Setibanya di bioskop, Hanna mengajak Yoojin untuk membeli tiket terlebih dahulu, padahal Yoojin bisa saja membeli tempat itu jika dia mau. Hanya saja, Hanna ingin menikmati menonton film dengan adanya orang-orang. Dari pada hanya nonton berdua, lebih baik menontonnya di rumah kan?
Popcorn dan minuman sudah ada di pangkuan Hanna, film pun di putar. Gadis itu memilih film hollywood, pasalnya dia suka sesuatu yang begenre action. Setelah film selesai, Hanna tersenyum senang dan meregangkan otot-otonya.
"Kau senang?" tanya Yoojin dengan ikut berdiri dan menatap adiknya itu.
"Ya. Sejujurnya aku selalu ingin pergi ke bioskop, hanya saja aku memikirkan ibu. Aku tidak bisa bersenang-senang, sementara ibu sibuk mencari uang."
Yoojin pun mengacak rambut Hanna gemas.
"Mau ke mana lagi?" tanyanya membuat Hanna kebingungan.
"Kau tidak bekerja?" tanyanya membalik.
"Hari ini aku meliburkan diri dan akan menghabiskan waktu denganmu. Ku pikir kau butuh resfreshing."
"Baiklah. Ayo kita makan, popcorn saja tidak cukup untuk membuatku kenyang."
"Haha, baiklah."
Siang itu keduanya sedang menikmati makanan, Hanna nampak senang dengan melahapa hingga kedua pipinya mengembang. Yoojin menahan gemas untuk tidak mencubit pipi anak itu.
"Setelah ini kita ke mall. Kakak mau membelikanmu sesuatu!"
"Oke!"
****
"Kalung?"
"Itu untukmu, pakai saja."
"Kak, tetapi ini terlalu mahal. Kembalikan saja!"
"Ini murah, pakai saja. Tunggu di sini, kakak akan membayarnya dulu!"
Setelah Yoojin pergi, Hanna menatap kalung itu. Pasalnya dia pernah melihat harga kalung tersebut di ponsel milik Arin.
"Mahal di bilang murah. Mentang-mentang banyak uang!"
Mau tak mau dia memakainya. Kalungnya di desain dengan sesimpel mungkin, tetapi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan mereka bahkan mengerjakannya dengan sangat teliti. Hanna tersenyum melihat kalung yang menggantung di lehernya.
"Ayo kita pergi!"
Yoojin telah selesai membayar dan kini keduaya keluar dari mall. Selang beberapa menit terlihat Yohan yang seperti menyadari bahwa tadi ada Hanna.
"Sepertinya tadi aku melihat Hanna."
"Yohan, ayo!"
Yohan menatap gadis bule di sampingnya, kenapa gadis itu selalu menempel padanya saat Hanna tak masuk sekolah? Dia juga sering menolak ajakan gadis tersebut, tetapi itu sangat sulit.
"Besok-besok jangan memintamu untuk menemani kau. Aku ini sibuk, tugas pun belum ku kerjakan!"
"Uh, aku hanya memintamu dan kau baru menurutinya. Memangnya salah?"
"Sarah, kau bisa menyuruh orang lain. Sudahlah, cepat selesaikan belanjamu dan kita pulang."
****
"Kak, besok aku bisa bersekolah, kan? Aku bosan di rumah."
"Tentu, lagi pula kau juga tidak sakit lagi."
"Yeay!"
Mereka pulang saat matahari hampir terbenam, Hanna terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Yoojin juga membelikannya snack dan kue, Hanna setelah mandi, duduk di depan televisi dan menikmati makanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Step Brother-Lookism
FanfictionHanna... Seorang gadis cantik yang tinggal hanya berdua dengan ibunya, memiliki kehidupan yang baik dan damai. Setelah pernikahan ibunya dengan seorang pengusaha kaya raya, hidup Hanna berubah 180°, di mana kakak tirinya yaitu Yoojin selalu mengekan...
