Kisah seorang laki-laki yang disebut gila dikarenakan laki-laki itu kurang kasih sayang oleh orangtuanya yang sedang asik sibuk pekerjaannya di luar negeri.
Sagara Anderson, anak dari keluarga Anderson yang terkenal dengan usaha-usaha elit nya.
Enam...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan mata bulat yang terus menerus memperhatikan bangunan yang sangat megah dan tinggi dalam hatinya seperti ini.
Istana siapa?
Saat ini keduanya sudah berada di depan apartemen Gara, yang di sebut istana oleh cewek itu. Gara yanh berdiri di samping cewek itu pun menarik tangannya membuat cewek itu tersentak kaget.
"Lo mau bawa gue kemana?!" Tanyanya dengan nada sewot.
Tanpa melepaskan genggamannya, Gara membawa cewek itu kedalam apartemen nya.
"Duduk, gue bawa kotak obat dulu." Ucap Gara dan segera pergi dari sana.
Cewek itu mengikuti arah pandang Gara."Gak waras!"
Kedua kalinya Gara melihat cewek itu seakan pernah bertemu sebelumnya.
Ia berjalan ke arah cewek itu yang duduk di sofa dengan memegangi lututnya.
"Ulur tangan sama kaki lo yang luka." Ucap Gara.
Dengan cepat cewek itu mengulurkan tangannya yang di bagian siku nya terdapat goresan luka.
Agar cewek itu tidak berteriak ataupun merasakan kesakitan, Gara mengoleskan obat merah atau Betadine pada lukanya.
Cewek itu memperlihatkan kegiatan yang dilakukan Gara, cara mengobatinya sangat baik tanpa ada rasa perih dan sakit. Diam-diam tapi pasti, cewek itu terus menatap wajah tampan Gara.
"Kalau di liat-liat ganteng juga nih cowok." Dalam hatinya.
Senyuman manis merekah di bibir cewek itu tanpa sadar Gara memperhatikan cewek itu sedari tadi.
"Lo kenapa?" Tanya Gara.
Sedetik kemudian cewek itu tersadar dengan wajah bengong sampai terlihat lucu di mata Gara.
"Hah?" Beo nya.
Gara menggeleng kepalanya."Semua luka lo udah gue obatin, sekarang lo ikut gue." Gara beranjak berdiri.
"Ikut?" Tanya cewek itu.
"Kamar," lanjut Gara membuat cewek itu membulatkan matanya.
"What?! Lo mau bawa gue ke kamar?! Wah! Lo pasti om-om cabul kan? Ngaku lo!"Sosor cewek itu.
"Gue mau perkosa lo?" Gara bertanya lalu cewek itu mengangguk.
"Ogah!" Gara langsung pergi menaiki tangga dan diikuti oleh cewek itu walau jalan nya perlahan.
Cewek itu terus mencibir dalam hidupnya ia tidak pernah bertemu dengan cowok nyebelin.
Ceklek
"Ini kamar lo." Tunjuk Gara setelah membuka pintu kamar untuk cewek itu.