7

1.1K 130 35
                                        

.
.
.

Setelah Niki pulang, Sunoo mengendarai mobilnya menuju Rumah sakit dimana Jungwon dirawat. Sudah beberapa hari ini ia menunda untuk menjenguk sahabatnya itu.

Sebelumnya lelaki cantik ini meminta sang ayah mertua untuk menjemput Jihoon dan ia akan menjemputnya sepulang dari menjenguk Jungwon.

"Sunoo"

Sunoo mendapati Heeseung berjalan ke arahnya.
"Heeseung hyeong. Baru menemui Jake hyeong?"

"Iya, aku baru akan menjemputnya untuk makan siang, tapi ternyata dia sedang sibuk hari ini."

Keduanya tersenyum canggung, bahkan ketika datang ke rumah untuk peringatan kematian Sunghoon, Heeseung sangat jarang bicara. Pria tampan itu lebih memilih menemani Haeyeon, putranya, bermain dengan Jihoon.

"mau minum teh bersama?" tawar Sunoo sambail tersenyum.

.

.

.

Heeseung dan Sunoo memutuskan pergi ke cafe di Rumah Sakit. Keduanya duduk di sebuah bangku di antara keramaian pengunjung.

"Bagaimana kabarmu, hyeong?"

"Aku baik, tentu saja. bagaimana denganmu, Sunoo?"

Sunoo tersenyum, menyesap sedikit minuman hangatnya, lalu meletakkannya lagi di atas meja.
"Baik, sangat baik. Jihoon tumbuh dengan baik, toko berkembang dengan baik, Eomma dan Appa juga sangat baik, mereka terkadang bahkan bertengkar seperti pasangan muda, semua baik, hyeong..."

"Syukurlah,.. itu sangat melegakan."

Sunoo tau, meski Heeseung tersenyum, tapi ada begitu banyak ketidaknyamanan yang dipancarkan wajah tampan itu, dan Sunoo mengerti penyebabnya.
"hyeong... kami sungguh baik-baik saja."

Heeseung tertawa canggung, ia tertangkap basah.
"Astaga, seperti apapun aku berakting kau selalu bisa mengetahuinya Sunoo. Apa aku terlihat sangat menyedihkan? Selama 7 tahun ini aku tidak ingat berapa kali dalam sehari aku menghindar untuk tidak memikirkan hasil Putusan sidang hari itu. Astaga, aku sangat payah"

"hyeong, kita semua tau kau sudah berusaha."

"tapi tidak cukup untuk membawa keadilan untuk Sunghoon. Aku gagal Sunoo. Bahkan setelah sidang, semua orang meneriakiku sebagai Jaksa yang tidak kompeten. Tapi sungguh, aku tidak menghiraukan itu semua, aku hanya tidak bisa menerima, bagaimana aku begitu payah hingga hal terakhir yang harusnya bisa kulakukan untuk Sunghoon berakhir menemui kata gagal. Aku tidak tau bagaimana aku harus menemui Sunghoon kelak. Jika dia masih bersedia-"

"hyeong!"
Sunoo sadar, bukan hanya ia yang berakhir tidak bisa melupakan begitu saja kejadian itu, keluarga Park dan Heeseung, tentu saja. Mereka bersahabat baik sedari kecil.
"Sunghoon hyeong tidak akan menyimpan amarahnya padamu. Bahkan setelah kasus kegagalan perusahaan kalian karena..." Sunoo sedikit ragu untuk mengungkit itu. Lagi.

",,,karena kelalaianmu,... Sunghoon hyeong masih berharap kau mau kembali dan membangun ulang mimpi kalian. Aku yakin kau juga mengenalnya dengan baik, hyeong..."

Heeseung meneguk minumannya sedikit untuk menetralkan dirinya. Ia tau dengan pasti, Sunghoon tidak pernah menyalahkannya untuk kegagalan itu meski benar adanya ia yang menyebabkan 90% kegagalan perusahaan gagal berkembang karena ia ceroboh menganalisa kekuatan hukum di akhir proyek.

"Kejaksaan Negri pasti kesulitan karena kehilangan Jaksa hebat sepertimu, hyeong"

"Benar, Sunghoon tidak akan menyalahkanku untuk itu. Tapi rasa bersalah ini tidak bisa kuatasi Sunoo... Faktanya aku gagal menuntut kasus kecelakaan itu. Kurasa aku tidak akan sanggup jika terus berada di kantor Kejaksaan, karena itu aku memutuskan mengundurkan diri."

Coagulation ( Sungsun / Sunsun )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang