21++. CERITA ACAK FOLLOW DULU SEBELUM BACA!
"Kak lo mau apa? " Tanya Neyla dengan langkah mundur secara perlahan.
Xabiru mengangkat alis "Bukannya ini yang lo mau? "
"Ap.. Apa maksud kakak? " Neyla mulai takut--melihat keadaan sekitar yang.. sepi...
Sebuah mobil berwarna hitam metalic melaju kencang melewati gerbang besar menuju landasan pacu, sebelum berhenti beberapa meter dari pesawat di depan sana. Beberapa mobil jepyang berada di belakang turut ikut berhenti tepat di belakang mobil utama.
Beberapa orang terlihat turun dari dalam mobil. Beralih menghampiri mobil hitam yang ada di depannya. Salah satu dari mereka, pria berkepala plontos-- Membukakan pintu untuk seseorang yang berada di balik mobil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Xabiru keluar dari dalam mobil. Berdiri tegap. Tangannya bergerak membetulkan stelan jas yang di kenakan dengan menarik sedikit ujung jasnya yang terlihat cukup berantakan. Xabiru berbalik-- Menunduk untuk melihat ke dalam mobil.
Sementara Neyla mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Menatap bingung dengan apa yang di lihatnya sekarang. Landasan pacu... Apa ini bandara? Tapi kenapa tidak terlihat seperti bandara pada umumnya... Tidak ada satu orang ataupun pesawat lainnya yang terlihat. Lebih dari itu... Kenapa pria brengsek ini membawanya kesini. Bahkan setelah berhasil memaksa Neyla yang bersikeras untuk turun dari mobil agar diam. Namun, kenapa harus tempat ini... Apa tidak ada tempat yang lain? Sebenarnya apa yang di pikirkan pria berengsek ini sekarang!
"Apa kau akan tetap di sana? "
Neyla mengerjap-- Keluar dari lamunannya. Kepalanya menoleh kesana kemari untuk memastikan pria itu sedang berbicara kepada siapa.
"Aku berbicara denganmu. "
Ah ternyata berbicara kepadanya.
Kenapa?
"Cepatlah keluar sekarang. "
Neyla yang masih bingung dengan situasi sekarang hanya memundurkan diri kebelakang sembari menggelengkan kepala-- Pertanda jika dirinya tidak ingin turun dari dalam mobil.
"Apa kau ingin aku menyeret mu keluar? " Xabiru bertanya santai. Tangannya di lipat di depan dada. Sementara Neyla hanya bergeming, masih mempertahankan posisinya sekarang.
"Baiklah jika itu mau mu. "
Xabiru tersenyum menggoda. Lalu bergerak menundukkan tubuhnya untuk kembali memasuki mobil. Tangannya bergerak meraih lengan Neyla. Sebelum berhasil menyeretnya keluar, Neyla terlebih dahulu menghentikannya.