"tenanglahh"
Ucap chan young berusaha menenangkan ji hoo yang masih menangis itu
Disatu sisi chan young senang bahwa ji hoo bukan adik kandungnya tetapi di sisi lain chan young juga sedih karena harus berpisah dengan ji hoo yang harus ke amerika
Ke esokan harinya, ji hoo masih tetap dikamarnya dan tidak ingin keluar
"ji hoo keluarlah, kau harus sarapan"
Ucap ara yang sedari tadi sangag khawatir
"eomma biar aku saja"
Ucap chan young kepada eommanya yang sangat cemas
"baiklah"
Jawab ara dengan lesu
"ji hoo, bukalah pintunya"
Ucap chan young lembut
Perlahan pintu mulai di buka oleh ji hoo karena tidak ingin membuat mereka cemas karenanya
"kau harus sarapan"
Ucap chan young kepada ji hoo
"em"
Dengus ji hoo singkat
Dengan mata yang membengkak karena menangis semalam, ji hoo dengan begitu lesu duduk di meja makan
"sarapanlah"
Ucap ara dengan mata memerah seperti habis menangis juga
Tlingg tlonnggg, bel berbunyi membuat satu keluarga itu menegang
"apa itu bibiku?"
Tanya ji hoo yang ingin menangis lagi
"makanlah, biar aku membuka pintunya"
Ucap min ho lalu berjalan ke arah pintu
"kau datang begitu awal"
Ucap min ho ketika melihat memang bibi ji hoo yang datang
"maafkan aku"
Ucap wanita itu lembut
"boleh aku masuk?"
Tanya wanita itu kepada min ho
"tentu, silahkan"
Ucap min ho
Wanita itu masuk dan langsung menemui ji hoo yang duduk di meja makan itu
"kau sudah dewasa sekarang"
Ucap wanita itu tersenyum ramah namun tidak di hiraukan oleh ji hoo
"kenapa kau kesini?"
Ketus ji hoo dingin
"bisakah kita berbicara berdua?"
Tanya wanita itu
"berbicara apa?"
Tanya ji hoo
"tentu, ji hoo kau tidak boleh seperti itu kepada bibimu"
Tegur ara memegang pelan tangan ji hoo untuk menenangkannya
Tanpa melirik bibinya itu ji hoo langsung keluar untuk mendengarkan penjelasan wanita itu
"ini baru pertama kalinya dia melihatmu, jadi dia perlu beradaptasi denganmu"
Ucap ara kepada wanita itu
"iyaa aku juga tidak masalah dia bersikap seperti itu, aku juga tau dia membenci karena baru hadir sekarang"
Jawab wanita itu tersenyum
"aku keluar sebentar"
Ucapnya kepada ara
"baiklah"
Jawab ara
"kau membenci bibi?"
Tanya wanita itu saat mereka sudah berdua
Namun ji hoo tidak menjawab sama sekali
"bibi tau pasti kau membenciku"
Jawab wanita itu lagi
"tetapi, bibi ingin menjelaskan sesuatu kepadamu"
ucap wanita itu
"aku adalah adik appamu, dan aku adalah satu satunya keluarga dari orang tua kandungmu yang tertinggal, pada saat terjadi kecelakaan itu aku sangat ingin mengasuhmu tetapi appamu melarangnya karena aku masih terlalu muda dan masih seorang pelajar, jadi appamu menitipkanmu kepada mereka, mereka adalah orang yang sangat baik, jadi aku bisa mempercayai mereka dan kuliah ke Amerika, karena aku berjanji setelah lulus dari kuliahku dan sudah cukup umur aku akan mengambilmu kembali"
Jelas wanita itu yang memang masih terlihat sangat muda
"kini aku sudah menikah dengan orang amerika dan tinggal disana, ku harap kau mau pergi bersamaku agar aku tidak terlalu merasa bersalah kepada diriku sendiri karena tidak bisa menjadi bibi yang baik untukmu"
Ucap wanita itu
"aku bahkan tidak tau namamu"
Ucap ji hoo yang meneteskan air matanya setelah mendengar penjelas dari wanita itu
**
Happy reading
**
Jangan lupa vote dan komennya yaa
KAMU SEDANG MEMBACA
fall in love✅
Teen FictionJatuh cinta kepada seseorang tentunya bukan hal yang salah, namun jatuh cinta kepada adikku bukankah itu salah? Aku juga bingung mengapa aku bisa jatuh cinta kepada adikku sendiri, sekeras apapun aku berusaha untuk mencintainya sebagai seorang kaka...
