•H a p p y R e a d i n g•
Jangan lupa bantu vote&comment^^
•
•
•
Para dokter memberitahu keadaan Arumi sudah membaik, namun keadaan Noah justru memburuk.
Beruntung Noah mengambil dua botol darah hydra tersebut.
Sudah dua hari Arumi dan Noah masih terbaring diranjang rumah sakit pack.
"Eng" perlahan Arumi mulai membuka matanya.
"Hai adik kecil" sapa Gavin yang selalu setia menunggu Arumi tersadar.
"Kak?" Arumi berusaha untuk duduk dan dibantu oleh Gavin, "ini dimana kak?" Tanyanya.
"Rumah sakit lightmoon pack" jawab Gavin.
"Rumah sakit pack?"
Gavin menganggukan kepalanya, "Alpha Noah yang membawamu kesini." Gavin mengelus pucuk kepala Arumi.
Seorang maid datang membawakan makanan untuk Arumi, "Permisi Luna, ini makan siangmu" jelas maid tersebut lalu membungkuk hormat dan pergi dari ruangan itu.
"Luna?" Arumi menoleh kearah Gavin hendak meminta penjelasan.
"Makan dulu, nanti akan aku ceritakan semuanya." Jelas Gavin.
Arumi mulai memakan makanannya, El dan James pun datang untuk menjenguk keadaan Luna mereka, mereka banyak mengobrol perihal keadaan Arumi dan tentang kuliahnya. Saat Arumi sudah menghabiskan makanannya, ia meminta penjelasan kepada Gavin tentang apa yang terjadi.
Arumi masih mengingat tentang ia yang diculik oleh Cris, namun ia ingin tahu siapa yang menyelamatkannya.
"Aku pergi ke lightmoon pack meminta pertolongan Alpha Noah untuk menyelamatkanmu. Noah tentu menerimanya karena kau adalah mate-nya Arumi."
"Kami menyerang Goldmoon pack dan Noah berhasil membunuh Cris. Kau diracun oleh Cris dan Noah sampai harus memasuki hutan kematian untuk mencari penawar racunmu." Lanjut Gavin.
Arumi ingat bagaimana ia dipaksa meminum cairan yang bau nya sangat menyengat itu, setelahnya ia kehilangan kesadarannya.
"Lalu dimana Alpha Noah kak?" Tanya Arumi.
"Ada dibalik tirai yang disampingmu, ia tergores ranting pohon beracun, ia juga belum siuman."
Gavin membuka tirai disebelah kanan Arumi, terlihat Noah yang sedang berbaring disana dengan wajah yang pucat pasi. Gavin,El dan James pergi meninggalkan Arumi guna memberinya waktu.
Aku dulu memang membenci kaumku, tapi apa aku harus membencinya juga?, batinnya sambil menatap Noah.
Arumi menuruni ranjang tidurnya dengan perlahan, ia menghampiri Noah yang berada tak jauh dari tempat tidurnya. Ia memandangi lekat wajah pucat tersebut.
Ia mencoba untuk menyentuh kening Noah, namun saat ia menyentuhnya, ia merasakan seperti terkena sengatan listrik. Dengan cepat Arumi menarik kembali tangannya dan beranjak menuju tempat tidurnya.
Saat Arumi sudah diatas ranjangnya, Noah membuka matanya.
"Arumi" panggilnya dengan suara yang sedikit serak.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Precious Luna (END)
Paranormal"Bagaimana bisa dia hanya memikirkan dirinya? Bagaimana dengan packnya? Bagaimana jika anak-anakku terlahir sebagai manusia sepertiku?" Tanyanya bertubi-tubi "Aku akan me-rejectnya demi kebaikannya." Lanjutnya. Arumi, seorang werewolf yang terlahir...
