•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^
•
•
•
'Cepat akhiri ini sialan' ucap Kent pada Noah.
'Tidak sekarang Kent, aku belum tahu apa yang Seline pakai untuk membuat orang-orang tunduk padanya'
'Tapi aku juga tidak bisa melihat Arumi bersedih seperti itu bodoh'
'Kenapa kau selalu mengataiku Kent, ini kan keputusan kita berdua!'
'Keputusanmu sendiri yang mengiyakan dia untuk satu kamar denganmu, sial.'
'Bahkan keputusanmu sendiri dengan santai menerima kecupan darinya!' Tambah Kent, ia langsung memutuskan mindlinknya dengan Noah.
"Aarrgghhh!!!" Noah mengacak-acak frustasi rambutnya.
Sedari pagi saat berpapasan dengan Arumi, ia merasakan apa yang dirasakan Arumi. Hingga saat ini dadanya masih terasa sakit dan sesak, ia tahu bahwa ini adalah perasaan Arumi padanya saat ini.
Ia keluar dari ruang kerjanya hendak menuju kamar Arumi, keadaan istana yang sudah sangat sepi karena sudah sangat larut malam, semua orang sudah terlelap dalam mimpi mereka, namun Noah sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan Arumi, ditambah lagi terdapat Seline dikamarnya.
Dengan susah payah Noah membujuk Seline untuk pergi tidur terlebih dahulu, awalnya wanita itu menolak, namun akhirnya Noah berhasil meyakinkan wanita itu.
Lorong demi lorong ia lewati untuk sampai dikamar Arumi, istana masih dipenuhi aroma tubuh wanita yang dicintainya itu, semakin dekat maka semakin tercium kuat aroma yang memabukkan.
Perlahan Noah membuka pintu kamar Arumi yang tidak dikunci, terlihat Arumi dan Grace yang tidur diranjang, lalu ada Zaki yang tidur di sofa. Noah memang mempercayakan Zaki untuk menjaga Arumi selama Seline berada di Lightmoon Pack.
Noah menghampiri Arumi, duduk dilantai sambil memandangi wajah sang istri, mata yang sembab dan hidung yang merah, ia yakin bahwa Arumi habis menangis tadi.
Ia mengelus lembut pipi Arumi, mengecup singkat kening, pipi dan bibir wanita itu. Rasa sakit hati Arumi tentu saja dirasakan juga oleh Noah, bahkan hatinya menjadi lebih sakit setelah melihat keadaan Arumi saat ini. Kent terus melontarkan sumpah serapah pada Noah sedari tadi.
"Bersabarlah lapochka" ucapnya lalu pergi dari kamar itu.
.
Pagi hari buta, Seline sudah bangun dan mendapati Noah yang tidak ada dikamar, ia yakin bahwa semalaman Noah tidak datang kekamar ini, ia segera mengambil parfume yang ia bawa dari Red Castle dan pergi mencari Noah.
Itu bukanlah parfume biasa, parfume itu sudah dicampurkan segala macam bahan untuk menjadikannya parfum pemikat. Sudah banyak orang yang menjadi contoh atas keberhasilan parfume itu.
"Sial, harusnya dari awal saja ku pakai parfume ini" gumamnya.
Ia segera mencari dan menemukan Noah tertidur disofa ruang kerjanya, Seline menghembuskan nafas lega karena mengetahui Noah tidak sekamar dengan Arumi.
Segera ia langsung menyemprotkan parfume itu ketubuhnya dan juga tubuh Noah.
Setelah menyemprotkan parfume itu dan merapalkan mantra, Seline hanya tinggal menunggu Noah terbangun, ia melihat segala isi ruang kerja Noah, membuka seluruh laci yang ada diruangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Precious Luna (END)
Paranormal"Bagaimana bisa dia hanya memikirkan dirinya? Bagaimana dengan packnya? Bagaimana jika anak-anakku terlahir sebagai manusia sepertiku?" Tanyanya bertubi-tubi "Aku akan me-rejectnya demi kebaikannya." Lanjutnya. Arumi, seorang werewolf yang terlahir...
