2. Started In The Worst Way

229 32 1
                                        

BRAKK!!

Suara pintu yang dibanting membuat Rosé semakin menegang ditempatnya. Ia hanya bisa menunduk kebawah tidak berani menatap lawan bicara yang kini berdiri dihadapannya.

"Roseanne!! Apa-apaan kamu ini?!" bentak tuan Mason, Papa Rosé

Rosé tak mampu menjawab sepatah kata pun. Yang bisa ia lakukan hanya diam seribu bahasa, karna semua memang kesalahannya.

"Ini semua tidak akan terjadi kalo kamu mau mendengarkan nasihat Papa. Sejak dulu Papa sudah wanti-wanti kalau laki-laki itu gak baik buat kamu."

Laki-laki yang dimaksud adalah Jaehyun, pacar Rosé. Mereka sudah 2 tahun menjalin hubungan secara diam-diam karena keduanya tidak direstui baik dari pihak Jaehyun maupun Rosé.

Mereka nekat berpacaran selama dua tahun. Namun akhir-akhir ini mereka berada di tahap 'toxic relationship' yang menyebabkan keduanya berada di titik jenuh dalam sebuah hubungan.

Dulu sekali, Rosé sudah siap jika sampai hari ini terjadi. Hari dimana Papa nya akan mengetahui hubungan terlarang ini. Namun itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Karna Jaehyun pernah berjanji akan setia menemani Rosé, menggenggam tangannya menyalurkan kekuatan jika sampai hari ini terjadi.

Tapi kini itu semua hanya omong kosong, karna kenyataannya Rosé sendirian, menangis ketakutan dengan bahu bergetar dan suara isak tertahan.

"Roseanne, sekarang Papa tanya kamu lebih memilih laki-laki itu atau Papa?!"

Isak tangis Rosé semakin terdengar di ruangan dingin tersebut, "Aku pilih Papa. Apapun yang terjadi aku bakalan pilih Papa. Maafin Rosé, pah"

Tuan Mason tertawa sarkas "kamu lebih memilih Papa setelah kamu tau kelakuan asli pacar mu itu kan?"

"Kenapa diam? Benar yang Papa omongkan?"

Rosé hanya menunduk.

"Papa kecewa sama kamu"

Setelah mengatakan hal itu Tuan Mason berniat meninggalkan ruangan, namun Rosé dengan segera menahan tangan nya,

"Pah.. maaf" ucap Rosé lirih

"Maafin Roseanne, Pah"

Tuan Mason menghela napas ia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan putrinya. Tapi ini sudah keterlaluan. Roseanne harus di berikan hukuman.

Rosé harus bertanggung jawab.

"Kamu menyesali perbuatanmu?"

Rosé mengangguk. Ia sudah bertekad dalam hati tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat Papa semarah ini kepadanya.

Ia akan lebih menurut kepada Papa nya.

"Apa kamu bersedia bertanggung jawab?" tanya Papa Rosé dengan nada serius.

"Aku-- aku siap bertanggung jawab." Tak bisa di pungkiri, ada sedikit ketakutan dalam hati Rosé. Tapi ia sama sekali tidak ragu untuk bertanggung jawab.

Ini semua salahnya, ini terjadi karna ulahnya.

Dan Rosé berjanji akan memperbaiki segalanya. Memulai sesuatu dari awal demi Rosé yang lebih baik. Ia sudah banyak berulah dan tak ingin kembali membuat Papa kecewa.

"Kalau begitu kamu harus mengurus dosen yang menjadi korban mu,"

Itu saja? Tentu Rosé sanggup hanya butuh waktu sekitar empat sampai lima bulan sampai dosen kaku itu pulih dan Rosé bisa terbebas dari tanggung jawab.

Sepertinya tidak terlalu buruk.

Belum sempat Rosé menyetujui, Papa Mason kembali membuat Rosé menahan napas.

"Kamu urus dia seperti istri yang merawat suaminya."

Setelah mengatakan itu Tuan Mason pergi meninggalkan Rosé yang kembali menangis dengan jeritan yang tidak lagi ia tahan.

Car CrashTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang