H 9

31.9K 2K 195
                                        

Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian







Saat ini terlihat Kevia sedang berdiri didepan pintu rumah mewah yang familiar untuknya.

Setelah kejadian pagi di kampusnya, Kevia memutuskan untuk tidak hadir dimata kuliahnya. Kevia pergi ke salah satu dealer mobil dan membeli salah satu mobil yang sudah ready serta siap untuk dia gunakan. Setelah membeli mobil tersebut, Kevia memutuskan untuk berkeliling hingga larut malam dengan handphone yang sengaja dia matikan.

Perlahan pasti Kevia memasuki rumah tersebut, hingga dia bertemu dengan salah satu laki-laki yang Kevia kenal.

"Dimana dia?" tanya Kevia dingin.

"Diruang tengah." jawabnya santai.

Kevia berjalan menuju ruangan yang dikatakan oleh laki-laki tersebut. Sebelum Kevia sampai pada ruangan tersebut, Kevia melihat adanya stick golf yang tidak jauh dari posisinya saat ini. Tanpa ijin, Kevia segera mengambilnya dan membawanya.

Saat sampai di ruang tengah tersebut, beberapa dari mereka tidak menyadari kedatangan Kevia dan beberapa yang lainnya nampak terkejut.

Kevia yang sudah menemukan target yang di carinya, ingin segera menghampirinya. Namun handphone miliknya bergetar, Kevia lupa mematikan handphonenya kembali saat menghubungi teman dari seseorang yang di carinya.

Drtt
Drttdrttt

Sihausbelaian

"Hey, cowok lo lagi bareng gue, nih!" ucapnya yang tengah jauh disana.

"Lalu ?" acuh Kevia

"Cemburu kan lo?" ledeknya

"Sorry, gue lagi asik dengan cowok gue yang lainnya, bitch!" santainya.

"Sial!" kesalnya.

Tut

Lalu panggilan di putuskan sepihak oleh Kevia tanpa ingin merespon. Bodoh, kenapa gue angkat. Buang-buang waktu*batinnya

"Siapa?" tanyanya dingin, "selingkuhan dari laki-laki berengsek itu?" tanyanya kembali saat menatap Kevia.

Saat ini Kevia menjadi pusat perhatian dari mereka yang berada di ruangan tersebut. Kevia baru tersadar, seharusnya stick yang dia bawa untuk memukul laki-laki itu. Namun karena kebodohannya menjawab panggilan tersebut, Kevia menjadi lupa dan laki-laki yang ingin di pukulnya menjadi sadar akan keberadaannya diruangan itu.

Kevia perlahan mendekat pada laki-laki yang nampak santai duduk di tempatnya, dan melempar kuat stick tersebut tepat pada laki-laki itu. Stick gold tersebut dengan sempurna di tangkap laki-laki itu.

Salah satu teman dari laki-laki tersebut memberi kode kepada yang lainnya untuk menyingkir dan memberi ruang untuk mereka berdua.

Setelah teman-temannya menyingkir, laki-laki tersebut kembali membuka suaranya.
"Mau sampai kapan lo diam dan tidak melakukan apapun?" tanyanya.

"Masalah gue, biar jadi urusan gue." ucap Kevia diam menatap laki-laki yang masih duduk tersebut.

"Ck, tolol!" sarkas laki-laki tersebut menatap remeh Kevia.

Happy [ Sudah Terbit ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang