(つ≧▽≦)つ
"Ghatan! Ghatan!! ish, Ghatan....!"
"LOGHANATHAN! Lo denger gak sih?!!"
"Oii Atan...!"
Cowok itu merasa risih, dengan gadis yang terus mengikuti langkahnya. Dia mendengus kasar menatap tajam kearah samping. Tepat gadis itu berdiri dan kini berhenti karena dia juga berhenti.
"Kenapa???"
"Atan bohong, ya? Katanya dia pacarnya lo tapi tadi kata Angga dkk. Dia temen kerja Ghatan, gak lebih! Dari dulu-dulu, kemarin-kemarin, sekarang sampe nanti! Cuman boleh jadi temen kerja. kalau mau pacaran sama gue aja!!"
"Hufft..." Ghatan menghela nafasnya gusar. "Lo siapa?"
Gadis itu mengerjapkan matanya polos. "KATHRINA...! Bucinnya Ghatan!"
"Gapapa bales perasaannya nanti-nanti aja. gue rela nunggu lo sampe lulus sekolah, kuliah sambil kerja mapan, kita pacaran. TERUS kalau gue udah lulus baru kita nikah?!!"
"Yah kan?!"
"Gak kebayang. Nanti gue sesenang apa nantinya. Bakal bisa sama, Ghatan." cetus gadis itu. Sudah berandai-andai dan membayangkan hidupnya akan semulus itu dan Ghatan mau membalas perasaannya. Padahal hadirnya dia sekarang aja belum tentu dianggap. "Wisata masa depan indah juga, ya? Makin gak sabar aja, ARGHH!"
"Gak usah berekspektasi ketinggian. Ntar kalau gak sesuai kenyataan bakal sakit." Ghatan menatap tegas netra gadis itu dengan dalam. "Lo coba nengok kebelakang. Banyak orang yang ngejar lo. Kenapa lo tolak?"
"Ya karena gue maunya lo!"
"Dan sayangnya gue gamau sama lo. Jadi harusnya lo udahin berjuang buat gue. Emang gak capek?!" dengan suara deep nya Ghatan berucap. Tangan kanannya masih bertengger tas yang lumayan berat. Isi semua buku-buku yang selalu menemani hari-harinya dan pastinya buku-buku itu sangat tebal.
"Ngapain capek? kalau capek tuh istirahat. Bukan malah nyerah, kalau nyerah namanya payah. Sayang juga kan?"
Ghatan menautkan kedua alisnya. 'kenapa sayang?' mungkin sekiranya itu pertanyaan yang ingin ia layangkan dan untunglah Kathrin itu seorang gadis yang gampang peka.
"Ya sayang aja gitu lho, Atan...! Masa udah sampe sejauh ini. Mau nyerah gitu aja," senyumnya begitu merekah membius suasana yang sebenarnya dingin tapi coba gadis itu cairkan.
Keduanya tengah berjalan di trotoar tepi jalan. Gadis itu rela panas-panasan habis pulang sekolah yang melelehkan cuman demi mas crush seorang.
Padahal Angga dkk udah marah-marah dan gak ngebolehin gadis itu. Tapi yang namanya Kathrina ya tetep Kathrina tuh bocil dibilangin mana nurut. Alhasil kedua mobil sport tengah mengintili nya dari belakang ditambah tiga lagi Kairav, Garto dan Dylan memakai motor dibelakang bersama anak geng Lucifer lainnya yang ikut mengawasi.
Segitunya diawasi para bodyguard yang cogan parah. Kathrin masih buta mata aja buat gak liat mereka dan cuman liat Ghatan.
"Lo ngapain sih ngikutin gue terus?!!"
"Gapapa, pengen aja gitu. Lagian jarang jarang gue mau jalan kaki gini, panas panasan lagi." niat hati mah mau ngode siapa tahu peka nih doi mau beliin minuman kek atau ngajak neduh. Tapi ya sudahlah. Kathrin melupakan satu hal. Kutub Utara bagian selatan mana bisa peka akan hal sekecil itu.
Tapi tunggu dulu...
Ghatan tiba-tiba melambai-lambai berniat untuk menyebrang membeli minum di minimarket sebrang. Tapi saat kembali sih doi cuman bawa satu botol le mineral yang dingin. Dia teguk sampe hampir habis dan sisa sedikit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [F5]
Action▪️Kathrina Irene Agdinata Putri Menceritakan sih anak tunggal kaya raya, yang dikelilingi orang-orang yang sayang padanya. Hidupnya terlihat mewah dan sempurna, tak ada sedikitpun cela untuk alasan gadis itu mengeluh. Disayang papi mami✓ Disayang sa...
![Friendzone [F5]](https://img.wattpad.com/cover/304296885-64-k967433.jpg)