Bertemu lagi

995 147 9
                                        

Kudu lanjut ya cerita ini?

'Sialan... Ini sudah masuk ke chapter 4 bagian manganya. Kalau sampai aku tidak memikirkan bagaimana caranya jauh dari kematian, bisa-bisa alurnya akan mengikuti manga dibandingkan alur buatan ku sendiri.'

(Name) sedang berada di rumahnya.

Wanita itu terlihat gelisah, ia sampai bolak-balik selama 3 jam dikarenakan memikirkan alur cerita buatannya sendiri sehingga alur cerita yang aslinya dapat berubah total.

'TAPI AKU HARUS BAGAIMANA?! MBAH GOOGLE! HELP ME PLS!!!'

Akhirnya (Name) memutuskan untuk keluar rumah dengan pakaian seadanya seperti kaus putih lengan pendek dan celana hitam yang panjang.

Ia pergi bar untuk meminum bir sekaligus menghilangkan stresnya.

"Tolong bir nya 1."

"Baik, nona."

'Harus benar-benar berubah total. Pokoknya harus! Aku maksa!!!'

"Halo nona cantik~~"

"Tuan Ran? Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi." Ucap (Name) terlihat tenang padahal didalam batin.

'SYIALAN! BEBAN NAMBAH 1.'

"Hahaha! Aku pikir juga begitu. Apa kita harus ke bar terlebih dahulu agar bisa bertemu?" Ucap Ran lalu tertawa sedangkan aku hanya terkekeh.

"Ini pesanan anda."

"Terimakasih." Balas (Name).

"Sepertinya kau sangat menyukai minuman beralkohol ya. Aku jadi teringat pertama kali kita bertemu."

"Ya begitulah, omong-omong dimana teman-temanmu? Apa kau kesini seorang diri?" Tanya (Name) dan ia menggeleng.

"Semuanya sedang berada di kamar masing-masing."

(Name) mengangguk paham. (Name) tahu apa maksud kata kamar itu.

"Dan... Kau tidak memesan wanita-Mu?" Tanya (Name).

Ran menggeleng. "Hari ini entah kenapa rasanya aku tidak nafsu untuk bermain."

"Oh~~ begitu? Apa kau mulai bosan?"

"Ya, bagaimana jika kau bermain bersamaku?"

(Name) tercengang dengan tawaran Ran. Lantas ia menghela nafas. "Maaf tuan Ran, aku bukan salah satu dari wanita jal*ng."

"Hmmm? Jual mahal nih ceritanya?"

Jujur saja (Name) risih dengan pertanyaan itu. Kenapa harus dirinya yang ditawar untuk melalukan hal menjijikkan itu? Kenapa tidak wanita lain saja.

"Kalau iya kenapa? Kau tidak akan bisa membayarnya. Kalau begitu, sampai jumpa."

(Name) pergi dan tentu ia sudah membayar. Kalau tidak membayar nanti palingan Ran yang akan membayarkannya, tapi (Name) tidak mau dibayarkan. Ia kan punya uang sendiri, jadi buat apa dibayarkan.

'Brengs*k!! Persetan dengan orang gila itu. Intinya aku harus merubah total alur ini sebelum aku jadi rendang.'

Tbc

Jangan lupa vote!

𝐍𝐞𝐰 𝐋𝐨𝐯𝐞 ★ 𝐇𝐚𝐢𝐭𝐚𝐧𝐢 𝐑𝐚𝐧 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang