"Baru tau kalau ada orang nge-ship MakimaxRan."
"Sama-sama kepang, awokawok."
"Anna dan Elsa. Cocok juga."
Seorang perempuan tiba-tiba saja masuk kedalam tubuh seorang wanita berkepang merah dengan manik mata kuning bercincin merah.
"Kok gw jadi Mak...
WARNING ⚠️ TERDAPAT SPOILER DARI MANGA CHAINSAW MAN❗ TAPI SEBAGIANNYA DARI AUTHOR. JIKA INGIN TAHU YANG LEBIH JELAS BISA BACA MANGANYA TERLEBIH DAHULU.
TERIMAKASIH! ( ◜‿◝ )
"Membunuh iblis zombie..."
'Itu artinya aku akan bertemu dengan Denji.'
Sesampainya ditempat tujuan.
Ternyata tempat itu sudah dilumuri darah dan mayat-mayat iblis zombie.
"Seseorang mengalahkan kita seperti ini."
"Ada satu yang masih hidup." Kata orang di sampingku.
Aku menoleh dan melihat Denji dalam wujud iblis.
Kemudian aku melangkah mendekat kearahnya.
"Hmph..."
"Kau sangat aneh... Bau mu tidak seperti iblis atau manusia."
"Apa kau yang melakukan ini?" Tanyaku tersenyum tipis.
"Ta... Tahan aku..."
Grep
Seketika aku memeluk Denji.
Hey, sebenarnya bukan aku yang tiba-tiba memeluk Denji, tapi aku merasakan kalau tubuh ini bergerak sendiri. Apakah mengikuti seperti di Manga?
"Ini manusia." Kataku melihat wujud Denji yang sebenarnya.
"Mungkinkah dia diambil alih oleh iblis?" Tanya pria 2. Lalu kemudian aku menjawab.
"Tidak, kau bisa mengatakan diambil alih dengan melihat wajah mereka."
"Aku kesini untuk membunuh iblis zombie, karena aku pembunuh iblis resmi." Ucapku menatap Denji.
"Kau punya dua pilihan: aku bisa membunuhmu sebagai iblis atau kau bisa menjadi peliharaan ku sebagai manusia." Aku menjeda ucapan ku.
"Jika kau memilih menjadi peliharaan ku, aku janji aku akan memberi makan mu dengan baik." Sambung ku, lalu Denji menatapku.
"... "Memberi makan"..."
"... Sarapannya seperti apa?" Lirihnya bertanya.
Aku berpose seperti orang berpikir.
"Hmmmmmm... Roti panggang dengan mentega dan selai... Salad, kopi, dan mungkin dessert?" Kataku.
Denji menatapku dengan tatapan seperti tak percaya.
"Terdengar seperti surga..." Lirihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Didalam mobil sangat sepi. Tidak ada yang membuka suara sama sekali. Sehingga suasana yang tegang menjadi cair ketika suara perut Denji terdengar.
Aku menatap Denji.
'Oh! Inikan...'
"Itu suara perutku bergemuruh."
"Kami juga belum makan. Mari makan sesuatu ditempat peristirahatan." Ucapku.
"Maaf, tapi aku tidak punya uang sedikitpun." Kata Denji.
"Makan apa yang kamu inginkan. Aku akan membayarnya."
"Eh?!"
Aku melepaskan jas hitam ku sambil berkata.
"Kau akan terlihat aneh setengah telanjang, jadi pakai ini."
Aku memberikan jas hitam ku pada Denji dan ia mengenakannya.
Denji melirik kemudian menoleh ke arahku yang sedang menatap ke kaca mobil.
'Orang-orang akan mengatakan kalau aku menjijikkan atau aku bau dan untuk tidak mendekat kepada mereka. Ini adalah pertama kali... Seseorang baik padaku dan dia adalah wanita cantik pula...'
'Aku jatuh cinta.'
Sedangkan dibenak pikiranku.
'Kalau seperti ini terus... Lama-kelamaan aku akan jadi rendang. Tapi, kemungkinan besar saja aku bisa mengubah alur cerita ini.'
'Tapi jika malah memperpanjang itu artinya aku akan tetap jadi mayat, dong? Aarggh! Aku harus mengubah alur cerita ini sebelum aku mati untuk kedua kalinya.'
'Dan... Kenapa Denji menatapku seperti itu?'
'Andaikan kau tahu, Denji... Sebenarnya Makima yang asli itu ingin mengambil pochita dari mu dengan cara menggoda mu terus-menerus.'
'Sekarang malah aku yang harus kena...'
'Memang di Manga Denji tetap mencintai Makima meskipun Makima menipunya dan ingin mengambil pochita.'
'Tapi ditengah-tengah jatuh cinta, ia juga kepepet ama Reze, bukan? Haishh... Untung kau husbuku.'