Para pangeran dinyatakan menang karena raja Aves sudah tergeletak tak bernyawa bersama para pasukannya,sekarang giliran tugas Minghao untuk menghilangkan monster gabungan enam jenis kekuatan.
"Avec le pouvoir de la lumièr des étoiles tu pérish"
Setelah Minghao mengucapkan mantra tersebut monster itu hancur menjadi serpihan yang lama kelamaan menghilang ditelan angin.
"Kita harus cepat membawa enam pangeran dan asistennya ini"
Ucap Minghao memecahkan keheningan diantara mereka.
"Kita membawa mereka keistana utama saja"
Ucap Seungkwan
"Ya,oh iya bagaimana dengan ratu?"
Tanya Jeonghan
"Biar aku yang membawa ratu dan bayanganku yang membawa Soonyoung dan Hoshi"
Ucap Jihoon
"Baiklah,ayo"
Intruksi dari Jisoo
Jeonghan berjalan mendekati Leo dan menyeretnya mendekat kearah Seungcheol lalu menghilang ditelan sepihan cahaya merah dari kekuatan Jeonghan.
Jisoo mendekati Seokmin dan Dk lalu menyentuhnya tak lama mereka menghilang diikuti hembusan angin yang cukup kuat.
Wonwoo mendekati Mingyu dan menyeretnya mendekati Geohae lalu menghilang meninggalkan percikan listrik biru miliknya.
Jihoon membelah diri menjadi dua,bayangannya membawa Soonyoung dan Hoshi sedangkan Jihoon yang asli membawa sang ratu,menghilang dengan munculnya cahaya putih yang mengelilingi mereka.
Minghao menggenggam tangan Jun dan Dragon lalu menghilang diikuti cahaya bintang miliknya.
Seungkwan menarik Wolfey mendekat kearah Vernon karena memang Wolfey sempat terlempar cukup jauh,lalu Seungkwan menyentuh tangan Vernon serta Wolfey dan menghilang diikuti butiran tanah yang berterbangan.
.
.
.
Sesampainya diistana,ratu dan keenam pangeran serta asistennya dibawa keruangan tabib untuk diobati.
"Hanya satu obatnya,yaitu tetesan darah dari matenya"
Ucap sang raja ketika melihat tabib kebingungan akan obat yang diperlukan oleh sang pangeran.
"Darah?"
"Benar,teteskan darah kalian pada mulut mereka,itu akan mempercepat waktu penyembuhan"
Ucap sang raja,membuat keenam pangeran manis saling pandang satu sama lain.
"Lalu bagaimana dengan hewan asisten yang lain?"
Tanya Wonwoo
"Lakukan hal yang sama"
Jawab sang raja
Jeonghan yang paling tua pun melakukan hal itu terlebih dahulu.
Ia berjalan menuju tabib dan meminta pisau kecil untuk menyayat tangannya,lalu berjalan mendekat kearah Seungcheol.
Dan
Ssrrtt
Darah segar menetes dari tangan Jeonghan menuju mulut Seungcheol yang terbuka dibantu sang tabib.
Setelah Seungcheol selesai,Jeonghan berjalan kearah Leo yang sudah pucat tambah pucat,Jeonghan pun melakukan hal yang sama yaitu menyayat tangannya tepat diatas bibir Leo yang terbuka.
Melihat Jeonghan sudah selesai,Jisoo mengambil pisau baru dan segera berjalan menuju Seokmin dan segera menyayat pergelangan tangan miliknya.
Setelah selesai,ia berjalan menuju Dk yang mengenaskan,tusukan dimana-mana,bibir yang membiru,air mata Jisoo rasanya ingin terjun bebas saja melihat keadaan temannya seperti ini.karena tak ingin membuang waktu,Jisoo segara meneteskan darahnya untuk Dk.
Sementara Jeonghan dan Jisoo sedang diobati,Wonwoo mengambil pisau baru dan segera menyayat tangannya untuk Mingyu,kondisi Mingyu seperti sudah tak ada kehidupan lagi karena ia sangat pucat seperti mayat.
Wonwoo setelah meneteskan darahnya untuk Mingyu,ia berjalan menuju Geohae yang tak kalah parah dari Mingyu,lalu ia meneteskan darahnya pada Geohae.
Wonwoo berjalan menuju tabib untuk diobati,Jihoon yang melihat itu mengambil pisau baru dan segera menyayat tangannya.
darah segar menetes dari pergelangan Jihoon menuju mulut Soonyoung yang terdapat luka diujung sudut bibirnya.
Jihoon melangkah meninggalkan Soonyoung berganti menuju Hoshi yang hanya bisa terbaring lemah diatas ranjang.itu membuat hati Jihoon sakit,biasanya dia akan berlarian kearahnya ditambah dengan rengekan khas Hoshi,tapi kali ini tak ada lagi sapaan ceria dari Hoshi,yang ada hanya Hoshi yang terbaring tak berdaya.
Setelah memandang Hoshi lama,Jihoon menyeyat tangannya dan membiarkan darahnya menetes kemulut Hoshi.
Setelah melihat Jihoon selesai,Minghao berjalan mengambil pisau baru dan berjalan menuju Jun.
'Jun hyung,aku sudah memenuhi ucapanmu,maka cepatlah bangun'
Ucap Minghao dalam hati
Lalu Minghao menyayat tangannya agar Jun bisa menelan darahnya.
Setelah selesai dengan Jun,Minghao berjalan menuju Dragon.
'Gon-ah,ayo bangun dan meminum teh bersama'
Ucap Minghao dalam hati
Setelah itu Minghao menyayat tangannya agar Dragon dapat meminumnya.
Melihat Minghao selesai,Seungkwan berjalan menuju Vernon dengan pisau kecil baru yang berada ditangannya.
Melihat Vernon masih tetap tampan membuat Seungkwan sedikit lega,ia segera menyayat tanganya agar Vernon tak menunggu lama.
Lalu Seungkwan melangkah menuju Wolfey yang terbaring dengan banyak luka,Seungkwan menatap lama wajah Wolfey yang biasanya tampan sekaligus seram menjadi pucat,Seungkwan segera menyayat tangannya dan membiarkan darahnya diminum oleh Wolfey.
Setelah selesai,Seungkwan berjalan menuju tabib agar tangannya diobati.
"Terimakasih karena sudah mau membantuku,dan maaf membuat kalian menjadi seperti ini...maafkan aku,aku raja yang tidak becus"
Ucap sang raja
"Aniya,kau raja yang terbaik bahkan sampai para pangeran mau mengorbankan dirinya untuk mu,untuk sekarang raja fokuslah pada kesembuhan ratu,ia membutuhkan mu"
Ucap Jisoo dengan hati-hati
"Maaf dan Terimakasih sekali lagi"
Ucap sang raja sebelum melangkah pergi
Setelah raja mulai menjauh,keenam pangeran manis kembali menatap mate mereka masing-masing yang tak kunjung bangun.
"Lebih baik kita membersihkan diri kita terlebih dahulu,baju kita sudah tidak berbentuk"
Ucap Seungkwan
"Ya sudah,ayo kita membersihkan diri dulu baru nanti balik lagi kesini"
Ucap Wonwoo setuju dengan Seungkwan
Akhirnya keenam pangeran manis meninggalkan ruangan tabib menuju kamar mate mereka untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Niatnya mau double up,tp malah udh beda hari aja wkwk.
Lagi dan lagi bahasanya belibet😭.
