Brugh
Door
Door
Door...
Brugh
Prakh
Sret
Berbagai suara itu bersumber disekitaran kompleks sederhana perumahan yang ditempati Ghatan. Entahlah mendadak perasaannya jadi tidak enak. Kenapa juga ada berbagai suara keributan yang kentara akan tembakan saat ini. Dirinya baru saja pulang kerja pukul sebelas malam. Suasana di kompleksnya juga tidak biasanya sepi seperti ini. Padahal belum terlalu malam kan itungannya kalau buat di perumahan mah. Ghatan yang tengah berjalan menembus kesunyian yang tiba-tiba saja melanda, makin maju makin mempercepat langkahnya. Perasaan tidak enak terus menghantui hatinya. Rangkaian berbagai pikiran buruk berkecamuk dihatinya.
Bayangan-bayangan buruk terlintas jelas di benaknya. Tengah memikirkan bagaimana Ibunya. Takut jikalau sang ibu mendengar suara kericuhan dari tembakan tersebut yang Ghatan yakini kalau itu adalah orang yang sama. Yang sama belakangan ini terus mengikuti dirinya. Dalam pikirannya merasakan ketakutan, takut orang-orang yang berada dalam masa lalunya dulu mencari keberadaannya dan berniat mendatangi rumah. Terlebih perasaan cemas semakin menjadi. Saat mengingat ada Kathrin di rumahnya.
Kemungkinan besar berbagai dugaan terjadi dalam isi kepala Ghatan sudah membayangkan yang tidak-tidak akan menimpah kedua wanita yang berada di rumahnya saat ini.
"Ya Tuhan, mengapa perasaan tidak enak ini terus menghantui saya..."
"Saya mohon! Lindungi bunda dan Kathrin. Tolong jangan biarkan sesuatu hal buruk terjadi seperti bayangan saya."
Dorrr
Brugh!
Baru saja Ghatan menginjakkan kaki di depan teras rumahnya. Sudah disambut dengan suara peluru dan orang yang ambruk tepat mencium kakinya. Darah mengalir dilantai terasnya, bau anyir langsung menyapa indra penciuman Ghatan. Ghatan langsung melayangkan tatapan tajam. Menatap orang yang tadi meloloskan peluru dari pistol yang menyebabkan orang terjatuh mencium tepat dihadapan Ghatan.
"Kalian siapa?"
"Tuan—"
Orang yang tepat mencium kaki Ghatan mendongak kearah atas. Mata sayunya bertemu dengan tatapan dingin dari Ghatan. Dengan sisa waktunya dengan iringan rasa sakit di sekujur tubuh. Pria bertubuh bugar itu mendadak tidak berdaya. Tapi biar bagaimanapun dia ingin menyampaikan sebuah pesan penting pada Ghatan. Ghatan yang peka pun langsung berjongkok.
"Kenapa?"
"Hati-hati, musuh su–dah tau ... si–apaa, Tu—"
Dor!
Satu peluru kembali mengenai pria yang ada dihadapan Ghatan ini. Kali ini peluru itu ditembakkan tepat dikepala. Hanya beberapa hitungan detik saja pria itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat dihadapan Ghatan. Darah yang berceceran ada juga yang mengenai wajah Ghatan.
"Oh shitt! bukankah sudah saya bilang, jangan libatkan banyak orang atas masalah ini!"
Ghatan langsung menarik kera kemeja yang dikenakan orang yang menodong kan pistol tepat di pelipisnya. Tanpa rasa takut sedikitpun rasa-rasa nya Ghatan menantang orang yang terus mempersulit hidupnya.
"Batas waktunya sudah habis dan sudah jatuh tempo, kpan anda akan membayarnya? jangan buang waktu bos kami, dia tidak suka dengan orang yang lambat menyetor."
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [F5]
Acción▪️Kathrina Irene Agdinata Putri Menceritakan sih anak tunggal kaya raya, yang dikelilingi orang-orang yang sayang padanya. Hidupnya terlihat mewah dan sempurna, tak ada sedikitpun cela untuk alasan gadis itu mengeluh. Disayang papi mami✓ Disayang sa...
![Friendzone [F5]](https://img.wattpad.com/cover/304296885-64-k967433.jpg)