I'm learning what it's like to love and be alive (Anicraft Drabble)

141 3 2
                                    

Halo, Author Lumi disini
Maaf sudah lama update, sma susah... i hate kerja kelompok-

Anyways @RalvanShade , maaf sudah lama dengan request mu 
FFnya masih work in progress tapi saya kehilangan ide dan jadinya writer block then jadi discontinued (bagian ide ringkasan masih ada tapi ffnya masih bagian idk prolog gitu padahal ngak multichapter ceritanya) jadi maafkan author, kalo mau apa mau baca wipnya dan upload disini?
Saya baru kembali karena.. fandom ini sangat suka culik author disaat konten bagusnya keluar (Viva Fantasy) 

Title diambil dari lirik Diamond City Lights by Lazulight, grup dari Nijisanji EN

Anyway back to the Short Fic

______________________________

Roman duduk di sofa, menggigil dari kedinginan padahal rumahnya tidak ada AC dan Roman belum sempat buat dari redstonenya karena sibuk benerkan mesin mesinnya. Itu kenapa dia tinggal dirumah sendirian padahal yang lain sudah mengajak dia untuk pergi belanja pasar atau keliling desa yang baru mereka tempati namun dia menolak karena dia harus fokus dibenerkan mesinnya apalagi harus benerkan dengan rumus yang amat susah dari guru redstonenya yang sangat galak, yaitu Fikun.

'Asem.. Padahal aku pakai jaket..' Pikirnya Roman, Dia memeluk badannya untuk menghangatkan badannya, hingga bantal namun sia-sia karena dia masih kedinginan. 

Roman langsung mengecek suhu lewat hologramnya dan hologramnya bertulis suhunya itu 20℃, padahal diluar masih langit biru bukan musim dingin bersalju. "Pantas saja aku kedinginan, suhunya tidak normal?!..."

"Roman? Kamu tidak apa-apa?.." Suaranya agak familiar bagi Roman, dia menengok untuk mengetahui siapa yang baru bilang tadi dan ternyata itu Rangga yang baru saja pulang. 

"R-Rangga? Kamu sudah pulang, dan sejak kapan?" Tanya Roman, terkejut karena Rangga sudah pulang cepat, dia menggira eskpedisinya akan lebih lama. 

"Oh... Aku dan Husky sudah dapat item yang kita butuhkan lebih cepat yang aku kira jadi aku cepat pulangnya.." Jelasnya Rangga. 

Roman berdiam dan suasananya menjadi hening lalu akhirnya Roman berkata. "..Rangga bisa kita cuddle tidak? Aku kedinginan.." Permintaan Roman ke Rangga dan Rangga baru sadar Roman kenapa Roman terlihat kedinginan. 'Ah, suhunya ya tidak normal lagi?..' Kata Rangga di pikirannya, dia tidak terasa suhunya dingin karena dia immune suhu panas atau dingin jadi dia tidak tahu. 

"Baiklah, aku akan ambil selimut dulu ya.." Roman mengangguk dan Rangga langsung ke kamar untuk mencari selimut. Saat dia kembali ke ruang tengah dimana Roman berada, dia duduk di sofanya lalu menyelimuti mereka berdua dan cuddle untuk menghangatkan Roman. Rangga juga cium kening Roman dan mengelus kepala Roman sambil cuddlenya. Roman menyukai elusan Rangga dan mereka bercuddle seperti pasangan.

THE END

Oneshoot Short Fics EtcTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang