7. Knowing Where You Are At Night?

144 19 0
                                        

Jam menunjukkan pukul tujuh lewat empat puluh menit malam diluar sana hujan dan Rosé masih sibuk menangis sambil memakan kebab di kostan Lisa.

"Huaa Lisa, Jaehyung gak beneran sayang sama gue"

Lisa menatap iba sahabatnya yang sejak pulang tidak berhenti menangis setelah menceritakan semuanya.

"Kayak nya sih gitu. Soalnya gue pernah denger rumor kalo Kak Jamie itu naksir sama Pak Jaehyung karna dulunya mereka tetanggan terus mereka juga deket banget dikampus."

"HUAAA TUH KANN BENERR"

Rosé menyedot ingus nya, "hiks, hiks Jaehyung kok lo sama aja sih kayak si Jaehyun?"

Lisa sudah mulai pening mendengar rengekan Rosé dengan hati yang tidak ikhlas Lisa meleparkan sekotak tissue ke arah istri dosennya itu.

"Ini udah kotak kedua tissue gue yang lo abisin ya nyet. Jan lupa ganti!"

"Iya-iya. Itungan banget lo sama temen"

Drtt drtt...

Ponsel Rosé kembali berdering untuk yang kesekian kali membuat Lisa berdecak sebal, "itu suami lo dari tadi nelfonin angkat dulu kek. Ntar lo nyesel lagi"

"Harus banget gue angkat?"

"Terserah sih"

"Ih Lisaaaa!!!" jerit Rosé lalu melempar bantal sofa ke arahnya.

Rosé bangkit kemudia menatap layar ponselnya.

Dr. Sungjin

Nama yang tertera dilayar membuat kening Rosé mengeryit, "Bukan Jaehyung yang nelpon, Sa"

"Hallo?"

"Selamat malam, Rosé. Saya mau bertanya apa kamu punya waktu?"

"Yaelah abang, nyantai aja sih. Mau tanya apa?"

"Lo tau gak kenapa Jaehyung gak kerumah sakit?" tanya Sungjin to the point.

"Hari ini kan jadwal dia ganti perban, tapi gak dateng padahal tadi pagi udah chat gue kalo dia mau datang agak sorean."

"Hah? Mas Jaehyung gak kontrol?"

"Lah lo gak tau? Gimana sih? Kalau sekarang mau dateng gue tunggu nih. Sampe jam 8 an. Jadwal praktek gue bentar lagi udahan. Besok sama lusa gue ada tugas ke luar kota jadi gak bisa nanganin lukanya Jaehyung." ujar Sungjin

Rosé mendadak panik, "Bang kalau lukanya di obatin di rumah bisa gak?"

"Bisa, cuma ada beberapa obat yang dibutuhin"

"Apa aja, sebutin ntar gue beli"

"Cuma revanol, betadine, kain kasa, sama plaster."

Rosé mencatat semua bahan yang diperlukan, "ada lagi gak?"

"Gak sih, plasternya jangan yang biasa. Tapi yang gulungan"

"Oke, entar gue beliin di apotek depan komplek."

"Iya, harus rajin di bersihin lukanya, Dek. Diganti kain kasanya biar cepet kering lukanya. Nanti kalau udah kering balik lagi biar gue periksa terus gue kasih salep biar makin cepet sembuhnya."

"Iya abang."

"Abang titip pesen, diperhatiin suaminya. Inget kamu punya kewajiban dan tanggung jawab buat ngurus suami kamu."

Rosé menghela napas, "Iyaa abang. Makasih udah ngingetin, aku tutup telponnya ya."

tut.

Sambungan terputus, membuat Lisa yang sejak tadi menyimak pembicaraan antar sepupu itu bertanya, "Kenapa Sé?"

Car CrashCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang