Setelah Letta mengantarkan Sean kembali ke rumahnya, ia pun berkendara untuk kembali ke mansiom keluarga nya juga..
Kurang lebih 30 menit Letta berkendara dengan kecepatan rata-rata pada jalan raya yang cukup padat sebab dilalui oleh para pengendara yang pastinya ingin kembali ke rumah mereka juga.
Jam menunjukkan pukul 18.00 tepanya pukul 07 malam. Di dalam mansion ternyata sudah banyak orang yang sedang berbincang diruang keluarga.
Kedua Abang, kedua Adik serta sepasang orang tuanya nampak sedang berbincang diselingi dengan candaan disana. Letta sebenarnya tidak memiliki niat untuk menyapa mereka, namun dikarenakan salah satu dari mereka berenam ada yang memanggil Letta, Letta pun terpaksa menghampiri mereka.
Letta menatap malas pada keenam manusia yang menatap dirinya dengan sinis.
"Dari mana kamu? Kamu tau ini jam tujuh malam, anak gadis seharusnya tidak keluyuran diluar sana jam segini!" Bentak Mamah dari Letta.
Letta menaikkan sebelah alisnya. "Ini baru jam tujuh kali, belum juga jam sebelas, lagian Letta gak keluyuran sembarangan kok, Letta cuman ke taman aja buat nyegerin pikiran" Balas Letta tanpa takut.
Toh menurut Letta, jam tujuh malam masih belum termasuk jam larangan untuk anak seumurannya. Ayolah, mungkin memang di suatu daerah diluar sana, anak gadis berumur 16 tahun akan dilarang untuk keluar rumah sampai lewat dari pukul 5 sore.
Tapi di daerah mereka, anak gadis berumur 16 tahun sudah menuju pendewasaan jadi pukul 07 malam masih wajar bagi mereka seharusnya.
Letta dimarahi sebab pulang pada pukul 07 malam, sedangkan orang tuanya sendiri sering pergi berminggu-minggu tanpa memberikan dirinya alasan apapun.
"Ngejawab kamu!?" Bentak Mamah dari Letta lagi.
"Ini nih, susahnya orang tua, pertanyaannya dijawab dikatain kurang ajar, gak dijawab dikatain gak sopan. Serba salah gue" Batin Letta.
"Huft terserah Mamah lah mau ngapain, kalau cuman itu yang mau Mamah omongin, Letta mau ke kamar aja" Pamit Letta seraya berjalan meninggalkan ruang keluarga tanpa sepatah katapun lagi.
Letta meninggalkan mereka berenam dengan pikiran penuh tanya. 'Mengapa Letta seperti itu?' Hal itulah yang ada dipikiran keenam manusia itu.
Letta masuk kedalam kamar dengan nuansa gelap itu. Setelah mengganti baju yang sebelumnya ia kenakan, Letta pun duduk bersandar pada kepala ranjang king size yang nyaman itu.
"Widih apaan tuh" Gumam Letta ketika netranya menangkap sebuah buku dengan sampul putih kosong yang cukup tebal.
Jemari lentik dari Letta menyentuh sampul buku itu secara perlahan dan membuka halaman demi halaman didalamnya sembari membaca setiap kata yang ditulis dengan acak didalam sana.
Buku itu sepertinya tempat dari Letta mencurahkan suasana hatinya yang acak. Sebuah perasaan sedih, kasihan, amarah dan sesak menyeruak kedalam hati Letta.
Letta merasa sedih, ketika mengetahui bahwa Letta selalu mengharapkan sesuatu yang sia-sia. Letta merasa kasihan, ketika mengetahui bahwa sangat jarang seseorang memahami Letta, sekeras apapun Letta berusaha memperlihatkan sisi terpuruk nya, tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
Letta merasa marah ketika mengetahui bahwa para manusia diluar sana selalu mengambil opini mereka sendiri tentang Letta tanpa berusaha membuka mata dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Dan Letta merasa sesak akan ketiga hal yang cukup menyakitkan itu, namun hebatnya Letta yang asli masih dapat mempertahankan sikap sinis nya serta senyum yang tidak pernah ia hilangkan jika sedang berbincang bersama keluarga ataupun orang yang ia cintai.
Padahal seharusnya Letta menangis saja, seharusnya Letta bersandar pada para sahabatnya saja jika keluarga dan sosok pria yang ia cintai tidak dapat menjadi sandarannya. Namun Letta justru memilih bersandar pada dirinya sendiri.
Ketahanan Letta patut diberikan apresiasi, apalagi sikap dari orang-orang yang ia cintai begitu kejam pada dirinya, namun terkecuali pada ketiga sahabatnya tentu saja.
♡♡♡
577 kata
04 Februari 2022

KAMU SEDANG MEMBACA
Grey Not Letta
General FictionGrey gadis jutek namun juga ceria, gadis itu baru berusia 17 tahun, atau tepatnya kelas 12 SHS. Dengan parasnya yang cantik, ia mampu menarik perhatian orang-orang, ditambah dengan kondisi keluarganya yang hampir menyerempet sempurna. Tentu saja s...