Aura terbaring lemas diatas kasur setelah lelah menata dan membereskan barang barang bawaannya. Hari ini gadis itu pindah untuk melanjutkan program pembelajarannya dijenjang sekolah menengah akhir.
Ia merasa sudah sangat cukup terus menerus bergantung pada bibinya di negara sebelah, jadi keputusan untuk tinggal seorang diri di kota kelahirannya adalah keputusannya tanpa paksaan.
Bibinya juga sudah berusaha menahan Aura untuk tetap tinggal namun gadis keras kepala itu tetap berpegang teguh pada keinginannya. Mau tidak mau sang bibi hanya bisa mengizinkannya dengan syarat harus senantiasa mengabarinya.
Memberi kabar bukanlah masalah, tepat setelah Aura mengutarakan keinginannya untuk pindah dan mendapat izin, gadis itu langsung memesan tiket pesawat untuk minggu depan tak lupa juga berkemas.
Dan disinilah ia sekarang, di kota kelahiran. Banyak perubahan yang terjadi disini, seperti banyak bangunan tinggi padahal seingatnya dulu bangunan bangunan tinggi itu tak banyak seperti sekarang.
Ngomong ngomong, unit apartement ini adalah tempat tinggal bibinya dulu sebelum pindah dan sekarang ia telah memberikannya pada Aura. Gadis itu pun jadi tidak perlu memikirkan biaya tempat tinggal sekarang.
Ting tong
Bel berbunyi, perasaan bingung pun muncul dibenaknya, siapa coba yang bertamu kemari? Padahalkan Aura tidak mengenal siapa pun di kota ini.
Dengan perasaan was-was gadis itu berjalan kearah pintu. Ketika pintu itu dibuka perlahan, munculah sosok gadis bermata kucing berdiri dengan membawa kotak berisi kue disana.
"Hai! Kau pasti penghuni barukan? Salam kenal! Namaku Isabell Adrea," ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya tak lupa menerbitkan senyuman manis.
Aura ikut tersenyum dan membalas uluran tangan Isabell. "Salam kenal juga, namaku Aura Jovanka. Ayo silahkan masuk."
Keduanya masuk kedalam dan berbincang bincang ria. Walau baru saja bertemu namun keduanya sudah nampak sangat akrab dan dekat.
Diketahui Isabell merupakan penghuni unit sebelah dan merupakan calon kakak tingkatnya di sekolah menengah karena kebetulan Aura mendaftarkan dirinya secara online di sekolah yang sama dengan sekolah tempat Isabell menuntut ilmu.
Karena faktor itu juga keduanya semakin akrab. Isabell banyak menceritakan seberapa bagus fasilitas fasilitas yang tersedia, ia juga menceritakan betapa asiknya guru guru yang mengajar disana. Aura yang mendengar itu semua merasa tidak salah memilih sekolah.
"Nanti Senin kita berangkat bersama bagaimana? Kau menumpang saja padaku oke?" tawar Isabell.
"Apa tidak merepotkan? Lagipula aku bisa naik angkutan umum sendiri."
"Sama sekali tidak, simpan saja uangmu. Pokoknya kau menumpang padaku nanti!" tegasnya.
"Ah ya sudah, baiklah baiklah, terima kasih."
Gadis bermata kucing itu tersenyum sambil memeluk tubuh Aura erat. "Senang sekali bertemu denganmu, akhirnya aku tidak kesepian lagi disini."
Aura menepuk nepuk bahu Isabell karena pelukan yang ia dapatkan terlalu erat sampai dirinya merasa kesulitan untuk bernapas. "I-iya a-aku juga."
"Aku pulang dulu, sampai ketemu besok."
Isabell melepaskan pelukannya kemudian diantar Aura keluar dari unitnya. Sepi kembali menyapa Aura, gadis itu kembali masuk.
Karena hari sudah mulai senja, ia memutuskan untuk membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam.
Menu makan malam hari ini adalah ayam goreng yang sempat ia beli tadi siang. Ketika sedang menikmati makananya, pikirannya tiba tiba saja teringat akan sosok kedua orang tuanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire [End]✓ (Revisi)
Vampire(SEDANG DI REVISI TOTAL) Tentang Aura Jovanka si gadis yang menjadi incaran kaum Vampire berkat darahnya yang murni. scrlyrrnz (EXO FANFICTION) Update sesuai mood Since: march 2019 Revisi: june 2022