Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

|09. kembali pulang|17+

287 8 0
                                        

Happy reading
----------------------

Kini Ailsie sudah tiba kembali di apartmen milik Alvar. Ia dengan patuh duduk di atas sofa. Menatap dalam diam Alvar yang sedang menyuruh orang-orang suruhan nya untuk menata barang-barang baru yang sudah laki-laki itu beli.

Alvar juga menatap ke arah nya sambil tersenyum. Melihat itu, Ailsie berpikir apakah ia akan selalu bersama laki-laki ini?

Empat orang suruhan Alvar membawa lemari yang depan nya full cermin masuk ke dalam apartmen dengan hati-hati.

"Bos, lemari ini taruh di mana?" Tanya salah satu dari orang suruhan Alvar.

Alvar mengalihkan perhatian nya dari yang lain. "Ini taruh di kamar, tapi letakkan dulu di sini. Setelah itu lemari di kamar keluarkan dan buang." Perintah Alvar.

Dengan tangan yang bergetar karena berat lemari itu, mereka meletakkan nya sesuai dengan apa yang alvar perintahkan.

Guk guk guk ...

Suara gonggongan anjing membuat Ailsie mengalihkan tatapanya ke arah pintu apartmen yang terbuka lebar. Di sana seorang pria dengan berpakaian serba hitam sedang membawa kandang  yang begitu besar yang berisi seekor anjing kecil.

Ekspresi Ailsie seketika ceria saat melihat itu, sampai-sampai ia berdiri dari duduk nya yang membuat Alvar menatap nya tajam.

"hai, manis." sapa nya pada seekor anjing poodle yang baru saja di keluarkan dari kandang nya.

Anjing mungil itu tampak menggerakkan ekor nya, itu membuat Ailsie semakin gemas terhadapnya dan ingin menggendong nya.

Ailsie menempatkan badan nya dengan bertumpu pada telapak kaki nya serta bokong nya tidak menyentuh lantai. Setelah itu ia mengulurkan tangan nya untuk meraih tubuh anjing itu.

Tetapi, baru saja diri nya ingin mengambil tubuh anjing itu, suara berat dengan intonasi rendah menghentikan nya.

"Siapa yang menyuruh mu untuk menggendongnya?"

Tubuh nya kaku saat mendengar suara itu. Perlu beberapa saat untuk ia merilekskan tubuh nya kembali. Ia menarik tangannya, lalu berbalik ke belakang untuk menatap laki-laki pengatur itu.

"Harus kah aku meminta izin?" Tanya balik Ailsie.

Laki-laki itu melangkah mendekati nya, yang membuat Ailsie mau tak mau mundur. Ditariknya tangan kanan Ailsie untuk membuat gadis itu berdiri, lalu berjalan ke arah sofa yang sempat diduduki Ailsie.

"Duduk" Perintah Alvar kepada gadis yang ia genggam tangannya itu.

Mendengar perintah itu, entah mengapa Ailsie tidak bisa membantah ataupun menolak. Ailsie pun duduk dengan patuh sambil terus menunduk, tak ingin melihat ke arah Alvar yang berdiri di depannya.

Alvar memegang dagu Ailsie yang membuat gadis itu menatap ke arahnya.  Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, yang membuat waktu terasa berhenti.

Kepala Alvar sedikit demi sedikit maju ke arah Ailsie.

Cup...

Ailsie seketika memundurkan kepalanya yang membuat gengaman di dagunya terlepas. Ia terkejut dengan apa yang terjadi. Wajahnya seketika panas, bukan panas karena salah tingkah.

Matanya seketika menatap marah ke laki-laki itu. Ntah dorongan dari mana, ia mendorong kedua bahu laki-laki itu. Alvar yang didorong tiba-tiba seperti itu langsung terjatuh kelantai marmer kediamannya.

"Lo! Kurang ajar banget ya. " Teriak Ailsie sambil telunjuk tangan kanannya diarahkan ke Alvar.

Alvar bangkit berdiri dari posisinya terjatuh. Ia tersenyum manis kearah Ailsie dahulu sebelum melangkahkan kakinya pergi ntah kemana meninggalkan gadis itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 25, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARVAL 17+ (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang