🌻08🌻

21.6K 238 8
                                        

SELAMAT DATANG DI LAPAK LOLIPOPGORENG❤

SEBELUM MEMBACA ALANGKAH BAIKNYA VOTE DULU
JANGAN PELIT VOTE DONG!

SPAM KOMENTAR YANG BANYAK AGAR RAMAI LAPAK MAK INI

🚫 DILARANG SINDER 🚫

FOLLOW AKUN INSTAGRAM MAK :
@akulolipop_02

FOLLOW AKUN WATTPAD MAK JUGA JANGAN LUPA

🍬 HAPPY READING 🍬

_______________________________________________

Pukul sembilan malam waktu bagian barat, di sebuah ruangan kedap suara dengan penerangan cahaya yang terang, serta di temani rintik hujan di luar rumah. Menambah kesan ingin sekali mencari kehangatan, itulah yang saat ini di rasakan oleh Zio. Duduk di sofa sembari melihat acara televisi malam ini tiada habisnya, siaran digital itu selalu saja menayangkan acara unfaedah apalagi kalau bukan acara gosip terpanas dari kalangan artis papan atas.



Bertelanjang dada hanya menggunakan celana pendek biasa orang sebut--bokser. Menunggu sang istri selesai mandi, malam pertama pengantin ialah hal yang di tunggu-tunggu oleh para pengantin, terlebih pengantin pria. Beda halnya dengan pengantin wanita kadang suka takut jika di unboxing. Sangat cocok sekali udara malam ini, apalagi Ariana juga tengah mengandung jadi akan lebih nikmat jika ia begadang di temani sang buah hati di dalam perut Ariana--istrinya.

Lain hal, di dalam kamar mandi Ariana tengah bingung ingin keluar dari kamar mandi atau tidak, ia takut jika keluar kamar mandi akan di unboxing oleh sang suami, ya walaupun sudah sih kemarin dan sekarang sudah jadi kecebong Zio. Tapi jika ia tidak keluar pasti akan kedinginan, dan dosa besar sekali jika Ariana tidak memberikan hak suaminya.

Jangan sampai ia di katakan istri durjana!

"Aduh gimana ini, aku keluar apa tidak? Baby Mama takut banget sama Papa," ujar Ana mengelus perut yang mulai terlihat membucit, di balik lingrei merah dengan potongan dada rendah, sangat menggoda iman Zio jika pemuda itu melihatnya.

Mondar mandir dari dalam kamar mandi, salah satu tangan mengigit kuku jari. Bingung Ariana itu, setelah memikirkan pilihan dia adalah keluar dari kamar mandi jangan sampai sang suami mendobrak pintu kamar mandi, hanya karena ia kelamaan di dalam sini. Mengambil bathrobe, menutupi baju dinas yang sedang ia gunakan tak lupa memakai wewangian misk taharah di oleskan pada leher, serta pergelangan tangan.

Cklek.

Pandangan Alzio teralihkan oleh suara pintu kamar mandi terbuka, Ana berjalan pelan menuju dimana sang suami sedang duduk, sesampainya Ariana segera menempatkan diri pada pangkuan Zio bahkan pemuda itu, menahan nafas ketika bongkahan pantat Ariana tepat menduduki adik kecilnya yang sedang terlelap. Kedua tangan di kalungkan, menatap pemuda beberapa jam lalu resmi menjadi suami dari Ariana.

Kedua manik mata itu bertemu, menatap satu sama lain. Rasa hangat dari telapak tangan Alzio bergerak mengelus pinggang Ariana yang sudah tidak ramping, bergerak dari bawah sampai ke atas, ah jangan lupakan satu tangan lain-nya mengelus benda menarik perhatian dirinya, dua buah gunung kembar masih sembunyi di balik mantel mandi berwarna putih.

Oh tidak, sepertinya ada sesuatu yang mengeras ketika Ariana dengan sengaja menggerakan tubuh bermaksud menggoda Alzio.

"Mas Zio! Ayo masuki aku ahhhh," bisiknya, dalam hati wanita hamil itu tertawa melihat komuk suaminya menahan gairah buasnya. Tak sampai di situ, kini bibir merah muda itu mengecup tengkuk Zio terdapat bulu-bulu halus di sekitarnya.

