini."

Yerin tertawa canggung. "Iya, kemarin itu sering ke rumah orang tua. Tapi malam sama pagi masih di rumah."

"Makanya aku jarang melihatmu. Padahal setiap siang aku mengintip lewat dinding pembatas." Jihyo meletakkan paper bag di atas meja. "Ini ada kue buatan mertuaku."

"Makasih banyak, Jihyo. Sampaikan terima kasih ku juga pada mertuamu." ucapnya tulus. Mendadak dia akan memiliki teman di komplek elit ini.

"Oke oke. Oh ya. Suamimu bekerja?."

Yerin mengernyit heran. "Tentu. Ini masih terhitung siang hari."

"Ohh I almost forgot, but... wait wait, don't be mad at me okay?" Jihyo tampak ragu dalam berbicara, tampak dari kelakuannya yang menggaruk tengkuknya kaku. "Kau tau, Ehmm, I once saw a woman come home late from here."

"Just info, okay." Ucap Jihyo cepat saat Yerin tampak mengerutkan dahinya bingung. "Aku gak bermaksud tapi ini hal penting yang harus seorang istri tahu."

"Yah, itu memang penting. Kalau boleh tau. Apa kau mengenalnya?"

"Cuman kenal lewat majalah fashion. The woman is a model." mata Jihyo melirik ke arah salah satu majalah yang terletak di atas meja bersama majalah majalah bisnis laiinnya.

"Perempuan itu. Yang ada di sampul. Itu dia."

Yerin tau, itu adalah perempuan yang selama ini membuatnya was was. Perempuan yang memang ditakdirkan bersama suaminya di dalam novel.

Tapi sekarang ini adalah hidupnya, miliknya, dan dia yang akan menjadi tokoh utama. Bukan orang lain. Setiap orang tentunya menjadi tokoh utama di dalam hidupnya. Dia bukan perempuan yang akan menyerahkan suaminya secara sukarela kepada seorang perempuan penggoda.

Not My WorldWhere stories live. Discover now