21++. CERITA ACAK FOLLOW DULU SEBELUM BACA!
"Kak lo mau apa? " Tanya Neyla dengan langkah mundur secara perlahan.
Xabiru mengangkat alis "Bukannya ini yang lo mau? "
"Ap.. Apa maksud kakak? " Neyla mulai takut--melihat keadaan sekitar yang.. sepi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Xabiru berjalan tegap menuju pesawat putih besar dengan logo J H yang sudah terparkir di landasan pacu. Pesona pria itu tidak berkurang sedikitpun meski sedang membopong gadis yang bertumpu di bahunya. Matanya menatap lurus kedepan. Di depan sana sudah berjejer beberapa pramugari yang menunggu kedatangan mereka. Sementara Neyla meronta dalam bopongan Xabiru. Ya ... Gadis itu tetap meronta bahkan lebih parah dari sebelumnya.
"Pria brengsek cepet turunkan aku!! " Untuk kesekian kalinya teriakan Neyla terdengar. Tetap saja tidak ada tanda-tanda Xabiru akan meresponnya.
"Kau akan membawa ku kemana sialan?!! "
Mungkin sudah berpuluh-puluh kali sumpah serapah yang di lontarkan Neyla kepada Xabiru. Namun hal tersebut tidak sedikit pun mempengaruhinya. Xabiru meringis ketika rasa ngilu menjalari bahunya. Pria itu hanya sesekali menggeram ketika Neyla gencar menggigit bahunya.
Xabiru menghentikan langkahnya ketika sampai di depan pintu masuk pesawat. Xabiru menatap beberapa pramugari yang beberapa saat lalu menunduk hormat kepadanya-- Seolah memberikan perintah. Tanpa bertanya apapun pramugari tersebut mengangguk mengerti. Dua orang pramugari berjalan mendekat kearah Xabiru.
Neyla yang merasakan pergerakannya terhenti seketika mendongak. Sekali hentakan dengan mudah Xabiru menurunkan Neyla dari atas bahunya. Tubuh Neyla sedikit terhuyung ke belakang. Namun belum sempat Neyla menormalkan penglihatannya yang berkunang-kunang, tubuhnya kembali tertarik ke belakang secara tiba-tiba. Neyla sedikit kebingungan ketika mendapati kedua pergelangan tangannya di cengkram oleh dua orang perempuan berpakaian pramugari yang berdiri di sisi kanan dan kirinya.
"Urus dia. Jangan sampai kalian melakukan kesalahan dengan menyakitinya. Apa kalian mengerti? " Printah Xabiru dengan suara rendah namun dalam.
Kedua pramugari tersebut mengangguk paham ketika mendengar perintah Xabiru. Sementara Neyla yang berada di antara mereka bertiga hanya mengernyitkan dahinya. Tanpa berkata apapun kedua pramugari tersebut membawa Neyla menjauh dari hadapan Xabiru. Neyla yang tiba-tiba di perlakukan dengan cara seperti itu mendadak kebingungan.
"Hei tunggu! Apa yang kalian lakukan?!! Tunggu! " Neyla berseru bersamaan dengan mereka yang membawanya paksa pergi dari sana.
"Kenapa kalian membawaku?! Lepaskan aku!! "
Neyla berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman pramugari yang menariknya. Tidak bisa.Cengkraman mereka terlalu kuat hingga membuat tangan Neyla terasa panas. Namun hal itu tidak berarti apa-apa ketika matanya mendapati tangga pintu masuk pesawat dan kedua pramugari ini membawa paksa tubuh Neyla untuk menaiki tangga tersebut. Mendapati hal tersebut seketika ketakutan melandanya.