Dada bidang Zio menjadi sasaran ulah tangan Ana, mengelusnya dengan sensual mati-matian Alzio menahan rasa sakit akibat adiknya mulai bangun dengan bukti di balik celana boxer itu ada sesuatu menggembung.

"Sial! Istri gue kenapa sexy banget sih! Mana malam ini dia dengan beraninya godaian gue, awas aja habis ini gue ajakin goyang dumang." batinnya.

Fyuhhh

Tak mendapatkan respon, Ariana berusaha lagi meniup leher sang suami. Berhasil, Alzio menatap dirinya dengan mata penuh kabut gairah. Jakun yang naik turun memberikan respon bahwa sang singa buas ini siap akan menerkam mangsanya malam ini.

"Mau kemana kamu?" nada suara berat, Zio menatap bingung sang istri yang tiba-tiba berdiri dari pangkuannya.

"Sebentar Mas, aku cuma mau berikan kamu hidangan enak yang tak akan pernah kamu tolak," kekehnya.

Masih menatap kegiatan sang istri ketika membuka bathrobe, mata Zio melotot ketika sang istri menampilkan tubuhnya dengan balutan baju dinas kesayangan-nya lingrei berwarna merah, potongan dada rendah menampilkan payudara Ariana, serta bagian bawah ketarik keatas karena perut Ana mulai buncit. Jangan lupakan semerbak bau parfum yang Ariana kenakan.

"Sini sayang! Sini Mas ajarin kamu bagaimana jadi istri idaman buat Mas?"

Senyum mesum Zio terlihat sekali, pemuda itu menarik tubuh Ana kembali duduk di pangkuan-nya, menghirub aroma wewangian yang Ariana gunakan. Sedikit memberi tanda kepemilikan di situ,

"Akhh..." ringis Ariana merasakan sakit, pada gigitan Zio.

"Mas ayo mas! Temani ku bergoyang, Mas ayo mas jangan lupa sawernya." nyanyi Ariana di sela-sela kegiatan mereka akan berciuman.

Membuat Alzio terkekeh melihat tingkah sang istri menyanyikan lagu yang tengah viral, di aplikasi Tok-Tok memang sih lagu viral itu cocok sekali buat mereka yang akan berolahraga ranjang, seperti saat ini.

"Kamu mau aku sawer berapa Yang? Mau mobil 2 atau tas Hermes 5? Atau uang segepok? Mas bisa kasih asalkan kamu harus kasih kenikmatan buat Mas haha," canda Alzio di balas tawa Ariana.

Tanpa Ariana sadari Zio sudah melepaskan lingrei itu, tinggalah Ariana bertubuh polos tanpa sehelai benang. Zio mendekatkan wajahnya pada kedua mainan kesukaan Zio, yang bergerak-gerak sesuai deru nafas sang pemilik. Payudara Ana kini semakin hari semakin besar, akibat ulah tangan nakal Zio.

Di remas lembut sampai pada remasan kencang,

"Akh! Sakit Mas, pelan-pelan ih!"

"Maaf sayang, soalnya Mas haus banget pengen minum susu kamu," jawab Zio sembari menjawil salah satu payudara Ariana yang meneteskan sisa-sisa asi.

Ariana hanya menghela napas atas kelakuan sang suami.

"Mas aku sudah tidak kuat, masuki aku Mas," ucap Ariana sedikit menggunakan nada sensual, seru sekali ketika ia dapat menggoda Alzio pria memiliki sifat dingin layaknya kulkas berjalan jika berada di luar rumah.

Berbeda jika berada di dalam rumah, ia akan menjadi sosok laki-laki hebat untuk Ariana selama beberapa bulan tinggal seatap dengan Alzio. Sedikit Ariana mengetahui hal yang di sukai atau tidak oleh suaminya ini.

"Baby! Kamu temani Papa ya untuk begadang malam ini, muach." Zio mengelus perut Ariana tak lupa mengecupnya meminta izin sang anak untuk kedua orang tuanya bercinta.

---

Makin sepi ya lapak ini?

Bahkan komenan kek sepi gitu, kaya cerita ini udah nggak ada yang nunggu update :(

Apa Mak Hiatus sementar aja dulu ya?

200 vote + 150 komen bakal update hari itu juga, jika target terpenuhi 🙂

Oh iya buat kalian yang mau order extra part Garalen, bisa order lewat trakteer ya! Link ada di bio okey :)

Ariana Is MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang