Junkyu merenung menatap langit-langit kamarnya, pikirannya berkelana pada kejadian waktu saat di sekolah tadi tepatnya di kantin, sejak saat itu haruto seringkali tertangkap oleh dirinya sedang melirik ke arah junkyu.
Junkyu menghela nafasnya kasar ia tak boleh membiarkan hal seperti ini terjadi, dia akan membuat haruto tunduk pada kuasanya seperti apa yang ia lakukan pada rivalnya yang lain.
"Aku tak akan membiarkanmu begitu saja haruto"
Melupakan haruto, ia kini tengah mencari nama kontak kesayangannya, mengiriminya pesan berharap mendapatkan balasan secepat mungkin namun sudah hampir 20 menit ia tak mendapatkan balasan apapun.
"Hufh, aku merindukan mashiho"
Sebenarnya ia bisa saja langsung mendatangi kediaman pemuda kesayangannya, tapi jika seperti ini dia tak akan bisa karna belum mendapatkan izin.
Merasa bosan, junkyu mengambil Hoodie hitam polos miliknya dan berjalan keluar menuju minimarket terdekat.
DOMINAN
Junkyu mengambil beberapa cemilan dan mie instan untuk dia stok, terakhir dia mengambil satu kaleng berisi cola dan berlalu untuk membayar belanjanya di kasir.
Rencananya ia ingin langsung pulang, namun matanya tak sengaja menangkap sosok haruto sedang merokok di seberang jalan, ia cukup terkejut, haruto terlihat err cukup keren dengan rambut yang ia kibas sesekali.
Dia ingin cepat kabur sebelum haruto melihatnya, tapi terlambat.. mata tajam itu kini bertubrukan dengan mata bulat junkyu membuatnya lagi-lagi tercekat seakan terhipnotis untuk tidak meninggalkan tempatnya berdiri.
Dari sana junkyu bisa melihat haruto menyipitkan sedikit matanya dengan senyum miring yang terlihat menakutkan, pemuda itu melihat kiri kanan sebelum beranjak dan menyebrang jalan hingga ia berada tepat di hadapan junkyu yang masih setia di tempatnya.
"Senang bertemu denganmu lagi kim junkyu" haruto tersenyum namun junkyu tak merespon.
Haruto mengulurkan sebungkus rokok di tangannya, "Ingin mencobanya?"
"Aku tidak mengonsumsi asap sepertimu, lebih baik aku mengonsumsi permen yang tentu saja lebih manis"
Haruto sedikit terkejut mendengar penuturan junkyu yang terkesan mengejek dirinya, wajah lucunya memang sangat berbanding terbalik dengan perkataan yang sedikit menyakitkan.
Tak kehabisan akal haruto lagi-lagi melakukan hal yang sama seperti di sekolah yaitu mencondongkan tubuhnya dan menatap tepat ke pupil mata lelaki yang tampak mengerjakan matanya.
"Pantas saja kau terlihat sangat manis" ujarnya dengan suara berat miliknya.
Alis junkyu menukik tajam dan dengan cepat mendorong bahu haruto kasar "AKU DOMINAN!"
Haruto terkekeh "Kita lihat saja nanti, apa kau akan tetap sepercaya diri ini mengatakan hal itu atau malah menjadi pihak bawah untukku" ia mengedipkan matanya dan berlalu begitu saja meninggalkan junkyu yang terlihat marah akan ucapannya.
"DASAR BOCAH KURANG AJAR"
To be continued...
Hai hello! Aku balik lagi, anw selamat hari raya idul fitri ygy.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOMINAN ; harukyu.
FanfictionJunkyu sempat begitu yakin bahwa dia adalah satu-satunya dominan yang cukup populer di sekolahnya, wajah tampan dengan tubuh bak model papan atas menjadi nilai penting bagi dirinya.. terbukti dengan ia yang berhasil memacari mashiho yang terkenal lu...
