4. Red Light

296 70 3
                                    

Tap...

Tap...

Tap...

Terdengar suara langkah kaki. Suara itu terasa dekat namun Jin tidak bisa melihat apapun selain hitam

Meski suara dan tubuhnya tak bisa bergerak namun Jin tahu jika ia sedang bermimpi saat ini

"Jin-a" suara itu...

Jin ingin menoleh dan mencari asal suara itu. Suara itu, adalah suara ibu nya yang sudah lama meninggalkan nya

"kau adalah anak yang terlahir spesial... Suatu hari saat hari 'kebangkitan' mu datang, mungkin kau akan sedikit menderita, tapi tolong bertahan lah sampai ibu kembali..."

Apa maksudnya?

Meski terdengar samar tapi Jin bisa mendengar nya dengan jelas

"peri itu... Akan membantu kebangkitanmu"

Jin ingin bertanya apa maksud ucapan itu

Kebangkitan?

Peri?

Apa maksud semua itu?

Dalam keheningan yang penuh tanda tanya. Dari kejauhan, Jin melihat sebuah titik cahaya berwarna merah perlahan mendekati nya

Cahaya itu terlihat berbahaya. Jin ingin menghindarinya, namun tubuh ini tidak mau bergerak sesuai keinginannya

Cahaya itu semakin mendekat dan kemudian menusuk matanya...

Tiba² Jin sudah terbangun dari mimpi aneh itu

Setelah sekian lama ia bisa mendengar suara ibunya dengan jelas dalam mimpi. Tubuh pria itu berkeringat di sertai nafas yang tak beraturan

Ia membuka matanya perlahan dan mendapati seorang pria berambut merah, kini tengah menatap nya

Meski tak jelas, tapi Jin bisa melihat warna mata pria itu berwarna biru

"dia sudah bangun" ucap pria itu

"apa aku masih mimpi?" - Jin

Lalu Jin melihat kearah lain, terdapat seorang wanita yang berdiri di sisi lain tempat tidur

Wanita itu...

"AH!" - Jin

Kedua mata Jin membulat seketika. Ia ingat. Wanita itu adalah wanita mesum yang mencium nya tadi pagi!

"hah!" Jin bangun dari posisi tidurnya lalu menatap kedua orang asing itu dengan waspada

"sepertinya dia baik² saja" ujar pria berambut merah itu lagi

"kau serius? Anak ini tidak mempan dengan sihirku, padahal kami baru saja teleportasi. Ini aneh... Apa sihir-ku yang bermasalah? " ujar Jisoo

"k-kalian siapa!" sekali lihat Jin juga tahu, mereka ini bukan lah manusia biasa

Pria berambut merah itu menatap tajam kearah Jin, membuat anak sekolah itu bergidik ngeri

"tidak, bukan sihirmu yang bermasalah. Tapi anak ini bukan lah manusia" Jin dan Jisoo memasang raut wajah bingung

"apa yang kau bicarakan Hwang Hyunjin. Dilihat bagaimana pun anak ini hanya manusia lemah"

"a-anu... Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?, sihir?, bukan manusia?, apa maksudnya?" tanya Jin kebingungan

Hyunjin bangkit dari tempat duduknya. Pria itu menatap dingin ke arah Jin

"anak ini berbahaya... Kita harus membunuhnya" lalu setelah itu dari tangannya keluar api hitam yang menyeramkan

Beautiful Nightmare (Jinsoo)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang