Bagian 32. [World War II]

7.7K 726 23
                                        

•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^




"Apa maksud tabib? Hanya Arumi yang bisa membunuh Seline?" Tanya Grace.

"Arumi kebal atas segala jenis serangan sihir Seline, mungkin Noah juga kebal, namun tak sekebal Arumi...

...kau bisa membunuh Seline dengan pedang ini Arumi" lanjutnya sambil membuka sebuah pedang yang terbungkus kain berwarna merah.

Grace dan Arumi saling bertatapan karena bingung, jika pedang itu bisa membunuh Seline, kenapa tabib tidak memberikannya saja pada Noah? Itu adalah pemikiran mereka berdua.

"Pedang berkarat ini bisa membunuh Seline?" Tanya Grace tampak menyepelekan. Tabib hanya tertawa sambil menggelengkan pelan kepalanya.

Sementara Arumi hanya terdiam menunggu penjelasan.

"Ini bukan pedang berkarat. Pedang ini masih sama tajamnya seperti empat ribu tahun lalu." Sahutnya.

"Bercak yang mengelilingi pedang ini adalah bekas darah pembantaian para black witch, bahkan sebelum nenek Arumi dimakamkan, para leluhur sudah membasuh pedang ini dengan darah Jia yang sudah terkontaminasi. Arumi hanya perlu meneteskan darahnya dipedang ini, maka jika pedang ini menggores tubuh Seline sedikit saja sudah akan berakibat fatal olehnya."

"Namun sebelum itu, Arumi harus meminum darah Typhon, agar darah yang akan Arumi lumuri dipedang ini dapat menjadi boomerang pada Seline." Tambahnya.

Tabib memberikan satu botol kecil berisi darah Typhon pada Arumi, tanpa berfikir panjang ia langsung meneguk habis darah itu.

Typhon, makhluk itu sangat mengutuk para black witch. Saat pembantaian para bangsa black witch, Typhon ikut membantu dengan memberikan darahnya untuk diracik dan dijadikan senjata agar menang melawan black witch. Darah Typhon sangat beracun bagi bangsa itu.

Racun yang diminum oleh Jia Li Tjae pun racikan dari berbagai racun dan terdapat darah Typhon diracun itu.

Grace memperhatikan Arumi, bagaimana bisa sahabatnya dengan sangat mudah meminum darah itu dan berniat masuk kepeperangan?

"Arumi..apa kau yakin?"

Arumi menoleh, senyuman terukir diwajah cantiknya, "aku yakin Grace"

Arumi segera pergi kearah walk in closet, karna tidak mungkin ia bertarung menggunakan gaun bukan?

-Part Noah-

Luka akibat wolfsbane itu sama sekali tidak bisa disembuhkan dengan cepat, El bahkan sudah kehilangan kesadarannya karena organ dalamnya ikut meleleh akibat cairan itu.

Kent tetap berusaha untuk bangkit, ia sudah mengambil posisi menyerang walau dengan satu kaki yang sudah tidak berfungsi.

Seline tertawa terbahak-bahak melihat itu, ia mengusap ujung matanya yang terdapat sedikit air mata karena lelah menertawakan Kent dan para pasukannya.

"Masih ingin melawanku?" Seru Seline dengan arogan.

Walau sulit, Kent berusaha berlari sebisa mungkin menuju Seline. Wanita itu sama sekali tidak tersentuh, ia benar-benar memiliki kekuatan diatas rata-rata akibat darah Arumi yang ia konsumsi.

My Precious Luna (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang