Hai! Happy reading
Semangat spam komennya! Vote nya gblh lupa!
________
"Kalo lo sakit istirahat aja."
"Muka lo kelihatan pucet gitu."
"Gue ambilin air putih bentar, ya?"
Ghatan berlalu ke dapur buat ambil segelas air setelah tadi menuntun Nella buat duduk di kursi salah satu yang berada di cafe yang udah mulai sepi.
Tapi Kathrin belum pulang ya, justru doi sekarang lagi mantau Ghatan yang diam-diam mengkhawatirkan kondisi Nella. Temen kerjanya. Kathrin iri nih, Nella aja yang katanya belum lama kenal udah di khawatirin udah di pegang. Lah dia?
Udah kenal lama, ngejar-ngejar Ghatan terus. Bahkan ternotice pun jarang.
Sedih ya kalau jadi Kathrin. Tapi gapapa, Kathrin kan kuat. Pantang menyerah sebelum apa yang ia inginkan tercapai dia gak akan nyerah gitu aja.
"Makasih." Nella menerima segelas air yang baru saja diambil oleh Ghatan. Entah dorongan darimana, tangan cowok itu terulur untuk mengelus tengkuk belakang gadis yang tepat di hadapannya ini. "Ghatan..." lirihnya sambil menatap kaget cowok jakung itu.
"Sorry, tapi kayaknya lo gak enak badan. Badan lo juga panas. Gue izinin, ya?"
Entah hanya perasaan Nella saja atau emang iya. Kalau posisinya saat ini sangat dekat dengan Ghatan semakin mendongak. Suhu tubuh dan suhu di ruangan itu nampaknya semakin panas. Apalagi dengan gadis dengan mata yang mengintai tajam dan tangan yang mengepal. Hatinya berkecamuk sakit saat menyaksikan perlakuan tidak biasa dari Ghatan.
Cowok yang ia idam-idamkan. Dan coba ia dapatkan perhatiannya. Tapi tidak pernah bisa. Hanya sebuah penolakan dan kalimat menyakitkan, saat Kathrin mencoba mengenal lebih jauh sosok cowok itu. Ya meskipun tanpa dekat pun Kathrin bisa kenal jauh cowok itu. Biasalah, orang kaya. Mengandalkan intelijen dan pendeteksi untuk mengalih lebih banyak informasi dari Ghatan sih cowok misterius yang berhasil memikat hati KATHRINA.
"Duh, Chel, sih bocil kayaknya bakal ngamuk deh." prediksi Indah yang udah mulai kentar-kentir.
"Kita harus gimana oii?" Marsha menyadari raut tak bersahabat dari gadis yang sudah siap mendatangi tempat Ghatan.
"Buru kejar oii!"
Ashel berteriak saat melihat Kathrin melangkah gusar menuruni tangga ke lantai satu cafe tersebut. Dan bersiap menghampiri Ghatan yang kini tengah memapah tubuh Naila yang nampak lemas.
"Tahan ya, gue bakal nganterin lo."
"Di kostan lo ada orang?"
Naila menggeleng. Tadi sebelumnya Ghatan udah izin ke bosnya buat nganterin Naila pulang. Untungnya bosnya pengertian dan langsung memberikan izin tidak terlalu mempermasalahkan dirinya yang mengantar.
Tangan Ghatan melingkar sempurna di pinggang Naila. Tangan satunya mengelus lembut tangan mungil yang bertengger di tengkuk dan bahu tegap Ghatan. yang tengah telaten menuntun Naila sampe keluar cafe. Cuaca malam ini dingin, membuat langkah Ghatan terhenti sejenak di ambang pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [F5]
Ação▪️Kathrina Irene Agdinata Putri Menceritakan sih anak tunggal kaya raya, yang dikelilingi orang-orang yang sayang padanya. Hidupnya terlihat mewah dan sempurna, tak ada sedikitpun cela untuk alasan gadis itu mengeluh. Disayang papi mami✓ Disayang sa...
![Friendzone [F5]](https://img.wattpad.com/cover/304296885-64-k967433.jpg)