Camaraderie adalah rasa saling percaya dan persahabatan diantara orang orang yang menghabiskan banyak waktu bersama. Tapi apa kalian tau kutukan Camaraderie?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"SEMUANYA BERBARIS SESUAI TINGKAT"
Keith merangkul Aydan dan Avi lalu menoleh pada kedua juniornya. "Kalian tingkat pertamakan? Kami pergi dulu, sampai jumpa"
Lou dan Ray mengangguk seiring dengan Keith menyeret Avi dan Aydan ke barisan yang diikuti oleh Artha.
"Tunggu, Senior!! Apa kau tau dimana barisan tingkat 1?"
Terlambat para pemuda tingkat 3 itu sudah menghilang dari pandangan Lou dan Ray. Orang orang mulai banyak berbaris yang membuat kedua prince itu terdesak kebelakang.
"Tanya pada orang saja" usul Lou.
Ray mengangguk setuju dan mulai menatap sekelilingnya. Pandangannya berhenti pada lelaki yang nampaknya sebaya dengan dirinya dan Lou, tingginya juga setinggi Ray (sedikit tingggi diatas Lou)
Kemungkinan besar dia anak tingkat satukan?
"Hei!! Apa kau anak tingkat 1? Barisan tingkat 1 dimana ya?"
Pemuda itu menatap Lou dan Ray datar. Dari arah belakang datang pemuda yang Lou yakini senior dari lencana berlambang sayap. Hanya siswa tingkat 5 yang bisa menjadi pengurus sekolah.
"Viello, pakai dasi dan lencana mentormu. Acaranya akan dimulai"
Mata Lou dan Ray terbelalak terkejut. Jadi pemuda yang pendek didepan mereka ini senior??? Mereka langsung menundukkan kepalanya "maaf senior"
"Barisan tingkat 1 ada di ujung kiri. Kalau kalian masih bingung lihat saja kumpulan yang tak memakai dasi. Itu angkatan kalian. Ayo Haru Hyung"
Kedua pengurus sekolah mengundurkan diri meninggalkan Lou dan Ray yang dengan cepat mengatakan terimakasih sambil menunduk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kini para siswa tingkat 1 sampai 6 di arahkan oleh para pengurus sekolah ke aula sekolah. Tempat duduk disini tidak diatur sesuai tingkat, jadi semua siswa bercampur.
Sedangkan para pengurus sekolah duduk di kursi depan yang telah disediakan setelah memastikan seluruh siswa sudah di aula dan memiliki tempat duduk.
"Mana Viello?" Tanya Alvis ketika menyadari bangku disebelahnya kosong.