Hari sudah menunjukan pukul 11 malam tapi Lilly dan Nara tidak kunjung pulang apa ada sesuatu yang terjadi, entah lah
"Lo dah dapat kabar mereka?"
Tanya Anya
"Belum juga arghhh gua harus apa"
Frustasi Nayya
"Gua ga tau harus apa, oh ya Galen coba tanya Galen"
"Halo Len, Lo bisa kesini ga gua mau tanya sesuatu"
"Oke nanti gua kesana"
"Thx Len"
Dan Telpon dimatikan secara sepihak oleh Anya
"Semoga mereka baik baik aja"
"Apa musuh kita yang lakuin ini, ini dah jam berapa mereka belum pulang juga gua khawatir"
"Arghhhh bangsat siapa sih yang cari masalah"
"Ap jangan jangan si nenek lampir itu"
"Seperti nya kita tunggu Galen"
———♪♪♪———
Sekarang mereka bertiga sedang ada di ruang tamu, sedang memikirkan sesuatu apa yang harus di lakukan, karena Nayya dapaf telpon oleh seseorang yang gak di kenal.
Mereka mengancam akan membunuh Nara dan Lilly, kenapa Lilly tidak berbuat apa apa? Apa yang terjadi kepada Lilly sampai Nayya mendengar Isak tangis Nara yang memanggil nama Lilly.
Sungguh siapapun itu mereka tidak akan di lepaskan. Jika sudah menyangkut pautkan seseorang tersayang nya merek akan menghancurkan orang itu juga.
"Li Lo dimana hiks"
Isak Anya
"Gua dapat alamatnya, gua da berhasil lacak alamat tu orang yang sekap Lilly sama Nara" jelas Nayya
"Keknya Lo pada ahli semua dah" bingung Galen
"Sebenarnya kalian siapa?"
"Lo akan tau kita ini siapa dan Lo bakal tau Lilly siapa sebenarnya" jelas Anya tegas
"Oh ya gua mau tanya kenapa Lo selalu cari masalah sama Lilly?"
"Gua itu suka sama tu anak dari SMP kelas 2 dan sekarang gua ketemu dia lagi saat pindah sekolah karna gua ga sengaja lempar siswa dari gedung atas eh tapi bukan sengaja emang di sengaja"
"Spikopat Lo"
"Mungkin"
"Dah mending selamatkan Lilly"
———♪♪♪———
Disisi lain Nara yang terus terusan menangis memangil nama kakaknya tetapi tidak ada jawaban sama sekalipun, apa yang terjadi kepada Lilly?
"Kakak hiks bangun kak"
"Kakak disini banyak darah kak"
Polos nya Nara sampai tidak menyadari kalau itu darah dari tubuh kakaknya
"Huaaaa bangun kak bangun kakak"
"DIAM" bentak seseorang
"Lo ikut gua"
"Ga aku mau sama kakak"
"Ga akan Lo ikut gua, dan Lo bawa Gadis itu keruang sekap sudah ada yang menunggu" ucap nya da di balas anggukkan oleh mereka ber empat
"Hiks lepasin kakakkk"
"Lo diam disini ya nanti akan ada yang jemput Lo"
"Kak Lilly"
Itu ucapan terakhir Nara dan
"Brukkk" Nara terjatuh ke tanah
Tetapi sudah ada yang menegang nya
"Nara"
"K-kak A-anya"
"Dimana Lilly? Dimana nar?" Tanya nya lagi
"K-kakak ga tau d-di bawa k-kemana"
"Arghhh"
Semoga suka dengan cerita saya
Oh ya buat yang baca, jangan baca doang dong vote gitu dan komen, sekalian follow akun author
Oke papay tunggu cerita selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
LILLY
JugendliteraturSederhana saja. Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang tidak kunjung mendapatkan kebahagiaan nya, dia adalah Lilly Zeona Fransika
