Malam pun tiba tetapi agak ada yang aneh sekali di disini apa yang terjadi? Hmm masih jadi misteri
"Arghhh" teriak Lilly
"Lilly pliss jangan gitu li, Li ingat Li Lo ga boleh kayak gini lawan sisi iblis Lo li jangan sampai keluar Li" ucap Nayya yang mencoba menenangkan Lilly tetapi terlambat
"Sudah lambat nay zeona muncul dari tubuh Lilly, sisi iblis nya keluar gua takut dia nyakitin Nara" balas Anya
"GUA HARUS BALAS KAN KEMATIAN MAMA GUA" Teriak Lilly eh tidak tidak tapi zeona
"K-kak k-kak kenapa hiks?" Seru Nara dengan nada pelan karna di takut dengan keadaan Lilly sekarang
"APA HAH? IBU LO ITU UDAH RUSAKIN KELUARGA GUA DAN PAPA MALAH LEBIH SAYANG LO DAN BANG ADIT" bentak zeona
"Hiks hiks kak jangan gini papa sayang kakak juga kok"
"DIAM LO, GUA GA SUKA ANAK CENGENG NGERTI!!"
"I-iya kak" takut Nara, ya iya lah takut kan Nara ga pernah di bentak dan sekarang dia di bentak oleh zeona atau Lilly
"S-sayang maafin kakak, kakak ga bermaksud bentak kamu hiks payah payah arghhh" frustasi Lilly sambil memukul kepala nya karna telah membentak adek kesayangannya
"Kakak jangan pukululin kepala nya nanti berdarah terus kakak pergi, Nara ga mau kakak pergi ya huh"
"Iya sayang udah kakak mau keluar dulu"
"Mm oke aku ke kamar dulu ya"
"Lo mau kemana Zeona?" Tanya Nayya karna dia tau zeona belum juga lepas dari diri Lilly jadi itu masih bisa berpengaruh
"Hm gua mau cari angin sekalian gua mau bantuin korban yang di sekap oleh musuh kita"
"Gua ikut"
"Ikut gua"
"Yaudah"
Skip sampai di ruang bawah tanah
"Emang siapa yang jadi korban?"
Tanya Anya
"Kirana anak ibu kost kita dulu ingat ga yang masih smp itu kecil kayak monyet" canda Lilly
"Dah balik Lo lilin?"
"Ntar gua muncul lagi kalo dah di depan musuh"
"Asuh gua kira dah keluar Sono pergi Lo"
Usir Nayya
"Plak"
Tampolan yang di layangkan oleh Anya untuk nayya tepat di kepalanya
"Asuh sakit"
"Berisik diam Napa"
"Hehe iya iya" ucap mereka berdua
"Kebelet gua njirr" sahut Nayya
"Pake pempes bayi Sono" ketus Anya
"Gua dah ngede njirr"
"2in"
"Hayukk lah njirr keburu mati tu anak di sana"
Di ruang sekap
"Lepasin aku hiks apa salah ku" hisak tangis seseorang
"Bego tu anak napa pake nangis segala ga bakal di lepasin juga" ketus Anya
"Mak Lo bisa diam ga?"
"Ga kesel gua"
"Nay Lo kesana alih perhatian mereka"
"Gua? Oke lah buketu"
"Gua ngapain?"
"Lo mmm Lo siapin bom atom ntar atur berapa detik/menit/jam sebelum kita keluar dari sini jangan Lo hidupin dulu"
"Oh ye, trs Lo?"
"Gua bakal lepaskan tu anak"
Dan mereka semua lakukan tugas masing masing
Saat...
"Aaaa mhpmppm"
"Lo bisa diam gak gua mau lepasin Lo dari sini"
Hampir saja ketauan dasar ni anak udah di tolongin malah mau gagalin rencana mereka lagi
"Oke sekarang Lo ikut gua keluar atau Lo mau mati disini
"Kak aku takut"
"Ga usah takut ada gua"
"Lo masih zeona apa Lilly?" Tanya Anya penasaran
"Lilly kalo gua zeona buat apa gua nolongin ni anak"
"Yaudah"
"Oke semua nya dh siap kita keluar"
Dan....
"BYUARRRRR"
"Bwhahhahaha anjays hancur"
"Foto dulu sini"
"Cissssssss"
Ga ada akhlak emang ini mereka lagi ada ledakan malah foto foto
"Kak anterin aku pulang"
"Oh lupa hayukk"
Skip di rumah kirana
"Terimakasih kak"
"Sama sama"
"Pulang ayo"
"Ye Mak"
∆hehe maaf ya kalo ada kata kata yang salah∆
∆setelah baca jangan lupa vote, komen, dan follow akun author∆
∆oke papay∆
KAMU SEDANG MEMBACA
LILLY
Teen FictionSederhana saja. Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang tidak kunjung mendapatkan kebahagiaan nya, dia adalah Lilly Zeona Fransika
