6.

26 1 0
                                        

Devano setelah termenung lama tentang Naura dan Reva, ia pun memutuskan untuk pulang sendiri.

Sedangkan Naura, ia pulang bersama Anastasia yang ternyata sedari tadi berada di toilet.

Kalo Reva? Ia berharap bisa pulang bersama Devano, tetapi melihatnya sudah tidak ada di kampus, ia pulang jalan kaki.

***
Naura's POV

"Kamu kenapa habis dari toilet mukanya kayak habis kesal gitu?" tanya Naura yang membuat Anastasia bingung harus menjawab apa
"Eh, gpp kok" ucap Anastasia terpaksa berbohong
"Kamu yakin? Soalnya muka kamu kayak kesal banget gitu?" tanya Naura sekali lagi
"Iya aku gpp, cuman tadi mmm" ucap Anastasia bingung mau berkata apa
"Kalo kamu ga mau cerita sekarang gpp kok, semoga semuanya baik baik aja ya" ucap Naura
"Iya" ucap Anastasia yang sedang fokus menyetir

Mereka pun sampai di lobi apartemen Naura, Naura sudah menawarkan supaya ia mau bermain bersama mungkin, tapi Anastasia menolak dengan "tegas" dan meninggalkan Naura di lobi yang kebingungan mengapa Anastasia agak berubah.

Tapi, ia memutuskan supaya tidak terlalu memikirkan tentang hal itu dan langsung berjalan ke lift untuk ke kamar apartemen nya. Di dalam kamar, Naura melakukan rutinitas nya seperti biasa. Berbeda dengan hari biasanya ia pergi ke makam, tapi hari ini ia merasa sangat capek.

Naura pun beranjak ke ranjang dengan pikiran nya yang sangat penuh. Ia berfikir bahwa hari ini adalah hari yang sangat melelahkan buat nya. Pertama, Devano yang mungkin lebih menyukai Reva daripada dirinya. Kedua, Reva yang mungkin mempunyai rahasia. Ketiga, Anastasia yang bertingkah aneh dengan nya. Mengapa hidup Naura bisa seburuk ini?

***

Devano's POV

Hooh, betapa melelahkan nya hari ini. Yang hanya bisa ia pikirkan adalah Naura dan Reva. Terutama apa yang Naura katakan kepadanya di gerbang sekolah. Ia sangat kebingungan dengan kata kata "Reva mungkin bukan yang terbaik buat kamu". Ada apa ini?

Ia mencoba untuk menenangkan diri nya untuk tidak terlalu memikirkan tentang hal itu. Ia pun menelfon salah satu temannya, Reynold. Iya, Devano mempunyai teman selain Naura. Reynold dan Devano pernah berbincang singkat di kantin atau taman.

Mereka juga menukar nomor telepon dan sempat bermain bersama, bahkan jalan ke warung kopi untuk numpang wifi dan pastinya bermain online games. Itu lah kebiasaan lelaki, jadi sudah tidak perlu dihiraukan lagi.

Ia chat Reynold untuk menawarkan apakah ia mau berjalan ke mall bersama karena Devano ingin bercerita tentang hari nya yang aneh. Biasanya ia memilih Naura, tapi mungkin bukan waktu yang tepat untuk mengajak gadis itu mengobrol bersama nya setelah perbincangan mereka di gerbang sekolah.

Dan mengapa bukan Reva? Karena ia belum percaya sepenuhnya kepada Reva karena apa yang Naura katakan dan mereka juga baru saja bertemu. Memang Reva selalu bisa meluluhkan hati nya dengan kecantikan nya itu. Tapi, entah mengapa ia merasa seperti itu.

Reynold sudah menjawab dan mengiyakan ajakan itu. Devano pun bersiap siap untuk pergi bersama Reynold ke sebuah mall dan makan bersama untuk mengobrol. Dan mungkin main play station juga.

***

Naura's POV

Naura bersiap siap untuk pergi ke minimarket, karena saat ia ingin memakan snacks, stok nya habis. Juga sekalian ia pergi ke pasar untuk membeli sayur sayuran, ikan, dan bahan bahan lainnya yang bisa ia gunakan untuk memasak.

Ia menggunakan motor nya untuk pergi ke minimarket dan pasar. Pertama tama nya, ia ingin pergi menggunakan mobil, tetapi karena ia ingin ke pasar, lebih gampang menggunakan motor pikirnya.

***
Naura akhirnya sampai di minimarket, ia membeli semua barang barang yang ia perlukan. Mulai dari snacks sampai sikat gigi dan odol. Kemudian, Naura ke kasir dan ia membayar semua barang yang ia beli menggunakan kartu kredit milik nya.

Setelah itu, Naura pergi ke pasar menggunakan motor milik nya pasti nya. Ia sambil menaiki motor nya sambil berfikir tentang Reva. Mungkin ia bisa memecahkan "misteri" dari gadis itu? Atau mungkin hanya kecemburuan nya yang sangat amat tinggi?

Dengan memikirkan hal yang tidak penting itu, Naura tak kerasa sudah sampai di pasar. Saat ia ingin pergi ke dalam dan membeli barang barang yang ia butuhkan, ia mendengar suara yang sangat tidak asing bagi nya, suara perempuan. Tapi ia bingung, siapakah itu?

Tanpa keraguan sedikit pun, Naura menghampiri sumber suara itu. Semakin dekat, ia mendengar suara dari percakapan perempuan itu dan seorang lainnya.

"...semuanya aman" ucap perempuan itu
"Lo harus yakinin kalo cowok itu percaya sama lo, dan lo harus bawa dia ke gue" ucap seseorang
"Iya iya" ucap perempuan itu

Naura akhirnya bisa melihat dengan jelas siapa perempuan itu, tetapi lelaki itu tidak terlalu jelas karena ia memakai masker dan juga kacamata, dengan kepalanya yang ditutup dengan hoodie berwarna hitam. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia tidak mengenal lelaki itu pastinya karena sangat tertutup, tapi perempuan itu?

Reva? ~Batin Naura~

🤍
Hai! Makasih udah mau baca ceritanya. Jangan lupa vote, comment, dan follow account aku :) Di tunggu next part dari cerita ini ya!

Bertemu KembaliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang