06.PUTUS??

2.7K 120 9
                                        

Ada banyak hal yang sebenarnya lebih penting untuk di pertanyakan,hanya saja sebagian orang memang memiliki rasa penasaran lebih

_agraha_
_

_

"LO BUKAN BONEKA GUE TAPI LO PACAR GUE,GADIS GUE, PEREMPUAN GUE, CEWEK GUE"emosi agraha tidak bisa lagi terkontrol dengan tangan mengambil sesuatu di dashboard mobil.

"Lo mau kita putus kan?oke,kalo Lo mau kita putus!gue potong urat nadi gue"ujar agraha seraya menghadapkan pisau kater tepat di urat nadinya.

Aluna yang melihat itu pun seketika di buat panik

"Jangan,aku mohon ka jangan"lirih Aluna saat melihat agraha yang terlihat sungguh-sungguh

"Katanya Lo mau putus"ketus agraha

"Aku mohon jangan pernah lakuin itu,kita gak putus"jawab Aluna dengan lembut seraya memegang tangan agraha dan mengambil pisau di tangannya.

Agraha yang mendengar nada bicara yang begitu lembut dari gadisnya pun segera memeluk Aluna dengan begitu erat dan menenggelamkan wajahnya di leher putih Aluna.

"Maaf,gue minta maaf udah bentak Lo tadi,gue bener-bener emosi dan gue gak bisa ngontrol emosi gue"ucap agraha dengan penuh penyesalan.

Aluna yang di dekap agraha pun mengeratkan lagi pelukannya entah kenapa berada di pelukan agraha terasa begitu nyaman dan hangat.

"Aku,Gak papa ko"jawabnya dengan mengusap-usap belakang tubuh agraha.

"Kenapa tadi bisa sama Daren?Lo pacarnya dia?"tanya agraha dengan was-was tanpa melepaskan pelukannya ia takut gadisnya menjawab 'iya' ntah kenapa ia takut sekali.

"Aku kenal dia dari kecil dan aku sama ka Daren juga sahabatan"jelas Aluna

Agraha yang mendengar itupun mengangguk-anggukan kepala dan sedikit menyunggingkan senyum tanpa Aluna ketahui entah kenapa ia merasakan lega di hatinya kala mendengar penuturan Aluna tadi.

"Maaf gue gak tau"jawab agraha setelah melepaskan pelukannya.

"Jangan nangis karena gue,ntah kenapa gue sakit liatnya dan jangan pernah nundukin kepala Lo di hadapan gue dan orang lain"ucap agraha dengan tangan mengangkat dagu Aluna agar tidak menunduk lagi lalu mengusap sisa air mata di pipi mulusnya.

"Kenapa gak boleh nunduk?"

"Kalo Lo nunduk Lo semakin di anggap lemah sama lawan bicara Lo,gue gak mau Lo di bully, di rendahin dan di anggap lemah sama orang-orang"jelas agraha dengan tangan beralih mengusap kepala aluna dengan penuh perhatian.

"Nunduk bukan berarti tundukkan?"tanyanya dengan tatapan teduhnya

"Iya gue tau,tapi beda lagi dengan pemikiran orang lain ana,gak semua orang punya pemikiran yang sama"jawab Agraha dengan tutur kata yang begitu lembut di pendengaran Aluna.

"Iya"jawabnya dengan senyum manisnya yang siapapun melihat ana tersenyum pasti akan terpesona terlebih lagi agraha.

Cup

Deg

Agraha mengecup pipi kiri Aluna yang membuat ia mati di tempat dengan pipi yang seketika merah dan agraha pun membenarkan letak jepit merah muda ana yang sedikit melorot.

"Kenapa?hm"tanya agraha dengan menahan senyum seraya mengusap bekas kecupannya tadi.

"Eh,ga-gak papa ko"ujar Aluna terbata-bata agraha yang melihat gadisnya salting pun terkekeh dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

AGRAHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang