Chapter 8 : Are you concerned with me?

24 9 0
                                        

Jungmo berlarian di koridor. Nggak peduli apa yang ia lakukan, entah menginjak, menabrak, atau apapun itu. Pakaiannya masih sama, menggunakan pakaian olahraga. Keringatnya banjir, membasahi hampir seluruh badannya.

"Sumin ada di UKS!"

Satu kalimat yang diberikan oleh sahabat sehidup semati sekamarnya itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Padahal Woobin belum selesai ngomong udah langsung ngibrit.

Brak!

"Hosh...Hosh...Hosh..."

Ketiga perempuan yang ada di dalam ruang kesehatan itu melihat Jungmo yang masih mengatur nafasnya sambil menahan tubuhnya dengan tangannya yang berada di lututnya.

"Lo ngapain?"

"Dikejar setan?"

"Kak Jungmo kenapa?"

Tidak menjawab, Jungmo hanya berjalan ke arah Sumin. Padahal di depannya masih ada dua perempuan yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Sieun dan adik kelas yang waktu itu ia mintai tolong untuk memberikan barang pada Sumin, namanya Seeun.

Jungmo berlutut di hadapan Sumin, Sumin yang duduk di seberangnya hanya menatap keheranan. Tangan yang laki mengusap kepala Sumin, "Lo nggak apa-apa kan? Ada yang sakit?"

"Gue nggak apa-apa, emangnya kenapa? Lo harusnya tanya ke Seeun. Dia sakit," jawab Sumin, matanya mengarah pada Seeun yang sedang disuapi bubur oleh kakak kelasnya.

Jungmo menoleh sekilas, lalu kembali menatap Sumin. "Tadi kata Woobin lo di UKS."

"Gue di UKS belum tentu sakit, Mo."

Benar juga

"Makanya, Jungmo, lo kalau suka sama Sumin tuh langsung tembak aja. Dia pasti nerima."

"Makanya, kak Jungmo, kalau temen ngomong itu dengerin dulu sampai selesai."

Ketiga perempuan itu tertawa melihat muka merah Jungmo yang menahan malu. Lagian...itu salahnya Woobin kan?! Bukan salahnya dia? Jungmo harus kasih pelajaran ke Woobin habis ini!

"Tapi lo beneran nggak apa-apa, Min?"

"Gue nggak apa-apa, Jungmo. Harusnya gue yang tanya, lo nggak apa-apa?"

























"...Gue khawatir aja sama lo."

The Redamancy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang