Vote sama komen jangan lupa(◕ᴗ◕✿)
•••
Aksara dan Abila memutuskan untuk pergi ke kebun binatang Bandung hari Minggu ini.
Aksara yang sudah memesan tiket membawa Abila masuk, jangan lupakan tangannya yang selalu menggenggam tangan Abila.
Aksara membawa Abila pergi ke daerah hewan pemakan daging, "Liat, mirip sama lo kalo lagi suka ngamuk."
"Dihh, di samain sama gue."
"Lucu ya, kalo gue pelihara satu gimana ya?" ujar Aksara ngelantur.
"Kalo ngomong suka aneh-aneh aja. Yang ada lo di makan mereka, mau?" ujar Abila sewot.
"Tuh kan, mirip mereka." Aksara menunjuk semua kandang yang menampilkan hewan buas tersebut.
Abila dan Aksara berjalan-jalan ke daerah hewan yang namanya monyet, dengan ide jahilnya dan ingin balas dendam, Abila juga ikut menyamakan Aksara dengan hewan.
"Lo mirip sama mereka," ucap Abila yang menunjuk kumpulan para monyet.
Aksara menempeleng kepala Abila, "Ngawur, ganteng gini di samain sama monyet."
"Ya emang, emang mirip."
"Heh! Ngadi-ngadi ya lo jadi cewek. Gue cakep, ganteng, glowing gini di samain sama monyet? Keterlaluan!"
"Bilang aja kalo seneng di bilang mirip sama mereka," ujar Abila dengan santai. Gak tau aja dia, kalau Aksara sudah ingin menyumpahinya.
"Tapi kalo di liat, emang lo mirip monyet si. Gak mirip, emang udah kawannya kayanya," ujar Abila lagi. Mendengar itu, Aksara semakin emosi dan semakin ingin menyumpahi Abila. Di tambah memaki Abila.
"Gusti," jerit Aksara, "Iya dah, terserah neng cantik mau di miripin sama siapa. Ikhlas Aa, Neng," ucap Aksara dramatis.
Keduanya menghabiskan dua jam untuk berkeliling kebun binatang yang luas itu. Setelah puas, Abila dan Aksara keluar dari kebun binatang.
Aksara membawa Abila untuk belanja baju. Beneran, ini mah Aksara bangkrut. Ini memang keinginannya, bukan Abila. Jadi tidak masalah.
"Silahkan ambil apa aja yang lo mau. Inget, kalo lagi gak perlu gak usah di bawa," ucap Aksara.
Abila yang memang sangat menyukai pakaian oversize mulai memilih-milih kaos mana yang ia akan bawa. Setelah memilih, akhirnya ia memilih untuk mambawa kaos berwarna hitam, navy, dan warna coklat muda.
Kemudian berjalan menuju bagian sweeter, ia mengambil dua sweeter, satu warna hitam dan satu warna ungu muda.
"Udah?" tanya Aksara meyakinkan, "celana?"
Abila mengangguk lalu mulai memilih celana yang dirinya sukai, "Udah, takut lo gak bisa bayar."
"Kalo ngomong suka bener," ujar Aksara.
Aksara yang memang sangat suka merasa kurang, laki-laki itu membawa dua cardigan lagi. Itung-itung menambah koleksi cardigan Abila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Abila
Teen Fiction🚫FOLLOW DULU BARU BACA🚫 ⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH ⚠️ ⚠️ CERITA INI REAL DARI IMAJINASI SAYA, TANPA ADA UNSUR PLAGIAT⚠️ ⚠️MOHON MAAF JIKA ADA KE SAMAAN NAMA TOKOH, KARAKTER, TEMPAT, DAN ADEGAN. ITU HANYA KETIDAK SENGAJAAN⚠️ ••• Ini kisah tentang gadis ya...
