Perempuan itu membawa Yoojin di sofa, tepat di mana Hanna tengah duduk. Dia bisa merasakan perasaan tak tenang ini, apakah Hanna sudah membuat kesalahan. Tiba-tiba Yoojin menarik perempuan itu dan mencium bibirnya ganas, awalnya Hanna terkejut, tetapi dia lalu beralih menatap televisi yang masih menampilkan kartun.
Jantung Hanna berdetak dua kali lebih cepat, suara kecupan itu mengganggu indera pendengarannya. Dia tak tahu apa yang terjadi pada Yoojin, tetapi tak berani bertanya juga. Tiba-tiba Yoojin menjambak rambut Hanna dan menyuruhnya untuk menatap mereka.
"Lihat ini Hanna!"
Tiba-tiba Yoojin merobek baju perempuan tersebut membuat Hanna terkejut bukan main. Parahnya lagi, wanita itu hanya tersenyum nakal saat Yoojin meraba dadanya.
"Lihat ini agar kau bisa mempelajarinya."
Hanna tahu ini sudah tak beres. Dia berniat untuk meninggalkan ruang televisi dan masuk ke kamarnya, tetapi Yoojin menarik gadis itu hingga kepalanya membentur pada sofa.
Yoojin pun melepas jaz dan menyuruh wanita tadi pulang dengan menggunakan jaznya. Awalnya dia tak mau, tetapi Yoojin pasti akan sangat marah kalau dia tak menurutinya. Setelah kepergian wanita itu, kini Hanna merasa nyawanya terancam.
Dia bergerak mundur saat Yoojin melangkah baju hingga dirinya terpojok.
"K-kak, kau mau apa?" tanyanya dengan suara yang gemetar ketakutan.
"Berani sekali kau melakukan hal ini padaku."
"Melakukan apa?"
"Kau sudah mulai berani melawan kakakmu."
"Kau harus diberi pelajaran."
"Kali ini, kubuat kau akan menurut padaku sepenuhnya."
"Sepertinya kemarin-kemarin aku terlalu lembut padamu."
Yoojin menarik baju Hanna dan menyeretnya, gadis itu merasa tercekik dan meminta kakaknya untuk melepaskan dirinya.
"Ukh, aku sulit bernapas."
"K-kak, ku mohon lepaskan aku. Aku tak bisa bernapas."
"Diam saja kau. Ini hukuman karena tak mendengarkan aku."
Yoojin sedang mabuk berat, sudah jelas pikirannya tak jernih. Sebenarnya itu tak ada bedanya, karena Yoojin itu memang orang yang gila. Dia menyeret Hanna sampai ke kamarnya, lalu menariknya dan memasukannya ke dalam bathub.
"Ukh, kepalaku sakit. Sial!"
Yoojin menyalakan shower dan mulai membasahi tubuh Hanna. Kran juga dia nyalakan hingga bathub itu penuh.
"Kak, kau mau apa?"
Hanna ingin memberontak, tetapi itu hal yang mustahil. Yoojin mulai menenggelamkan kepala Hanna ke dalam bathub, gadis itu panik dan berusaha keras untuk mengambil napas. Tetap saja dia tak kuat melawan kekuatan kakak tirinya itu. Ketika hampir menyerah, Yoojin menarik rambutnya dan membiarkan Hanna mengambil napas.
"Bagaimana rasanya ketika napasmu sesak? Bukankah itu menyenangkan?"
Yoojin tersenyum mengerikan, dia lantas kembali menenggelamkan kepala Hanna. Gadis itu mencari-cari sesuatu, tetapi tidak menemukan apapun. Yoojin lalu menarik Hanna keluar dari bathub dan membawanya menatap ke arah cermin.
"Lihat ini. Kau harus ingat ekspresi wajah ketakutanmu itu, sudah kubilang untuk tidak melawanku."
"K-kak, maaf."
Yoojin menarik Hanna dan membawanya ke atas kasur. Pria itu melepaskan dasi dan mulai mengikat kedua tangan Hanna, membuat gadis itu sulit bergerak. Lantas, ikat pinggang dia lepas dan mulai memukul Hanna dengan benda itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Step Brother-Lookism
FanfictionHanna... Seorang gadis cantik yang tinggal hanya berdua dengan ibunya, memiliki kehidupan yang baik dan damai. Setelah pernikahan ibunya dengan seorang pengusaha kaya raya, hidup Hanna berubah 180°, di mana kakak tirinya yaitu Yoojin selalu mengekan...
