H 6

36.7K 1.9K 231
                                        


Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Sepanjang perjalan Kevia terlihat hanya diam saja, sesekali dia hanya bermain dengan handphonenya. Perkataan demi, perkataan yang Rezaq ucapkan hanya dianggap angin lalu oleh Kevia. Kevia hanya diam tanpa minat mendengar bahkan merespon.

Kevia sudah sangat muak, dan ingin segera mengakhirinya. Namun dia masih belum bisa melakukkan itu. Kevia merasa masih butuh moment yang tepat, hingga semua meledak seperti bom waktu.

"Honey, kamu lagi dapat? Kenapa sejak tadi diam aja? Gak hanya tadi, beberapa hari ini kamu selalu menghindar dan tidak merespon pesan bahkan telfon ku." ucap Rezaq dengan melirik ke arah Kevia.

Kevia menghela nafas berat, sebelum melihat ke arah Rezaq.
"Kamu udah sarapan?" tanyanya.

"Belum, mau sarapan bareng kamu." ucap Rezaq lembut.

"Yauda, kita sarapan di kantin aja." ucap Kevia santai. "mata kuliah pertama gak ada dosennya?"tanyanya.

"Gak ada, sayang. Sama kaya kamu, kan? Cuman dosen mu lagi berhalangan hadir, ya?" ucap Rezaq lembut pada Kevia.

"Kamu tahu dari mana?" tanya Kevia penasaran, "aku gak pernah cerita apapun soal jadwal kuliahku." lanjutnya.

"Raffa." ucap Rezaq santai.

"Kamu kenal Raffa? Sejak kapan? Aku baru tahu. Ternyata hampir tiga tahun lamanya kita pacaran, aku gak tahu apa-apa tenang kamu." ucap Kevia

"Bukan gak tahu, honey. Memang kamu gak perlu tahu, bukan hal penting juga." jeda Rezaq melirik Kevia, "Raffa teman SMP aku, kita gak begitu dekat, sih. Hanya kenal gitu-gitu aja." jelasnya.

Kevia hanya menganggukan kepalanya. Sejujurnya Kevia tidak perduli akan hal itu.

"Jangan dekat-dekat sama Raffa, ya? Raffa buaya. Aku gak mau kamu di dekatin sama dia." ucap Rezaq posesif

"Hanya teman." ucap Kevia santai.

"Jangan jadikan kata teman sebagai sebuah alasan, Kevia." ucap Rezaq dingin

"Kamu lagi nyindir diri kamu sendiri ?" ucap Kevia santai.

"A-aku? Aku kenapa?" ucap Rezaq ragu

"With her." ucap Kevia cuek

"Nisya ?" ucap Rezaq menatap Kevia dengan serius, "aku gak ada hubungan apa-apa sama Nisya, honey. Kan, kamu juga kenal sama dia. Sewaktu SMA kalian juga dekat, kan?" lanjutnya.

"Berarti gak masalah aku dekat sama siapapun." ucap Kevia santai.

"Gak bisa, itu jelas beda lah, honey. Raffa itu buaya, aku gak mau sampai kamu dekat dan bahkan sampai suka sama dia." ucap Rezaq mulai kesal.

"Apa bedanya dengan Nisya? Dia ayam kampus, gak menutup kemungkinan kamu gak suka sama dia, kan?" ucap Kevia santai

"Aku? Suka sama Nisya? Hahah, jelas gak lah, honey. Aku itu cintanya sama kamu, aku gak suka sama dia. Aku hanya teman aja sama dia." jelas Rezaq dengan serius.

Teman tidur maksudnya*batin Kevia, lalu menggelengkan kepalanya.

"Kamu percaya sama aku, kan ? Aku minta jangan dekat atau berteman dengan Raffa serta yang lainnya." pinta Rezaq kembali.

"Jangan pernah larang aku, selama aku gak pernah larang kamu. Selama ini aku gak pernah larang kamu berteman sama siapapun, bahkan teman-teman sampah mu." ucap Kevia dingin.

Rezaq menghela nafas beratnya.
"Sudah lah, honey. Aku lagi gak mau berdebat sama kamu." ucapnya

"Ck, konyol." ucap Kevia, lalu dia kembali diam sambil bermain dengan handphonenya.

Happy [ Sudah Terbit ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang