Extra Chapter 2. [DONE!]

11.5K 691 19
                                        

•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^




Ketukan pintu membangunkan sepasang kekasih tersebut, itu adalah Grace. Hanya Grace yang berani menggedor keras pintu sang King, saat pertarungan melawan Henry sampai sebulan berlalu ini Grace tidak berada dipacknya, ia kembali ke dunia manusia untuk mengurus beberapa hal yang bersangkutan dengan keluarga ayahnya.

Zaki pun tidak memberitahu Grace perihal keadaan Arumi, ia khawatir Grace akan mengalami stress dan membawa pengaruh buruk ke kandungannya.

Baru hari ini Grace mengetahui persoalan Arumi dan ia pun segera menuju Lightmoon Pack.

Noah bangkit dari ranjangnya dan menuju pintu hendak membukanya sementara Arumi bergegas menuju kamar mandi.

"Grace? Apa kau gila? Kenapa berisik sekali!!"

Grace tidak menjawab, ia membalikan badannya dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Noah heran melihat tingkah Grace dan kembali menutup pintu kamarnya.

"Noah!!!!!!!" Teriak Arumi sambil membuka pintu kamar mandi.

Mereka berdua sama-sama kaget melihat kondisi tubuh mereka, keduanya dipenuhi dengan kissmark diseluruh tubuh. Terutama tubuh Arumi yang paling banyak terdapat bercak merah keunguan tersebut.

Sambil mendengus kesal, Arumi kembali memasuki kamar mandi sementara Noah tertawa geli melihat ekspresi istrinya tersebut.

"Pantas saja Grace tadi melotot kaget melihat tubuhku" ucapnya sambil tertawa dan mengacak-acak asal rambutnya.

.

Semua keluarga tengah berada diruang pribadi milik Noah, Arumi tengah memegang botol kecil berisi cairan yang akan ia minum sebentar lagi. Tabib Yun Hua kembali menanyakan padanya apa ia yakin dengan pilihannya, Arumi sudah memikirkan matang-matang keputusan yang ia dan Zee ambil walaupun hal ini mengancam nyawanya.

Zaki dan Eldrick mulai menyingkirkan barang-barang guna memberi ruang pada Arumi. Noah senantiasa berada disisinya.

.

Terlihat semua orang menatapku dengan cemas, terutama Noah.

Ini adalah keputusan tersulit yang pernah aku ambil dalam hidupku, Zee memang tidak menyalahkanku atas segala hal yang terjadi, akupun tidak menyalahkannya atas kekacauan selama ini.

Kami sudah memikirkan dengan matang keputusan ini, Zee ikhlas bahwa dia harus pergi dari dunia ini. Tapi bagaimana jika aku dan dia pergi bersama?

Jika ternyata tubuh manusiaku tidak bisa menahan efek samping dari ramuan ini bukankah aku akan mati bersama Zee?

Aku terus merenung sambil menatap botol kecil yang masih setia ku pegangi.

Diantara mereka, tidak ada satupun yang mengeluarkan kata-kata lagi...hanya melihatku dengan wajah cemas mereka.

'Arumi...' panggil Zee.

'Ya?'

'Bagaimana jika aku saja yang minum itu'

'Maksudmu kita minum ini tapi dalam wujudmu?'

'Iya...mungkin saja jadi tidak terlalu sakit untukmu'

'Ayolah Zee...kau sudah banyak berjuang.'

'Tidak apa Arumi...'

Tak lama, Zee mengambil alih paksa atas tubuhku.

Ruangan dipenuhi oleh asap putih, ya itulah yang terjadi saat aku beralih tubuh dengan wolfku.

My Precious Luna (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang