13. Game Is Over?

286 25 14
                                        

Hingar bingar suara bericau yang beradu di selimuti oleh dentuman musik keras yang dapat menulikan telinga detik itu juga, namun walau demikian justru begitu banyak orang-orang yang merasa terhibur dan senang mendengarkan musik di tempat itu. Silih berganti orang-orang berdatangan dari penjuru manapun, semakin larut malam semakin ramai oleh para pemirsa. Semua itu tidak jauh-jauh dari kalimat 'demi untuk mencari kesenangan duniawi'.

Tempat berkumpulnya para manusia itu di dominasi oleh 70% laki-laki, wanita 5%, dan yang abu-abu 25%. Tau abu-abu kan? atau ingin di perjelas? oke, mari di perjelas. Sebut saja bencong, banci, tomboy, trangender baik laki-laki atau perempuan. Intinya di tempat tersebut makhluk-makhluk aneh juga pada berkumpul dengan lengkap selain yang masih layak di pelototin.

Contohnya seperti empat pemuda, tiga dari mereka menampilkan wajah masam sambil pandangan yang berkeliling dan menatap dengan mata risih jika ada hal tak cocok dengan pandangan mereka, sementara satu di antara empat pemuda telihat enjoy melihat hal yang jujur saja baru pertama kali ia lihat ini.

"Kok belum datang aja sih mereka?" Gao Yang ngedumel sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, "udah mau jam dua belas tapi batang hidungnya gak keliatan, udah kayak kambing congek aja gue duduk di sini daritadi sambil ngeliatin tuh cowok-cowok lagi pemanasan mau ngewe" pemuda itu sudah mulai jengah dengan tempat yang mereka datangi ini.

Jika seandainya yang di lihat Gao Yang adalah cewek-cewek cantik dan sexy, mungkin takkan mengapa, namun sekarang yang ada di pandangan mata pemuda itu, sejauh mata memandang cuma ada cowok-cowok berbagai macam bentuk yang baginya itu bikin risih.

"santai lahh, anggap aja kita lagi latihan, bukannya kita lagi mengemban misi buat ngetusbol Gong Jun bareng-bareng?" hal tersebut di sampaikan oleh Miles yang nampak sangat santai bahkan terkesan menikmati pemandangan saat ini. Dimana di samping meja VIP yang mereka pesan ada seorang pria muda tampan tubuh atletis tengah memangku seorang pria tua bangka dengan perut buncit. Keduanya saling berhadapan dengan saling melumat bibir satu sama lain. So...bagaimana mata normal mereka akan baik-baik saja melihat hal yang semacam itu?

"Latihan pala lo cembung" sahut Gao Yang kepada Miles yang malah terbahak melihat raut wajah Gao Yang seperti ingin muntah saat melihat pasangan mesra di meja samping mereka.

"Gak usah pada ribut, lo juga kenapa dari tadi ngedumel mulu, kayak cewek lagi PMS aja" Yi Hao menanggapi pergelutan mulut antara Gao Yang dan Miles.

"Yaa jelas gw ngedumel donk, geram gw. Yang bikin rencana ini siapa? yaa kalo club kita biasanya, gw gakkan gini. Tapi ini?" Gao Yang menunjuk sekitar dengan wajah keras, "ini club gay, gimana kalo ada yang kenal sama kita-kita?'

"Yaa...bilang aja nyari suasana baru. Gitu aja susah" kali ini Qi Hang yang buka suara, lalu dengan wajah biasa dia meminum minuman beralkohol di gelasnya.

"Heehh, lu ketularan sama Miles?" ucap Gao Yang dengan wajah konyol

"Lo sakit gigi atau pantat lo bisulan? berisik banget lo dari tadi, tau gak?" Yi Hao menyahut dengan muka kesal

"Ngepet lo babi, ngatain gw berisik, ini tempat aja udah berisik" hardik Gao Yang tak terima dengan perkataan Yi Hao

"Iyaa, apa lagi di tambah elo yang dari tadi gak bisa diem, kesel gw liatnya" berada di tempat ini saja dirinya sudah kesal, lalu di tambah dengan temannya yang cerewet.

Gao Yang akan buka mulut kembali dengan raut meradang, namun belum sempat dia buka suara, Miles menempelkan buku menu ke wajah tampan Gao Yang sambil berkata...

"Nihhh, pilih lo mau makan apa biar gw yang bayar" jeda untuk melihat respon sang teman, kemudian melanjutkan, "lo rese kalo lagi laper"

Wajah Gao Yang kembali menekuk tapi tetap memilih menu makanan yang ingin di pesan, tak di pungkiri dia memang sedang sangat lapar karna dia makan cuma siang tadi saja dan waktu selanjutnya cuma sibuk main game sampai waktunya berkumpul bersama gengnya, jadi tak ada menyentuh makanan lagi. Terlebih makanan di club malam itu harganya selangit bagi Gao yang, yang perhitungan alias pelit.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BERANDAL(Karma)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang