Pertemuan

1.7K 228 18
                                        

"Kalau gw jadi Makima. Berarti gw bisa menembak orang tanpa pistol, kan?"

"Contohnya gini."

"Bang!"

Seketika dinding itupun hancur.

Seketika dinding itupun hancur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Beneran bisa?!"

"Kalau kayak gini. Nggak perlu bawa pistol."

Tiba-tiba ada sesuatu yang melintas dipikiran (Name).

"Makima itu kuat minum-minuman keras, kan?"

"Hmm... Ayo, kita cari tempat orang mabuk."

(Name) mengambil jas hitamnya.

(Name) mengambil jas hitamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya (Name) di sebuah klub yang terlihat sedikit mewah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya (Name) di sebuah klub yang terlihat sedikit mewah.

(Name) masuk ke club itu dan melihat wanita dan pria sedang bercinta.

Tujuan (Name) kesini hanya untuk minum sepuas-puasnya tanpa merasakan mabuk sama sekali.

'Ingat (Name), tujuanmu disini buat minum saja. Bukan bercinta.'

"Permisi, aku mesan minuman apa yang tersisa."

"Baik, Nona."

'Tempat ini hanya membuat mataku pusing karena lampunya yang kelap-kelip.'

"Ini pesanan mu, Nona."

"Terimakasih."

Ia meminum bir itu dengan tenang.

'Tidak terlalu buruk.'

"Wah! (Name)-san?"

"Eh?"

"Kau juga berada disini?"

"Aku hanya mampir sebentar, Yuki."

"Ahahaha, apa tadi?"

"Yuki-chan, apa kau mabuk?"

"Ooohh~ kenapa dunia serasa berputar sangat cepat." Ucap Yuki ngelantur.

"Kau sudah sangat mabuk."

"Aku sudah menghabiskan 3 gelas sekaligus~"

"Permisi, tolong birnya 1."

"Kau tampaknya tidak mabuk~"

"Sebaiknya kau pulang, Yuki."

"Tapi, aku masih ingin minum. Hey, (Name)-san ayo minum bersamaku."

"Kau yakin? Kau tampaknya sudah mabuk berat."

Disela-sela pembicaraan Yuki dengan (Name).

Beberapa orang pria memasuki bar itu.

Mereka berjumlah delapan orang, yang tak lain adalah kriminal yang terkenal di Jepang.

Mereka tak segan-segan untuk membunuh para penghianat dan mereka sering menyewa wanita untuk memuaskan hawa nafsu.

Mereka tak segan-segan untuk membunuh para penghianat dan mereka sering menyewa wanita untuk memuaskan hawa nafsu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada jalang disini."

(Name) hanya melirik kemudian mengabaikan mereka.

"Kakucho, kau memesan jalang?"

"Mana mungkin Nona manis ini jalang, iya kan?" Tanya Ran merangkul (Name).

'Sokap banget!'

(Name) menepis tangan Ran. Membuat orang-orang disana terkejut.

Apakah Nona ini tidak takut dengan kriminal yang paling ditakuti di Jepang?

"Permisi, tolong birnya satu lagi."

"Dan... Bisa tolong gelasnya dibereskan juga?"

"Wah, sepertinya kau kuat minum." Kata Mochi.

"Aku tidak percaya jika semua gelas itu dari wanita berambut merah." Kata Kokonoi.

"Dia tidak mabuk sama sekali." Kata Takeomi.

Sisanya kini sedang bermain dengan wanita lain.

Sedangkan Ran hanya minum. Tumben sekali ia tidak ikut bercinta dengan wanita.

"(Name)~"

"Kau sudah mabuk berat. Berhentilah, Yuki. Sebelum kau kebablasan."

"Berapa gelas telah kau habiskan?"

"13."

"Aku heran kenapa kau tidak mabuk sama sekali~ hooaamm... Padahal kau sudah minum sebanyak 13."

Berasa ada yang merhatiin.

(Name) menoleh ternyata Ran yang sedang memperhatikannya.

"Hey, kau cukup kuat juga."

"Aku sudah terbiasa dengan minuman ini."

"Oh, ya?"

"Permisi, ini bayarannya."

"(Name)~"

"Ayo, pulang. Akan ku antar ke hotel."

(Name) dan Yuki keluar dari bar itu.

'Wanita yang menarik. Dia bahkan tidak merasa mabuk setelah meminum sebanyak itu.'

'Apakah kita bisa bertemu lagi, Nona?'

'Kalau tidak salah temannya memanggilnya (Name), kan? Mungkin aku bisa mencari identitasnya.'

Tbc

Jangan lupa vote nya kakak.

𝐍𝐞𝐰 𝐋𝐨𝐯𝐞 ★ 𝐇𝐚𝐢𝐭𝐚𝐧𝐢 𝐑𝐚𝐧 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang