"Jaechan"
"Hm???"
Jaechan menoleh menatap seoham yang kini sedang merangkulnya sembari mengelus rambut halusnya.
"Ini ga seperti yang gue kira, gue masih ga sadar semua ini nyata"
"Seoham.. boleh jelasin lebih??" Saut jaechan kebingungan
"Gue ketemu sama lo sampai di titik ini dan semua orang udah ada di titik puncak mereka, gue gapernah ngira hidup gue jadi kek gini"
"Ahh... Seoham... Ini kenapa gue sayang banget sama lo" ucap jaechan memeluk tubuh seoham.
"Ok dengerin gue, ini semua takdir. Lo ketemu gue, itu juga takdir. Indah kan?? Mungkin tanpa lo, gue udah gaada disini..."
"Jaechan, jangan bilang masalah itu lagi. Gue gamau lo kenapa napa lagi"
"Hahahahah engga, selama lo ada di sisi gue... Makasih ya"
Jaechan mencium pipi seoham, lalu seoham sedang mengeluarkan ratusan kata pujian di benaknya.
"Jaechan, apa mimpi lo?"
Kini seoham tengah menggendong jaechan di punggungnya, mereka menikmati pemandangan danau dimana mereka pertama kali menyatakan perasaan.
"Mimpi gue... Gue pengen jadi seniman??? Yeah if money doesn't matter..."
"Loh why not??? Lo harus kejar, ok?"
"Tapi gimana kalo gagal?? Nanti ayah-"
"Dia gak akan... Jangan bilang gagal sebelum nyoba, jaechan. Gue disini dan gue siap jadi tempat lo bersandar atas kegagalan"
Seoham mengecup dahi jaechan lembut mencoba meyakinkan kekasihnya.
"Ya... Gue bingung harus mulai dari mana"
Hidung jaechan dicubit gemas oleh seoham
"Gambar duluuu sayanggg nanti lo coba jual, biar gue bantu"
"Tapi-"
"Jaechan...."
"Hshshs iya iya"
Burung - burung berterbangan di langit sore yang indah, pencahayaan berasal dari sang mentari yang kini akan tenggelam di sisi barat.
Dari pemandangan tersebut ada suatu momen tak terlupakan dari seoham dan jaechan yang kini tengah berciuman di depan audiens, bisa dibilang hari ini adalah hari dimana mereka maju ke jenjang pernikahan.
"Selamat atas pernikahannya, jaechan!!!" Munik berteriak lalu tersenyum sembari menggenggam tangan wondae, kakak dari jaechan sedangkan wondae kini tengah menutupi wajahnya karena ia tidak bisa menahan tangisnya.
"ya!! Kenapa nangis ih itu diliatinnn" munik menarik-narik baju wondae namun yang ada ia malah terjungkal ke belakang, wondae jadinya tidak tau harus sedih atau tertawa melihat tingkah konyol kekasihnya itu.
Suasana pernikahan seoham dan jaechan terlihat penuh hiruk pikuk, Namun pasangan baru menikah ini memandang momen tersebut sebagai sesuatu yang menghibur.
"Baikk, sudah saatnya untuk momen melempar bunga, banyak yang mengatakan bahwa siapapun yang menangkap bunga ini akan mendapatkan pasangan."
"wah!"
"Eitsss mau kmn"
Tentu saja satu pasangan konyol yang sedang berseteru saat ini adalah wondae dan munik.
"Eh... Mau..."
"GAMAU! aku gamau dimadu, kamu mah" munik memukuli wondae sehingga membuat wondae mengaduh nyeri
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Brats [SUAMCHAN]
FanfictionMenurut seoham, jaechan itu tengil, sombong, dan naif. Park Seoham x Park Jaechan [suamchan] BXB/BL/Male Loving Male
![Spoiled Brats [SUAMCHAN]](https://img.wattpad.com/cover/304758349-64-k802894.jpg)