06| First meet

2K 214 11
                                        

Bel istirahat terdengar, Hanna dan dua temannya tengah menyantap makanan di kantin.

   "Ah, enak sekali. Jarang-jarang mereka mau menyediakan daging. Biasanya hanya ada sayur-sayuran saja, padahal aku bukan cuma vegetarian!" keluh Bomi dan terus menyuapi mulutnya dengan nasi dan daging.

   "Sudah, makan saja. Kau itu banyak bicara!" balas Arin.

Saat sedang asik menyantap makan siang, seseorang tak sengaja menabrak Hanna hingga nampan yang dia bawah jatuh tepat mengenai baju gadis itu. Bomi dan Arin dengan cepat berdiri dan menatap Hanna terkejut.

   "Maaf, maafkan aku. Aku tak sengaja, sungguh. Tadi ada yang mendorongku dengan sengaja!" jelasnya dengan membantu Hanna membersihkan nasi yang tertempel di rambutnya.

   "Tidak apa-apa."

Bomi menatap ke arah belakang Hanna, di meja sebelah ada Sarah yang terlihat sedang asik menyantap makanannya. Bomi jelas curiga pada gadis itu.

   "Aku tidak membawa baju olahraga, jadi tidak ada yang bisa ku pakai!" ujar Hanna dengan mencoba membersihkan baju putihnya dari noda makanan.

Tiba-tiba seseorang meletakan hoodie di atas meja, membuat perhatian tertuju padanya.

   "Pakai hoodieku. Sana bersihkan dirimu!"

   "Yohan? Terima kasih."

Hanna bergegas pergi ke toilet dan membersihkan diri untuk yang kedua kalinya, sementara itu Yohan menatap tajam ke arah sarah.

   "Sekali lagi kau sengaja melakukan hal itu pada Hanna, ku pastikan kau tidak bisa menikmati waktu sekolahmu!" ancam Yohan dengan kesal.

Sepergiannya, Arin dan Bomi melangkah maju dan menarik nampan makanan Sarah. Bomi pun membuang sisa makanan Sarah tepat di atas kepalanya.

   "Mengusik teman kami lagi, akan kubuat kau merasakan hal yang sama!" ancam Arin kesal.

   "Jangan berlagak hanya karena kau siswa pindahan dari luar negeri."

Sepulang sekolah, Yoojin telah menunggu Hanna di depan gerbang. Setelah berpamitan dengan kedua temannya, dia masuk ke dalam mobil. Yoojin yang menyadari Hanna tidak memakai seragam pun bertanya.

   "Di mana seragammu dan hoodie punya siapa itu?"

Hanna lupa kalau Yoojin melarangnya untuk dekat dengan Yohan, mau tak mau dia harus berbohong.

   "Tadi ada yang tak sengaja menumpahkan makanan dan susu di bajuku jadi aku pinjam hoodienya Arin."

   "Arin memakai parfum pria?" curiganya membuat Hanna semakin panik.

   "Arin, kan punya kakak laki-laki. Jadi bisa saja kakaknya sering memakai hoodienya. Sudahlah, kakak mengkhawatirkan apa?"

   "Malam ini kau ikut kakak, akan ada acara dan kakak butuh seseorang untuk menjadi pasangan."

   "Boleh, asal aku tidak memakai dress yang terbuka."

   "Nanti kau pilih saja dressnya. Kita akan pergi ke toko pakaian langganan keluarga kita."

   "Okee."

Malamnya, Hanna berjalan keluar dari kamar dengan anggun. Yoojin sedang menunggu Hanna dengan sabar, begitu tiba di pintu depan, Yoojin menjadi terdiam di tempat. Dia melihat Hanna dengan kagum. Ternyata gadis itu pandai mendandani dirinya sendiri.

   "Kak, ayo?" ucapnya dengan mencolek pipi Yoojin.

   "Oh, iya ayo!"

Di perjalanan, Yoojin tak henti-hentinya memandangi Hanna lewat kaca mobil di atas kepala mereka. Setibanya di tempat yang mereka tuju, ada karpet merah yang sudah tergelar rapi. Hanna kagum melihatnya, dia bahkan tak henti-hentinya menatap ke arah sekitar.

The Step Brother-LookismCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang