CHAPTER 42
Back to SAPPHIRE’S P.O.V
-Flashback to Tuesday-
Saya menatap wanita yang sudah bertahun-tahun berada di sisi saya. Wanita pemberi semangat, wanita yang saya berkongsi suka dan duka saya. Wanita yang tiada pertalian darah namun saya anggap sebagai kakak yang hanya beberapa bulan lebih tua dari saya.
“How do you know where I’m staying?” Saya tanya dengan suara yang mendatar dan tatapan yang dingin.
Damn! Macam mana dia tau yang saya menginap di Park Hyatt?
“Saph.” Shandra nampak sangat iba.
Macam saya tidak sudi mendengar dia menyebut nama saya. I feel that betrayers like her is not worthy to call my name.
“Saph, I… I…” Shandra gugup.
“Boleh kau cakap cepat sikit?” I sipped on my Macchiato.
We are at the hotel’s café. Shandra sebenarnya sudah muncul depan pintu bilik saya tapi saya tidak mau dia masuk ke dalam bilik saya.
“I’m sorry.” Shandra meminta maaf. Huh.
“Kalau setakat I’m sorry boleh mengembalikan kepercayaan seseorang dan fix every relationships, the words cheater and betrayer won’t exist.” Saya bilang, menahan sebak.
Kau mesti bertahan, Saph. Hapuskan air mata kau.
“After all that I did for you, Shan.” Saya menatap Shandra penuh kecewa. “Inilah balasan kau untuk saya? Cara beginilah kau membalas budi saya selama ni?”
Bukan saya mau mengungkit, tapi inilah kenyataannya.
I gave shelter when she had nowhere to go.
I fed her when she had no money to eat.
I gave her a job when no company wants to hire her.
Not only a job, I gave her one of the highest position in my company.
I gave her my trust.
Tidak cukupkah apa yang telah saya memberi dia selama ini? But she wanted more. She wanted my boyfriend.
Tiba-tiba Shandra stood up and walked up to me. She fell on her knees sambil menggenggam tangan saya.
Shandra menangis teresak-esak.
“Forgive me, Saph! Braxton only loves you. I will never get his love.”
No! If you love someone, you won’t cheat. Sama macam kau, Shandra. Kalau kau sayang saya sebagai seorang sahabat, kau tidak akan mengkhianati saya.
“So why are you still with him?” Saya mencibir. “You love him?”
Mata Shandra membulat, tangisan dia masih deras. Lucu pula saya tengok.
“I…I…” Shandra gugup lagi.
“You?” Saya menaikkan satu kudou. Don’t cry, Saph. Don’t look weak in front of the weak.
Saya mengangkat satu tangan. Really I can’t stand being in the same air that she’s breathing in. Sesak nafas saya!
“Shan.” Pahit nama dia terasa di lidah saya. “If it’s only an accident, a one-night-stand… a stupid mistake when both of you are drunk, I might be able to understand but not to accept. Ini… tell me… it’s not only a one time thing. It’s not only a one week thing.” Dada saya semakin gemuruh menahan amarah. Tapi saya gagal. “Tell me how many years?!”
I felt a pool of tears threatening to spill.
“How many years?” Suara saya suatu bisikan.
Berapa tahun sudah dorang memperbodohkan saya?
Shandra menarik nafas dalam, and…
“I’m… I’m pregnant.”
Ekspresi wajah saya langsung berubah. I felt a slap on my face with her announcement.
YOU ARE READING
Once Upon A Heartbreak
Romance1st Once Upon a Love Legacy series The Ashburns x Abrahams #ONCEUPONAHEARTBREAK Original Writer: Amanda Dulagan Genre: Sabahan Slang Love Story Category: Love Story, 🔞🔞🔞-read at your own risk *** ⚠️ Story is mixed Sabahan Slang. Ada English, BM...
