•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^
•
•
•
-Red Castle-
Mata-mata tersebut kembali keistana tanpa membawa orang yang Seline targetkan, Seline yang sempat ingin membunuh bawahannya itu mengurungkan niatnya saat pria itu mengatakan bahwa perempuan yang sempat disekap untuk memancing Gavin adalah calon Luna Lightmoon Pack.
Seline langsung menuju ruangan rahasianya untuk bertemu dengan Gavin.
Keadaan Gavin sudah benar-benar lemah, sejak disekap Gavin tidak meminum darah apapun. Seline tidak pernah melepaskannya walaupun hanya sebentar.
"Gavin! Kenapa kau tidak kasih tahu bahwa wanita yang tinggal bersamamu itu adalah mate nya Noah!" Ketus Seline.
"Ck!,untuk apa aku kasih tahu?" Jawabnya sambil menaikan satu alis.
"Baiklah..aku akan membuatmu seperti ayahmu itu, bertekuk lutut padaku dan menuruti semua keinginanku lalu kau sendiri yang akan membawa wanita itu padaku"
Seline mulai mengambil ramuannya untuk ia suntikkan kepada Gavin. Gavin memberontak namun tidak ada gunanya, rantai yang disihir melilit ditubuhnya itu seakan meresap seluruh tenaganya.
"Hentikan sialan!!!" Teriaknya, Seline mulai menyuntikkan ramuan itu tepat dileher Gavin.
Seketika Gavin terkulai lemah dan kehilangan kesadarannya, Seline melepaskan rantai yang melilit tubuh Gavin, ia membawa Gavin menuju kamar pribadinya.
Saat sampai dikamarnya, ia melempar tubuh Gavin kearah ranjang tidur.
"Sial berat juga" gumamnya.
Seline memulai aksinya kembali, kali ini ia akan menandai Gavin agar laki-laki itu semakin tergila-gila padanya. Setelah selesai, ia mengelap sedikit sisa darah Gavin diujung bibirnya.
"Tinggal menunggu kau terbangun besok" ucapnya sambil memandangi Gavin.
•
-Acara Penobatan-
Arumi dan yang lainnya kini sedang menyantap sarapan pagi mereka, diruangan itu Arumi selalu menatap Grace dengan tatapan mautnya. Pasalnya ia banyak melihat bercak merah yang terpampang jelas dileher dan dada sahabatnya itu, tidak lupa juga dengan tato bekas penandaan Zaki.
Grace selalu mengusap kasar wajahnya, tatapan Arumi membuatnya susah menelan salivanya, ia yakin jika hanya berdua Arumi sudah pasti menghajarnya.
"Hm..Luna apa kau butuh obat untuk penghilang lelah?" Tanya El.
"Untuk apa? Aku tidak melakukan apapun yang membuat lelah. Noah hanya menandai El, jangan berfikir lebih." Ketus Arumi sambil terus menatap Grace.
"Sepertinya wanita didepanku ini yg memerlukan obat penghilang lelah." Tambahnya.
Kini semua mata tertuju pada Grace dan Zaki, Zaki hanya tersenyum kikuk sementara Grace hanya menunduk.
Setelah selesai menyantap makanan pagi, mereka pergi menuju ruang ganti. Arumi dan Grace pergi didampingi beberapa maid untuk membantu mereka bersiap. Sementara para laki-laki kembali kekamar mereka masing-masing untuk mengganti baju formal mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Precious Luna (END)
Paranormal"Bagaimana bisa dia hanya memikirkan dirinya? Bagaimana dengan packnya? Bagaimana jika anak-anakku terlahir sebagai manusia sepertiku?" Tanyanya bertubi-tubi "Aku akan me-rejectnya demi kebaikannya." Lanjutnya. Arumi, seorang werewolf yang terlahir...
