•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^
•
•
•
Tabib sudah kembali kekediamannya, sebelum kembali ia mengatakan jika ia akan membuat ramuan yang sama seperti ramuan yang ku minum dulu dan perlu seseorang untuk menjadi bahan percobaan. Noah menawari diri dengan senang hati, ia bilang bahwa ia akan meminum ramuan itu nanti, aku melarangnya karena takut ia akan kehilangan wolf nya, tapi Noah memaksa. Tabib pun mengatakan bahwa ia akan membuat obat penawarnya jadi aku tidak perlu cemas, jika firasat tabib benar, ia bisa menyembuhkanku nanti. Obat penawar itu membutuhkan waktu dua bulan lamanya untuk menjadi penawar yang sempurna.
Aku cukup khawatir jika Noah ikut meminum ramuan itu untuk membuktikan firasat sang tabib, jika memang benar, Noah harus kehilangan wolf nya selama dua bulan. Bagaimana bisa ia dengan mudah menumbalkan dirinya? Ia adalah seorang Alpha, bagaimanapun wolf nya pasti sangat penting.
Gavin pun sempat menawarkan dirinya, namun tabib mengatakan bahwa hanya sesama werewolf yang bisa membuktikannya.
Aku masih terus berdebat dengan Noah...
"Tarik kata-katamu Alpha nyebelin!!!" Teriakku.
"Tidak akan!" Jawab Noah dengan santai namun ada ketegasan dikata-katanya itu.
"Kak Gavin bantu aku!" Rengek ku pada Gavin.
"Arumi benar, Noah. Kita bisa menyewa seseorang untuk menjadi percobaan."
"Tidak"
"Hey!" Teriakku.
"Tidak!"
"Ya sudah, aku akan membatalkan pengobatan ini!" Ketusku sambil pergi meninggalkan ruangan.
Noah menyusul, sementara Gavin masih sibuk membaca majalah. Noah terus memanggilku agar aku berhenti, namun aku enggan untuk berhenti.
Aku pergi keluar istana berniat untuk pulang, namun para penjaga tidak mau membukakan gerbang istana. Noah berhasil menyusulku, ia menggendongku ala bridal style dan membawaku masuk kembali kedalam.
"Lepaskan aku brengsek!" Teriakku namun tak dihiraukan olehnya.
Ia menurunkanku disalah satu lorong, entah ini lorong menuju ruangan apa, tapi ini ada dilantai dua istananya. Ia mendorongku sampai tubuhku menabrak ketembok, namun satu tangannya melindungi belakang kepalaku agar tidak membentur tembok.
"Dengar lapockha, aku akan melakukan apapun untukmu. Jika hanya kehilangan Kent selama dua bulan menurutku itu justru belum setimpal dengan penderitaanmu. Aku ingin membahagiakanmu, tolong biarkan aku melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia!" Jelasnya.
Ia meraih pinggangku untuk memperdekat jarak kita, satu tangannya meraih bahuku, ia memelukku, menundukan wajahnya kearah samping leherku. Ia mengecup lembut leherku, kurasakan hembusan nafasnya yang hangat dileher jenjangku.
Jantungku berdetak tak karuan, begitupun jantungnya, aku bisa mendengar suara detak jantungnya yang memburu begitu cepat, ia terus mencium aroma ditubuhku, aku sedikit kecewa karena aku tidak bisa mencium aroma mate dari tubuhnya. Sentuhannya benar-benar terasa asing ditubuhku, disetiap sentuhannya aku selalu merasakan seperti tersengat, namun seperti aku selalu mendambakan setiap sentuhannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Precious Luna (END)
Paranormal"Bagaimana bisa dia hanya memikirkan dirinya? Bagaimana dengan packnya? Bagaimana jika anak-anakku terlahir sebagai manusia sepertiku?" Tanyanya bertubi-tubi "Aku akan me-rejectnya demi kebaikannya." Lanjutnya. Arumi, seorang werewolf yang terlahir...
