EXTRA PART

2.3K 205 49
                                        


Sesuai permintaan kalian 😘
Happy reading

Beberapa tahun kemudian, seorang gadis cantik tengah duduk di depan sebuah cafe, bulu mata lentiknya menarik perhatian siapapun yang meliriknya.

Detik kemudian seorang pria dengan jaz hitam menghampiri dan duduk tepat di depannya.

   "Ayo pergi?"

Keduanya meninggalkan cafe itu dan memasuki mobil. Begitu mobil meninggalkan tempat tersebut, dia menatap gedung-gedung yang berdiri kokoh di sepanjang jalan.

   "Bagaimana keadaan cafe?" tanya pria itu basa-basi.

   "Yah, seperti yang kakak lihat. Sekarang banyak pelanggan yang datang."

   "Kau tidak lupa untuk melakukan sesi foto hari ini, kan?"

   "Tidak."

Setibanya di sebuau gedung abu-abu, mereka memakirkan mobil dan berjalan keluar. Pria itu menggandeng tangan gadis tersebut hingga mereka masuk ke dalam.

Kedatangan keduanya disambut oleh beberapa orang yang sedang sibuk menyiapkan latar belakang untuk sesi foto.

   "Lihat, calon pengantin baru kita sudah datang!"

   "Hanna, kau ganti baju dulu."

Gadis itu mengangguk dan pergi ke kamar ganti, beberapa menit kemudian dia keluar dengan pakaian yang telah mereka pilih selama beberapa hari.

Sebelumnya, Hanna sempat menolak Yoojin berkali-kali. Dia benar-benar telah menganggap Yoojin sebagai kakak kandungnya sendiri, tetapi pria itu bersihkeras mau menikahinya. Hanna sempat stress beberapa hari dan mengurung diri di kamar, keadaan semakin kacau saat Hanna mendengar kabar bahwa Yohan menikah dengan Sarah.

Hanna melarikan diri dari rumah dan berkeliaran tak tentu arah. Dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, apalagi setelah semua yang terjadi. Dia berpikir, sedikitpun tak pernah mendapatkan kebahagiaan sekalipun sudah pindah ke London.

Beruntungnya, saat gadis itu berdiri di dekat jembatan dan hendak melompat, salah satu bawahan Yoojin menemukannya lebih dulu dan mengamankan Hanna. Gadis tersebut juga di bawa ke psikolog, Yoojin yang melihat keadaan adiknya itu menjadi semakin bingung.

Dia melakukan segala cara agar Hanna tidak sampai depresi. Hanna juga sudah beberapa minggu tak menunjukan senyuman manisnya. Dari situ Yoojin mulai merubah sifatnya yang suka memaksa dan memilih untuk meluluhkan hati Hanna secara perlahan.

Dia juga menuruti keinginan Hanna untuk membuka cafe dan itu berhasil membuat gadis tersebut mendapatkan senyumanya kembali. Beberapa bulan kemudian, Hanna juga mulai membuka hati untuk Yoojin, tidak ada salahnya mencoba.

Dan hari ini, mereka akan melakukan sesi foto prewedding. Keduanya tersenyum cerah menatap kamera, tetapi di hati Hanna masih ada sesuatu yang mengganjal. Gadis itu belum sama sekali meminta restu dari kedua orang tuanya.

Sepulangnya, Hanna duduk di sofa dan menatap layar televisi yang mati. Yoojin melepas sepatunya dan berjalan ke arah Hanna.

   "Kak, sebelum menikah aku punya satu permintaan!" ucapnya sedikit ragu.

   "Apa itu?"

Hanna menatap Yoojin dengan serius.

   "Kita harus meminta restu dari orang tua kita. Rasanya aku tak tenang jika tak mengunjungi makam mereka."

Yoojin nampak berpikir sebentar, lantas mengusap pelan rambut Hanna.

   "Boleh. Besok kita pulang ke Korea."

The Step Brother-LookismCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang