Bagian 7. [Ex-Mate]

16.5K 1.3K 0
                                        

•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^




Selesai mengisi acara Arumi mendekati Gavin, Grace dan Michael. Gavin menyadari bahwa mood adiknya itu sungguh tidak bagus karna ada Cris disana.

"Kak, aku ingin langsung pulang saja," Ucap Arumi sambil memegangi jari telunjuk Gavin.

"Kita belum makan, mi.." sahut Grace.

"Makan dirumah Arumi saja, nanti aku buatkan makanan spesial" jawab Gavin sambil tersenyum kearah Arumi dan membelai pucuk kepalanya.

"SETUJU!"

"Hih! Semangat sekali" ejek Michael dan di balas tamparan kecil oleh Grace.

Noah yang sedari tadi memperhatikan Arumi mengeraskan rahangnya, emosi mulai meluap saat melihat kedekatan Arumi dan Gavin. Sebelum pulang, Arumi pergi ke dapur untuk berpamitan pada paman Mike, Noah yang melihat Arumi pergi langsung menghampiri Gavin dan menariknya keluar cafe. Grace dan Michael bingung melihat hal itu. Noah membawa Gavin kesisi samping cafe dengan El dan James yang ikut menghampiri.

"Apa yang kau lakukan pada gadis itu Gavin!?" tanya Noah sambil menarik kerah baju Gavin, jika Kent berhasil mengambil alih tubuh Noah sudah dipastikan Kent akan langsung melempar Gavin keluar cafe.

"Apa maksudmu alpha?"

"Apa yang kau lakukan dengan mate ku, sialan!" suara Noah kini mulai meninggi.

"Siapa mate mu?"

"Arumi!" Tekan Noah.

"Adik ku adalah mate mu?" Tanya bingung Gavin,

"Ck!, Adik mu?" Noah terkekeh dengan apa yang Gavin katakan, "Sejak kapan dia jadi adik mu? Kau itu anak tunggal!" Ketus Noah.

"Sejak aku menemukannya didalam hutan tidak sadarkan diri dan hendak tewas ditangan rogue" jelas Gavin sambil melepaskan paksa tangan Noah yang memegang kerah bajunya.

"Kau jangan menga-"

"Kak!" panggilan Arumi memotong pembicaraan sang alpha.

Degh

Entah kenapa jantung Arumi selalu berdegup kencang saat melihat pria yang tidak ia kenali itu. Pertama saat pertama kali ia melihat pria itu menatapnya saat dipanggung, lalu saat ia menoleh sekarangpun jantung Arumi berdetak abnormal. Arumi keluar dari cafe bersama Grace dan Michael, berjalan menuju Gavin lalu disusul oleh Cris yang tiba-tiba saja memegang tangan Arumi, Gavin yang tidak suka dengan hal itu langsung melepaskan paksa tangan Arumi dari cengkraman Cris.

"Jangan sentuh.ADIKKU.!!" Kata adik yang ditekankan oleh Gavin membuat Cris mengeryitkan kedua alisnya.

Di depan Arumi kini ada Cris, disisi kiri ada Gavin, Grace dan Michael, lalu sisi kanan ada serta beta dan gamma nya.

"Arumi, sekarang kau sudah bias berbicara? Bagaimana kabar mu?" Tanya Cris dengan senyuman diwajahnya seakan tidak pernah terjadi hal apapun diantara mereka.

Mereka hanya memperhatikan percakapan Arumi dengan Cris dihadapannya itu. Arumi melipat keduatangannya didada dan memasang raut wajah datar dan tatapan dinginnya sebelum menjawab pertanyaan Cris, "Kenapa? Kau kecewa karna aku masih hidup?"

"Bukan seperti itu Arumi, kau semakin cantik saja. Bagaimana jika kau kembali padaku?" Mendengar perkataan Cris tentu saja membuat Arumi semakin muak denga pria itu.

Arumi menabrak bahu Cris dengan kencang dan pergi meninggalkan Cris tanpa satu katapun, Cris yang berusaha mencegah Arumi pergi dihalangi oleh Gavin. Grace dan Michael menyusul Arumi yang terlihat cepat pergi kearah parkiran.

"Wah wah coba lihat ini, dulu kau merejectnya, menghinanya dan mempermalukan dia dihadapan banyak orang. Sekarang kau mengemis padanya?" Jawab Gavin dengan memasang senyuman tipis yang mengejek.

"Apakah alpha satu ini tidak punya malu? Percaya diri sekali kau setelah apa yang kau perbuat pada ex-mate mu itu." Lanjut Gavin, kesal dengan ucapan Gavin, Cris berusaha menyerangnya namun dihalangi oleh Eldrick, James dan Noah.

Gavin pergi meninggalkan mereka dan menyusul Arumi yang sudah sedari tadi menunggu di dalam mobil.

Noah menatap dingin Cris lalu melayangkan satu pukulan keras kewajah tampan Cris hingga membuat pria itu jatuh tersungkur. "'Jangan berani kau dekati mate ku brengsek!" Ancam Noah pada Cris.

Noah meninggalkan Cris, El dan James ditempat lalu kembali kedalam cafe hendak bertemu paman Mike.

'Beri diapelajaran, aku akan kedalam untuk menanyakan alamat rumah Luna kalian.' Perintah Noah melalui mindlink pada Eldrick dan James.

"Baik alpha." Seketika Eldrick dan James membawa paksa Cris menjauhi cafe.

Noah menghampiri paman Mike yang sedang berada dikasir, "Paman, aku ingin bicarapa damu."

Paman Mike mengangguk paham lalu menyuruh Noah untuk ikut kedalam ruangan pribadinya yang berada dibelakang cafe tersebut.

Noah menjelaskan pada pamannya apa yang terjadi padanya tadi.

"Jadi Arumi adalah mate mu?"

"Iya paman."

"Hm, Aku tidak tau bagaimana kehidupan yang Arumi jalani, aku bertemu dengannya saat dia sedang bernyanyi bersama musisi jalanan tiga bulan lalu. Aku mengajaknya untuk menjadi penyanyi tetap dicafeku ini dan dia menerima dengan senang hati. Yang aku tahu, dia sedang kuliah di Tomsk State University, dia memang tinggal bersama Gavin, aku juga sempat terkejut saat mengetahui dia tinggal bersama seorang vampir. Tapi aku tidak pernah menanyakan mengapa." Jelas paman Mike.

"Apa Arumi tahu kalau Gavin adalah vampir?" Tanya Noah.

"Ya dia mengetahuinya, dia juga tahu bahwa aku werewolf. Tapi kenapa dia tidak tahu bahwa kau adalah mate nya?" Tanya balik dari paman Mike.

"Aku juga tidak tahu paman. Apa kau tahu alamat rumahnya?"

"Ya aku menyimpan alamatnya di data diri yang ia berikan padaku."

Paman Mike mencari data diri Arumi dan memberikannya kepada Noah. Noah memandangi data diri dan foto mate nya yang terpajang disana, sekilas senyuman terukir diwajah tampannya.

Selesai memberi pelajaran pada Cris, Eldrick dan James kembali menghampiri alpha mereka. Mereka pergi meninggalkan cafe dan kembali ke pack, sejak Arumi pergi, Noah bahkan sudah merindukannya. Bayangan wajah cantik yang tidak ada duanya itu selalu menghantuinya, wangi lavender berpadu dengan mint yang masih ia ingat dengan jelas.

Diruang kerjanya Noah menyuruh beta nya untuk mencaritahu semua tentang Arumi, beta nya menemukan banyak hal tentang gadis itu. Gadis dengan anugrah kecantikan namun memiliki sisi minus, "Pantas dia tidak mengenali mate nya" gumam Noah.

••••••••


My Precious Luna (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang