11. Maybe

248 46 3
                                        

Ya pada akhirnya Jin mengembalikkan ponsel Jisoo pada hari itu juga

Jin berjalan di lorong kelasnya dengan sengenggam susu strawberry kesukaannya. Baru kali ini ia sangat menikmati setiap langkah kakinya. Kemarin, rasanya ia baru saja membuat hubungan lebih dekat antara dirinya dan Jisoo, tapi sepertinya Jisoo membutuhkan waktu untuk memulai hubungan ini

Tidak apa, meski hubungan mereka hanya sebatas 'partner' tapi Jin senang karena bisa bersama Jisoo dalam waktu lama

Rasanya ini tidak seperti dirinya yang dulu. Apa wanita itu melakukan semacam sihir pada dirinya hingga membuat Jin takut di tinggalkan olehnya?

Jika benar... Jin tidak tahu harus merasa senang atau tidak karena sihir itu yang membuatnya bisa sedekat ini dengan Jisoo

"hoii! SeokJinee!" seru Irene dari belakang seraya merangkul leher Jin, hingga membuat pria itu harus berjalan sambil sedikit menunduk

"ah, apa?!"

"sepertinya suasana hatimu sedang bagus, bagaimana jika kau traktir aku?"

"apa kau sudah jatuh miskin?" ledek Jin

"sialan"

"hahaha aku bercanda. Ok, ok aku traktir makanan, kau mau makan apa?"

Irene tersenyum penuh arti
"aku akan cari restoran mahal hahaha"

"yayaya lakukan saja"

"eh..." tawa Irene terhenti seketika, ia sedikit mendekatkan wajahnya pada Jin
"kau memakai parfum baru?"

"apa?" Jin mulai mengendus endus tubuh nya
"tidak, ini parfum yang biasa aku pakai"

"benarkah? Hmm... Aroma nya terasa unik"

"mungkin hi-"

Bruk!

"ah!" karena keasikan mengobrol sehingga membuat Jin tidak fokus pada sekitarnya. Ia baru saja menabrak seorang guru hingga membuat beberapa buku guru itu jatuh

"ya ampun! Maafkan saya" Jin dengan cepat mengumpulkan buku² yang jatuh di lantai di bantu oleh Irene

"bagaimana bisa kau menabrak guru!" bisik Irene

"mana aku lihat, dia tiba² berdiri di depanku! " saut Jin

"hahaha maaf sepertinya saya mengagetkan kalian" ujar guru itu. Jin melihat wajahnya, wajah yang asing

Apa dia guru baru?

Jin bangkit setelah merapihkan buku yang jatuh lalu menyodorkan nya pada guru itu

"maafkan kami" ujar Jin dan Irene seraya membungkuk

"tidak apa², saya yang salah karena muncul tiba²"

"tidak, tidak, kami yang salah karena tidak melihat jalan" ujar Jin yang di balas anggukkan oleh Irene

Jin dan Irene saling melempar pandangan seakan mereka memikirkan hal yang sama
"mmm... Maaf, kalau boleh tahu apa bapak guru baru di sini? Sepertinya saya belum pernah melihat bapak sebelumnya" tanya Irene penasaran

"hahaha iya saya baru saja di pindah tugaskan menjadi guru bahasa inggris menggantikan pak Song. Perkenalkan nama saya Jung Haein, saya mengajar di kelas 12-3"

"oh! Itu kelas kami!" kata Irene

"benarkah?! Kebetulah sekali saya mau kekelas tapi saya masih belum hafal denah sekolah ini. Apa kalian bisa mengantar saya ke kelas kalian?"

"tentu! Ayo ikut saya pak" dan pada akhirnya Jin dan Irene kembali ke kelas bersama Haein

Tentu saja pertemuan ini bukanlah kebetulan semata. Haein sengaja memilih menjadi guru di sekolah ini, untuk melihat dan mengawasi langsung keturunan terakhir keluarga Winkler. Haein menatap pria dengan seragam murid itu dari belakang. Tubuh tinggi, tapi sihirnya masih lemah, bahunya lebar dan... Hmm... Aroma feromon peri yang sangat kuat

Beautiful Nightmare (Jinsoo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang